ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2
Membawa pulang


__ADS_3

Erik sudah dibawa ke rumah sakit bersama dengan yang lain, wanita itu melihat sang suami yang kondisinya benar-benar begitu mengenaskan. Tidak seperti biasanya kali ini Erik begitu tidak berdaya, Dia seolah hanyalah nyamuk yang sudah terkena pukul hingga terjatuh.


"Apa yang kamu lihat, Caroline?" tanya Paman McQueen.


"Aku baru melihat suamiku seperti ini, Paman. dia begitu tidak berdaya, dia seperti seekor nyamuk yang sudah terkena pukul." jawab Caroline.


Paman McQueen tersenyum.


"Hugo Cartaperez adalah mafia yang sangat berbahaya, Caroline. Dia mempunyai jaringan yang sangat luas dan anak buah yang banyak. bahkan bisa dibilang dia puluhan kali lipat lebih kejam dari Erik, pria itu akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia akan menyingkirkan penghalang sekuat apapun." jawab Paman McQueen.


"Benar Kata paman, mungkin aku hanya beruntung saja saat aku bisa melukainya. Entah apa yang terjadi selanjutnya, tapi yang jelas pria itu harus segera ditemukan." ucap Caroline.


"Dia adalah orang yang sangat berbahaya, akan sulit mendapatkannya, Dia mempunyai beberapa titik persembunyian di beberapa negara, akan sangat sulit melacaknya bahkan paman sendiri juga belum bisa menangkapnya. Dia seperti belut listrik yang selalu mengeluarkan tegangan listrik yang sangat besar."


"Paman, Apa mungkin jika kita menangkapnya? Setelah itu kita kunci saja dia di gudang bawah tanah. Setelah itu kita kubur dengan es balok dia dia mati beku. kalau dia mati beku nanti kita pajang dan di beri tulisan makhluk purba." ucap Caroline.


Kata-kata seperti itulah yang selalu membuat Paman McQueen sedikit terhibur, bagaimana tidak. Situasi segenting Itu malah dia seperti pelawak yang sedang menghibur orang-orang yang ada di sekitarnya.


"Kamu jaga suamimu Sebentar, aku akan melihat yang lain." ucap Paman McQueen.


"Paman." Panggil Caroline.


Paman McQueen menghentikan langkah kakinya, dia berbalik menatap Caroline. "Ada apa?" tanya McQueen.


"Terima kasih karena Paman sudah mau datang kemari. Terima kasih Paman mau membantuku." ucap Caroline.


Paman McQueen tersenyum, pria itu menatap Caroline kemudian menyentil dahi wanita itu. "Walaupun tingkahmu seperti ini kamu bisa berterima kasih juga ya." ucap paman McQueen.


"Ya tentu saja aku bisa, aku ini punya mulut, Paman. Tentu saja aku bisa mengatakan itu." jawab Caroline.


Malam itu Caroline berada di salah satu rumah sakit, dia meminta beberapa anak buahnya untuk segera merawat diri mereka.


"Oh ya, apa nyonya akan membawa tuan Kembali ke tempat kita atau merawat tuan dan mereka semua di sini?" tanya John.

__ADS_1


"Lebih baik kita bawa kembali semuanya, John. Kita akan merawat mereka di tempat kita, kalau mereka tetap di sini kemungkinan tempat ini akan membahayakan kita." jawab Caroline.


John menganggukkan kepalanya, pria itu menghubungi beberapa anak buahnya juga Elios yang ada di tempat itu.


"Mungkin akan membutuhkan tenaga yang banyak untuk membawa beberapa orang yang terluka menggunakan mobil pribadi atau ambulance."


Caroline berada di ruangan sang suami, dia terus menatap wajah pucat suaminya, beberapa luka itu terlihat sudah lama.


"Bagaimana kondisi suamiku, dokter?" tanya Caroline.


"Mungkin pemulihan Tuan Erik akan memakan waktu yang lumayan lama, kondisi Tuan Erik sangat tidak bagus." jawab dokter.


"Lalu, bagaimana kondisi yang lain? apakah mereka sama seperti suamiku?" tanya Caroline kembali.


Dokter menganggukkan kepalanya.


"Ada beberapa yang lebih parah dari suami Anda, nyonya. Kemungkinan besar mereka akan dirawat lebih lama." jawab dokter.


Mau apa lagi, kondisi sudah seperti itu tidak akan bisa dirubah. Caroline meminta salah satu rumah sakit untuk bertanggung jawab mengobati suami dan anak buahnya. kondisi Kelvin sama halnya seperti Erik dan Fabio, Caroline hanya bisa menganggukkan kepalanya. Dia tidak ingin mengatakan apapun, langkah kakinya berjalan keluar dari ruangan sang suami. Pria itu masih belum sadar karena obat penenang yang diberikan oleh dokter.


Brett..


ponsel Caroline berdering, wanita itu mengambil ponselnya yang ada di saku jaketnya. Di sana tertera nama Vivi, Caroline menghembuskan nafasnya berulang kali. dia harus bersiap-siap untuk menjawab semua pertanyaan Vivi.


"Halo Kak Vivi." ucap Caroline.


"Bagaimana kondisi suamiku? Apakah dia baik-baik saja?" tanya Vivi.


"Semuanya dalam kondisi baik, kak Vivi. Mungkin tidak sebaik yang kita bayangkan tapi tidak seburuk yang kita bayangkan juga." jawab Caroline.


"Bolehkah aku melihat wajahnya, Caroline?" tanya Vivi dari seberang tempat.


"Untuk saat ini mereka tidak bisa dijenguk, Kak Vivi. Mereka masih dirawat, beberapa diantara mereka berada di ruang operasi untuk melakukan tindakan operasi untuk mengambil peluru yang ada di tubuh mereka." jawab Caroline.

__ADS_1


"Kelvin baik-baik saja kan, Caroline?" tanya Vivi.


"Mereka semuanya baik-baik saja kak Vivi, jangan khawatir mereka sudah selamat bahkan mereka sekarang berada di rumah sakit untuk melakukan perawatan." jawab Caroline.


Di tempat itu Vivi hanya bisa menangis, menangis dengan semua yang terjadi.


"Ya sudah aku matikan dulu ponselnya ya Kak Vivi, aku harus melihat bagaimana kondisi mereka, suamiku baru keluar dari ruang operasi. Sekarang dia masih tidak sadarkan diri Mungkin setelah operasi beberapa hari kemudian aku akan membawa mereka semuanya kembali ke tempat kita." ucap Caroline.


"Terima kasih, Caroline. terima kasih..,"


Setelah ditelepon oleh Vivi Caroline mematikan ponselnya, dia tahu bagaimana perasaan orang-orang yang ditinggalkan. Dia sangat tahu bagaimana rasanya seperti itu, Beberapa hari kemudian Erik dan yang lain di bawah kembali ke Rusia bersama dengan Caroline dan yang lain.


Erik harus melakukan perawatan lebih lanjut karena pria itu ditembak lututnya dan kemungkinan besar Erik harus melakukan terapi agar dia bisa berjalan kembali. Sedangkan Kelvin salah satu tangan dan kakinya juga harus dirawat agar biar cepat sembuh, Fabio berpisah dari mereka, dia lebih memilih untuk tinggal di Brazil karena dia akan kembali ke Meksiko.


Orang-orang yang ada di rumah Caroline termasuk keluarga besar Erik mereka menunggu kedatangan Caroline dan yang lain.


"Kakek, apa mama akan segera pulang?" tanya Daniel kepada Benito.


"Tentu saja sebentar lagi ibumu akan kembali." jawab Benito.


Anak-anak Caroline yang sudah mulai besar, itu tentu saja mereka sangat paham betul bagaimana kondisi orang tuanya, mereka yakin kalau ibunya akan membawa papa dan anak buahnya kembali.


Sekitar beberapa jam lamanya.. akhirnya pesawat yang mengantar mereka mendarat di salah satu landasan pribadi milik Erik . Beberapa mobil sudah menunggu, beberapa ambulans juga sudah bersiaga di sana karena beberapa anak buah Erik yang masih dalam kondisi para perlu perawatan di rumah sakit yang sudah ditunjuk oleh Caroline.


Erik terus menggenggam tangan sang istri, dia benar-benar begitu bersyukur karena mempunyai istri yang begitu luar biasa. kursi roda itu menjadi pembatas yang membuat Erik begitu hancur, Dia mungkin tidak akan seperti dulu karena luka ini membutuhkan waktu penyembuhan yang lumayan lama.


*Bersambung*


Mohon dukungannya untuk karyaku.


*Isteri bar-bar bos mafia


*Air mata dan pembalasan

__ADS_1


*Isteri bar-bar bos mafia 2


Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊


__ADS_2