
Dunia yang dijalani oleh Caroline harus dia mainkan, entah dia ingin melakukannya atau tidak dia harus mempertahankan segalanya. waktu mulai berjalan Caroline memusatkan pikirannya untuk menjalankan semua usaha sang suami.
Sedangkan Erik dia harus fokus untuk menjadi pria tangguh kembali, dia ingin segera sembuh dari semua sakitnya. Dia tidak boleh menjadi pria yang cacat, dia tidak boleh menjadi pria yang tidak bisa melakukan apapun. Isterinya sudah berusaha sekuat mungkin, Erik berusaha untuk memulihkan semua kondisinya.
Sekarang Caroline menjadi sosok yang benar-benar sangat menakutkan, begitu banyak orang yang takut akan dirinya. Waktu mulai berjalan dengan semua keinginan Caroline dan Erik. Beberapa bulan sudah berlalu, perlahan-lahan Erik juga mulai berusaha sembuh dari luka yang dialami.
"Bagus, tuan. sekarang tuan akhirnya bisa berjalan perlahan-lahan." ucap Elios.
"Aku tidak ingin seperti ini terus, Elios. Aku harus bangkit, aku tidak ingin istriku semakin tenggelam dalam dunia yang tidak seharusnya dia datangi." jawab Erik.
"Tapi, saya sangat kagum dengan Nyonya. Dia berusaha sekuat mungkin agar semua usaha yang tuan miliki tidak hancur. Nyonya berusaha sekuat mungkin untuk bisa berdiri walaupun terkadang saya melihat ada rasa lelah di matanya." ucap Elios.
"Terima kasih karena kamu dan John sudah mendampingi istriku, Elios. Aku percaya pada kalian, aku benar-benar harus berterima kasih kepada kalian semua.
Erik yang sekarang berada di salah satu rumah sakit, setiap hari dia berusaha untuk memulihkan dirinya bahkan salah satu ruangan yang ada di rumahnya disulap menjadi ruang penyembuhan untuk pria itu.
"Seperti yang tuan perintahkan, saya sudah mendapatkan informasi mengenai Hugo." ucap Elios.
"Di mana dia?" tanya Erik.
"Pria itu masih berada di Brazil, Tuan. dia kemungkinan besar berusaha mengembalikan dirinya, yang saya tahu Hugo sudah mengerahkan beberapa anak buahnya untuk menghancurkan beberapa pengusaha." jawab Elios.
"Pria itu tidak akan pernah berhenti sebelum dia menghancurkan musuh-musuhnya." ucap Erik.
"Anda benar sekali, tuan. Sayangnya Nyonya adalah wanita yang sangat tangguh, ingin mendekati wanita itu akan sangat susah apalagi Nyonya bukanlah tipe wanita yang mudah didekati." jawab Elios.
Erik hanya tersenyum, pria itu memang selalu yakin kalau istrinya adalah wanita luar biasa dan hebat. Siapa yang akan bisa mendekati pria wanita itu karena dia adalah wanita yang sangat terkenal benar-benar menyebalkan.
Hari ini Caroline berada di salah satu perusahaan milik sang suami, dia mendatangi tempat itu karena ada beberapa rumor yang mengatakan kalau tempat itu sudah beralih kepemilikan, Caroline yang mendengar itu pun Tentu saja dia tidak terima. Dia datang dengan John juga beberapa pengawalnya.
Dengan pakaian rapi nan cantik dia pergi ke tempat itu, memang tempat itu jarang sekali diurus oleh Erik pantas saja direktur perusahaan itu mempunyai rencana untuk mengambil alih perusahaan itu. Wanita itu masuk ke dalam perusahaan dengan langkah kaki yang begitu ringan. Pakaian berwarna hitam dengan kacamata hitam, rambut terurai dengan bibir berwarna merah merona.
Tatapan mata para pria yang ada di sana menatap sosok wanita yang barusan masuk, begitu cantik mempesona dan langkah kakinya itu begitu tegas.
"Nyonya." Panggil John.
__ADS_1
"Ada apa John?" tanya Caroline.
"Pria itu kemungkinan berada di salah satu ruangan di lantai 3, dia sudah mengumpulkan seluruh pemegang saham, dia ingin memprovokasi mereka agar mereka mau menyetujui ke pemindahan kepemilikan perusahaan ini." jawab John.
"Aku mau tahu bagaimana bisa dia melakukannya, Oh ya perintahkan seluruh anak buah kita untuk menutup seluruh perusahaan ini, jangan biarkan satu pintu terbuka." perintah Caroline.
"Baik, nyonya." jawab John.
Jika perintah itu sudah diberikan makan John akan mengerahkan seluruh anak buahnya untuk memblokade perusahaan itu, entah ke berapa kalinya Caroline meminta anak buahnya untuk memblokade perusahaan yang pimpinannya berusaha berkhianat.
"Maaf Nyonya Anda mau ke mana?" tanya salah satu karyawan.
"Diam, daripada aku menembak kepalamu itu." jawab Caroline.
Langkah kaki karyawan itu langsung terhenti, dia melihat seorang wanita yang masuk ke salah satu ruangan.
"Anda mau ke mana?" tanya penjaga pintu.
"Apa kamu pengawal salah satu orang yang ada di dalam?" tanya Caroline.
Caroline tersenyum, sesaat kemudian tentu saja tangan gatalnya itu tidak bisa dihentikan. wanita cantik itu langsung menggulurkan tangannya memberikan sentuhan lembut namun mematikan. Tentu saja itu adalah tinju maut, tanpa berbasa-basi wanita itu melumpuhkan dua pengawal seseorang yang ada di dalam.
"Lain kali jangan pernah menghentikanku, jika kalian berani melakukan itu aku pasti akan membuat kepala kalian itu membentur di lantai." dua pria itu hanya bisa meringis kesakitan. ternyata mereka sudah dikalahkan oleh seorang wanita berpakaian serba hitam dengan kacamata hitam yang melekat.
BRAKK!!!
pintu dibuka oleh Caroline dengan sangat kasar, wanita itu menatap beberapa orang yang sedang berkumpul di sana. Orang-orang yang ada di dalam ruangan itu tentu saja mereka langsung menoleh menatap seseorang yang sudah membuka pintu itu dengan sangat kasar.
"Siapa kau?!" seru beberapa pria.
Caroline tidak menjawab, wanita itu berjalan mendekati meja rapat itu. Tatapan matanya menatap seorang pria setengah baya yang hendak mengambil alih perusahaan itu.
"Siapa kau!!" seru orang-orang itu.
Caroline membuka kacamata hitamnya, dia menatap satu persatu orang-orang itu. "Satu dua tiga.. Kalian ada delapan orang ya. Baiklah kalau begitu kalian semuanya hari ini tidak akan bisa pulang." ucap Caroline.
__ADS_1
Wanita itu menarik salah satu kursi yang diduduki oleh salah satu pria yang ada di sana. Kaki gatalnya itu juga tidak bisa diam, dia langsung menendang pria yang duduk di kursi itu.
"Dasar wanita brengsek! Apa yang kamu lakukan!!" teriak orang-orang itu.
Caroline tidak menjawab, Dia duduk dengan cantik sembari tersenyum.
ZLEPP..
bukan perkataan yang keluar dari mulut wanita itu, namun lemparan pisau yang tepat mengenai tubuh si pria. Melihat hal itu orang-orang yang ada di ruangan itu seketika mereka langsung berdiri, mereka menatap wanita yang baru datang itu.
"Beraninya kamu melakukan hal ini pada kami!!" seru salah satu pria.
"Kalian berani berkhianat pada suamiku." ucap Caroline.
"Siapa Kau teriak!" manajer perusahaan.
Caroline memanyunkan bibirnya kemudian menatap manajer perusahaan.
"Aku adalah Caroline Regan, istri Erik Regan." jawab Caroline.
Mendengar nama yang beberapa lama ini didengar oleh mereka, seorang wanita yang sangat menakutkan, seorang wanita yang melumpuhkan orang-orang yang berkhianat kepada suaminya.
"Caroline? maksudnya dia Caroline istri Tuan Erik?" ucap beberapa pria yang langsung ketakutan.
Bagaimana mereka tidak tahu, padahal mereka harusnya sudah bisa mengenali sosok wanita itu, apalagi pisau saja sudah melayang ke arah teman mereka.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*Air mata dan pembalasan
*Isteri bar-bar bos mafia 2
__ADS_1
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊