
"Tolong ampuni kami! tolong ampuni kami!!" teriak beberapa orang.
Caroline tidak menghiraukan seluruh perkataan orang-orang itu, dia langsung pergi meninggalkan para pria dan wanita yang ada di ruang rapat. Siapa suruh mereka membangunkan macan yang tertidur, salahkan mereka sendiri yang sudah membuat wanita itu murkas seperti itu.
Kabar mengenai wanita bar-bar isteri dari Erik Regan susah tersebar. siapa yang akan berani bermain-main dengan wanita itu lagi semuanya harus tunduk di bawah kakinya, semuanya harus melakukan apa yang ingin dia lakukan.
Setelah hari itu Caroline adalah wanita yang paling ditakuti oleh Beberapa orang bahkan kabar itu juga sampai di telinga Hugo. Pria itu tidak pernah mengira kalau istri Erik regan begitu menakutkan.
"Aku tidak pernah mengira kalau wanita itu sangat hebat." ucap Hugo.
"Apa yang akan kita lakukan, Tuan? Saya kira wanita itu hanyalah wanita lemah, saya kira Tuan Erik akan hancur Setelah dia menjadi cacat." salah satu anak buah Hugo sudah menyelidiki Apa yang dilakukan oleh Caroline. Namun sayangnya apa yang dia selidiki itu tidak seperti yang dia harapkan. informasi yang dia dapatkan itu malah benar-benar begitu menakutkan.
Di tempat Caroline sendiri Erik sudah mendapatkan informasi mengenai Hugo, pria itu meminta beberapa anak buahnya untuk terus memantau pria itu. Menurut informasi kalau Hugo berada di Brazil, namun informasi itu adalah informasi bohong. Hugo sudah berada di Rusia, dia sudah dekat dengan Erik.
Delapan bulan lamanya Erik terus berusaha untuk memulihkan dirinya, dengan kepercayaan dari sang istri pria itu terus mencoba menyembuhkan luka yang ada di tubuhnya.
"Tuan." Panggil Kelvin.
"Ya, Kelvin." jawab Erik.
"Apa kita akan melakukan rencana kita, Tuan?" tanya Kelvin.
"Tentu saja Kelvin, kita akan melakukan rencana kita." jawab Erik.
"Apa Tuan sudah yakin?" tanya John.
"Tentu saja John aku sudah yakin, lagi pula aku tidak ingin istriku menjadi wanita yang sangat menakutkan. Seperti dulu saja dia sudah menakutkan, kalau dia lebih menakutkan apa kita bisa bergerak bebas." canda Erik yang membuat Kelvin dan yang lain malah tersenyum.
Benar saja, dulu saja Caroline sudah membuat mereka tertekan. Namun sekarang terasa semuanya itu berbeda, wanita yang dulu suka serampangan itu sekarang menjadi sosok yang begitu kejam. Tak Ada Yang Bisa dikatakan oleh siapapun, suara indah dan cantik itu sudah jarang terdengar. Hanya suara peluru yang sering menemani Caroline, John yang selalu menemani Caroline pria itu terkadang lebih takut kepada istri bosnya daripada sang Bos sendiri.
"Benar kata pepatah, tuan. Wanita yang terluka akan sangat menakutkan, Saya sudah bersama dengan Nyonya selama beberapa bulan ini. Nyonya benar-benar sangat kejam, dia tidak pernah mengenal kata maaf sama sekali. Dia tidak memberikan maaf kepada siapapun yang sudah menyakitinya. Nyonya benar-benar seperti iblis wanita, terkadang saya sendiri sampai takut, andai kata saya melakukan kesalahan yang tidak termaafkan. Mungkin nyawa saya akan melayang." ucap John.
"Karena itu, John. Aku tidak ingin kehilangan istriku. Aku ingin dia kembali kepada kita, Aku tidak ingin kesedihannya karena aku seperti ini membuatnya berubah." jawab Erik.
Dulu ada kata-kata yang begitu nyeleneh luar biasa, tanpa ada yang bisa menandingi. Sekarang semuanya sudah tidak ada yang tersisa, hanyalah kata-kata yang penuh dengan ancaman.
__ADS_1
"Mama." panggil Jesselyn.
"Ada apa, Jesselyn." jawab Caroline.
"Mama, besok kita jalan-jalan ya." minta Jesselyn.
"Tentu." jawab Caroline.
"Besok papa akan menemani kalian semuanya jalan-jalan, lagi pula besok adalah hari libur besar kita." Erik yang sudah turun ke lantai bawah. Walaupun masih menggunakan tongkat tapi Erik bukanlah pria lemah, dia akan memperjuangkan segalanya, Dia akan melakukan semuanya.
"Apa kamu bisa, sayang?" tanya Caroline.
"Tentu saja, Sayang. Aku bisa, aku pasti akan menemani kalian." jawab Erik.
Caroline tersenyum menatap suaminya, perlahan-lahan seluruh luka itu sudah sembuh, Caroline begitu bahagia saat melihat sang suami yang kembali bisa berjalan. Tak Ada Yang Bisa Caroline katakan selain Dia sangat bersyukur karena sang suami sekarang bisa kembali pulih kepercayaannya juga kembali. Caroline ingin kehidupan ini berpihak padanya.
Keesokan hari Caroline dan yang lain benar-benar pergi ke salah satu wahana, tapi karena Joshua tidak suka di tempat itu akhirnya mereka jalan-jalan ke tempat lain. Di sebuah tempat yang ada di desa yang tidak terlalu besar, Erik mengajak anak-anak dan istri serta keluarga besar rumahnya pergi ke tempat itu. Di sana pemandangannya indah dengan sungai yang begitu bersih, pepohonan yang begitu rindang, udara yang begitu sejuk. pokoknya tempat itu benar-benar is the best.
"Biarkan anak-anak bersenang-senang, sayang." ucap Caroline tersenyum. dia menatap anak-anaknya bermain dengan begitu riang, begitu pula dengan anak Kelvin, Elios dan Avara. Semuanya bermain begitu bahagia.
"Bawa bu." jawab Avara yang kemudian meminta bantuan suaminya untuk mengeluarkan beberapa barang yang ada di dalam mobil.
"Dunia seperti inilah yang kita butuhkan, begitu indah, udaranya segar. Kalau Ayah tinggal di sini Ayah akan betah." tiba-tiba Benito mengatakan itu.
"Ya kalau begitu Ayah tinggal di sini saja, lagian tempat ini bisa kita beli untuk keluarga kita." jawab Caroline.
Terserah apa yang diinginkan oleh istrinya, yang penting wanita itu tidak marah-marah tanpa sebab.
"Sayang.' Panggil Caroline.
"Ada apa." jawab Erik.
Caroline menggerakkan jari telunjuknya, tanda Erik harus mendekatinya.
"Ada apa?" tanya Erik yang sudah ada di samping Caroline.
__ADS_1
Tiba-tiba wanita itu bersandar di pundak sang suami.
"Seperti inilah kehidupan yang indah, seperti inilah yang aku inginkan."
Suara canda tawa terdengar begitu indah namun berbeda di tempat lain, Hugo sudah memantau keluarga Erik dari tadi, dia membawa begitu banyak anak buah.
"Jangan sampai kalian kehilangan mereka, pastikan kalau kalian bisa menyingkirkan mereka semuanya." perintah Hugo.
"Baik, Tuan." jawab anak buah Hugo.
Ketika mereka bersenang-senang, bercanda gurau dan tertawa bahagia. tiba-tiba saja sebuah peluru melesat di pohon yang ada di samping Erik.
DOR.
ZLEPP.
satu tembakan itu membuat orang-orang yang ada di tempat itu mereka langsung berhamburan, mereka berbondong-bondong masuk ke dalam rumah. Erik, Caroline, Kelvin Elios, Jason dan Ruhan.. mereka langsung bersiap siaga bersama beberapa anak buah Erik.
"Siapkan persenjataan kalian!!" perintah Erik.
Beberapa penembak jitu yang sudah bersembunyi itu langsung menembak Hugo dan anak buahnya, ternyata tamasya itu hanyalah pancingan agar Hugo keluar dari persembunyiannya. Semua direncanakan oleh Erik dengan sangat matang.
"Dasar kurang ajar! berani sekali mereka melakukan hal ini pada kita!" seru Caroline.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*Air mata dan pembalasan
*Isteri bar-bar bos mafia 2
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
__ADS_1