ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2
KEGADUHAN


__ADS_3

BRAKK!!


Si ratu pembuatan rusuh datang dengan emosi yang sangat besar, dia Melihat tempatnya sudah diacak-acak hingga tidak karuan.


"Tenanglah Sayang, tenang." Erik mencoba untuk menenangkan istrinya.


"Kamu ingin menenangkan ku, sayang?" Caroline berkacak pinggang menatap sang suami.


"Bukan seperti itu, sayang. mereka kan masih anak-anak, tidak baikan kamu marah seperti itu." Erik terus berusaha menenangkan sang istri.


"Kalau begitu aku akan tenang, Sayang. tapi kamu bereskan semua kekacauan ini, jika kamu tidak bisa membereskan kekacauan ini.. jangan sampai nanti kalau kita pulang aku melempar mu keluar dari kamar kita." ancam Caroline yang membuat Erik langsung terdiam tanpa bisa berkutik sama sekali.


"Kok malah aku yang diancam, sayang?" tanya lirih Erik.


"Tentu saja aku harus mengancam mu, tadi siapa yang bilang aku tidak boleh marah-marah. Tadi siapa yang bilang kalau aku harus sabar, harus tenang karena mereka itu masih kecil. Kamu kan jadi sebagai gantinya tolong bereskan kekacauan ini karena aku harus segera ke tempat pesta." jawab Caroline yang kemudian menatap keempat anaknya.


Jari Caroline menunjuk satu persatu anak-anaknya. "Kalian itu benar-benar bibit dari Erik Regan. Kalian itu benar-benar sangat menyebalkan," kesal Caroline.


"Haduh.., entah seperti apa nyonya." Kelvin yang melihat hal itu nampak dia menahan tambahannya tawanya.


Bukan bermaksud apa apa, namun Kelvin adalah orang yang selalu dikerjain bersama Elios oleh Caroline. waktu hamil saja wanita itu membuat Kelvin dan Elios bergadang setiap malam, selalu meminta ini dan itu, ketika makanan yang diminta sudah didapatkan malah dia meminta sang suami yang memasak. Meminta barang ini dan itu setelah Elios mendapatkan barang itu, malah Caroline akan meminta anak buahnya yang lain untuk memakainya.


Pesta yang diadakan di hotel Regans begitu meriah, dihadiri oleh begitu banyak tamu dari kalangan pengusaha juga orang-orang ternama.


"Tuan." Panggil Elios.


"Ada apa Elios." jawab Erik.


"Tuan, kelihatannya para pengusaha sudah terkumpul semuanya. Apakah pestanya tidak akan dimulai?" tanya Elios.


"Baiklah, Elios. Ayo kita pergi dari sini." Erik memakai pakaian yang sudah dia persiapkan. Sang istri sudah pergi terlebih dahulu, sedangkan anak-anaknya dihukum di depan pintu ruangan Caroline.


"Papa." Panggil Daniel.


"Lebih baik kalian bersiap-siap semuanya, kalian akan pergi bersama papa. Aku yakin Mama masih marah dengan semua yang sudah kalian lakukan. Kalian tahu kan mama kalau marah tidak akan ada satu orang pun yang bisa menenangkannya." ucap Erik.

__ADS_1


"Kami tahu kami salah pa, tapi kenapa Mama Semarah itu?" tanya Joshua.


"Semua kesalahan bisa dimaafkan, tapi ada beberapa kesalahan yang mungkin membuat Mama sangat marah kepada kalian. Kalian tahu kan seperti apa sifat mama? papa sudah bilang jangan membuat Mama marah karena semua itu demi kalian sendiri, jika kalian tidak mau mendengar perkataan papa ya sudah." Yuan menatap empat anaknya itu.


"Mama tidak sayang sama kami ya pa?" tanya Jesselyn.


"Kalian ini bicara apa sih, tidak ada orang tua yang tidak mencintai anak-anaknya, tapi untuk mendidik mereka tidak semua kesalahan bisa dimaafkan. Karena jika semua kesalahan selalu bisa dimaafkan, kalian tidak akan pernah mempunyai peraturan ataupun berusaha untuk memperbaiki diri." lanjut Erik.


Daniel, David, Joshua dan Jesselyn terdiam dengan semua perkataan Papa mereka, walaupun terlihat sangat pecicilan urakan dan barbar namun Caroline adalah tipe seorang ibu yang akan mendidik anaknya dengan begitu banyak peraturan. Wanita itu tidak ingin anak-anaknya menjadi orang yang tidak mempunyai aturan bahkan orang-orang yang tidak mempunyai pendidikan.


Setelah menceramahi keempat anaknya Erik membawa mereka ke pesta, di pesta itu Caroline sedang berbicara dengan beberapa pengusaha. Banyak pengusaha yang memuji sifat Caroline yang selalu tegas dan bijaksana.


"Nyonya." Panggil Kelvin


"Ada apa, Kelvin." jawab Caroline.


"Nyonya, ada beberapa istri pengusaha yang ingin berbicara dengan Nyonya. katanya Mereka ingin membuat beberapa kesepakatan." ucap Kelvin.


"Nanti kamu minta mereka untuk menunggu di taman hotel, jangan lupa minta kepada Elios untuk memantau keamanan hotel. Dari yang aku lihat kemungkinan besar kita akan mendapatkan masalah." ucap Caroline.


"Apa kamu tidak mendengar mengenai informasi dari Fabio?" tanya Caroline.


"Sudah lama kami tidak mendengar informasi mengenai pria itu, nyonya. Setelah insiden penculikan itu tidak ada kabar sama sekali." jawab Kelvin.


Caroline menganggukkan kepalanya.


"Lalu, bagaimana dengan gudang yang katanya mendapat masalah itu? apakah tempat itu baik-baik saja?" tanya Caroline kembali.


"Kemungkinan tempat itu tidak baik, nyonya. tempat itu sebagian hancur karena ada seseorang yang meledakkannya. Kata tuan kemungkinan besar itu ulah dari musuh-musuh kami." jawab Kelvin.


Caroline kembali menganggukkan kepalanya. "Oh ya, aku akan meminta para pengawalku untuk memantau tempat ini. Aku tidak ingin anak-anakku celaka karena serangan dari orang-orang yang tidak aku kenal."


Kelvin menganggukkan kepalanya.


"Oh ya, Kelvin. minta kepada Kak Vivi untuk mempersiapkan barang-barang anak-anak, Oh ya jangan lupa juga tolong bilang sama Kak Vivi untuk memprioritaskan putra kalian. Kasihan kalau dia ditinggalkan." ucap Caroline.

__ADS_1


Kelvin tersenyum.


Kelvin sudah menikah dengan Vivi beberapa tahun yang lalu, mereka sekarang mempunyai satu anak imut yang berusia sekitar 2 tahun sedangkan Elios menikahi setelah beberapa tahun yang lalu. Putrinya berusia 2 tahun sama seperti Kelvin.


"Selamat malam, Nyonya Caroline." salah satu istri pengusaha mendekati Caroline.


"Nyonya Selamat datang di pesta ini, Bagaimana kabar Anda?" tanya Caroline yang kemudian memeluk salah satu istri pengusaha.


"Tentu saja Kami semua sangat baik." jawab istri pengusaha.


"Yang aku dengar kalian baru pulang dari berjalan-jalan di beberapa negara ya?" Caroline bercanda gurau dengan beberapa istri pengusaha. kata-katanya yang selalu blak-blakan membuat para wanita itu suka.


"Tidak bertemu dengan Nyonya Caroline selama 4 bulan, sekarang Anda terlihat semakin cantik." puji salah satu istri pengusaha.


"Seharusnya saya yang mengatakan itu tidak bertemu dengan Anda sekalian, selama 4 bulan para nyonya ini semakin cantik. Apa para nyonya ini melakukan operasi atau bagaimana? kelihatannya kalian semakin mudah, semakin seksi, semakin kencang bahkan jalan seperti ABG saja." pujian dari Caroline membuat para istri pengusaha itu seperti melayang di atas awan.


"Oh ya Nyonya Caroline, kami semua membawa oleh-oleh untuk nyonya." ucap para wanita.


"Benarkah? Memangnya kalian dari mana saja?"


"Kami semuanya ini dari berjalan-jalan di beberapa negara, yang terakhir kami singgah di Jepang."


"Benarkah? lalu para Nyonya sekalian membawa oleh-oleh apa? tanda mata Apa dari Jepang?" Caroline begitu bersemangat.


*Bersambung*


Mohon dukungannya untuk karyaku.


*Isteri bar-bar bos mafia


*Air mata dan pembalasan


*Isteri bar-bar bos mafia 2


Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊

__ADS_1


__ADS_2