ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2
MENYERANG


__ADS_3

Karena terlalu lama mendapatkan kepastian akhirnya Caroline memutuskan untuk turun secara langsung ke tempat itu, ketika John sedikit lengah Caroline mengendap-ngendap untuk keluar dari sana. Caroline yang sudah di sampai di tempat itu, dia memantul situasi yang sudah dikatakan oleh salah satu anak buahnya. Pria itu terkejut ketika melihat sang Bos wanita sudah berada di sana hanya sendiri tanpa ada John dan yang lain.


"Nyonya kenapa kemari sendiri?" tanya anak buah Caroline.


"Sudah, jangan banyak tanya, kabari John kalau aku sudah ada di sini biar nanti mereka menyusul." jawab Caroline.


"Nyonya, akan sangat berbahaya jika Nyonya akan ke tempat itu."


"Jangan khawatir, aku hanya memantau situasi. mana gedung yang kamu maksudkan tadi?"


Si pria menunjuk salah satu gedung yang tadi dia katakan. Caroline menggunakan maskernya, menguncir rambutnya dengan pakaian serba hitam yang sudah dia kenakan. beberapa pistol sudah melekat di tubuhnya, sekitar 4 atau 5 pistol sudah dia bawa.


"Pantai situasi yang ada di tempat ini, nanti kamu beritahu aku jika ada situasi berbahaya." ucap Caroline.


Wow.. akhirnya wanita itu memutuskan untuk turun sendiri, dia berlari begitu cepat untuk sampai di salah satu gedung yang sudah dikatakan oleh anak buahnya. karena beberapa penjaga sedang beralih tempat Caroline yang mengetahui hal itu dia mengambil langkah seribu. dia itu memasuki area penyergapan sang suami sedangkan John yang berada di tempatnya dia baru mengetahui kalau Bos wanitanya sudah tidak ada di tempat.


"Aku benar-benar sangat pusing, Nyonya selalu saja pandai menghilang. seharusnya wanita itu tidak menjadi istri Tuan Erik seharusnya dia menjadi istri seorang penyihir atau istri makhluk tak kasat mata." John sangat kesal ketika dia mengetahui majikan wanitanya sudah tidak ada di tempat mereka.


Dengan terburu-buru John meminta anak buahnya untuk segera ke tempat itu, John juga baru mengetahui kalau Paman McQueen sudah berada di dekat tempat dia berada, di gedung penyekapan Erik Caroline perlahan-lahan masuk. Dia masih belum tahu di mana keberadaan sang suami namun dari alat pelacak yang dia bawa mungkin suaminya berada di lantai 4 atau lantai 5.


"Kenapa para penjahat ini selalu menyebalkan? Mereka itu seharusnya mencari tempat yang tidak serumit ini, kalau mereka mau main kucing-kucingan kenapa harus di tempat seperti ini." Caroline mengomel panjang lebar.


Wanita itu memasuki ruangan demi ruangan, ketika dia berada di salah satu ruangan dia melihat salah satu anak buah musuhnya. Tanpa mengucap sepatah kata pun dia langsung mengarahkan pistol itu tepat di kepala musuh, pistol dengan menggunakan alat peredam itu tentu saja tidak mengeluarkan suara sama sekali.


Setelah salah satu musuh tumbang Caroline menyeret tubuh itu masuk ke sebuah ruangan. "Menyebalkan sekali, kenapa tubuhmu berat sekali? apa dosa-dosa mu itu melebihi berat badanmu." cerocos Caroline panjang lebar.


Setelah membawa tubuh salah satu musuhnya ke sebuah ruangan Dia Kembali keluar, Caroline mengendap-ngendap untuk sampai di suatu tempat. sedangkan paman McQueen yang ada di tempat John pria itu juga sangat terkejut ketika dia mengetahui kalau Caroline terjun sendiri untuk mencari keberadaan sang suami.


"Kalau begitu kita harus segera sampai ke tempat itu, John. jika terjadi sesuatu kepada Caroline maka penyelamatan ini akan sia-sia ucap." Paman McQueen yang kemudian mengerahkan beberapa anak buah yang dia bawa ke tempat penyekapan Erik.

__ADS_1


Slepp..


Slepp..


Beberapa tembakan diarahkan oleh Caroline ketika dia melihat beberapa anak buah musuhnya baru keluar dari sebuah ruangan entah apa isi. Dari ruangan itu yang jelas Caroline tidak mau tahu, dia langsung menembak beberapa pria itu. salah satu tangannya langsung membekap mulut si pria dan memutar lehernya hingga pria itu tidak bernyawa.


(Untung saja itu cuma di novel, Kalau di dunia nyata membantai begitu banyak orang mungkin masuk penjara tanpa bisa keluar lagi😁😁)


Setelah itu Caroline kembali melanjutkan pencariannya, di salah satu ruangan dia melihat beberapa anak buah suaminya di sekap, ternyata ruangan itu adalah ruangan penyekapan bagi anak buah sang suami, sekitar 15 orang berada di tempat itu. Beberapa diantaranya kondisinya sangat mengenaskan, begitu banyak luka bahkan sekitar 3 orang sudah tidak bernyawa.


"Kalian baik-baik saja?" tanya Caroline.


"Nyonya." jawab beberapa anak buah Erik.


"Jangan banyak bicara, tutup mulut kalian." ucap lirih Caroline. Wanita itu mencoba membuka gembok yang mengunci salah satu pintu, ketika Caroline hendak menembak gembok itu, salah satu anak buah Hugo malah masuk.


"Siapa kamu!!" seru salah satu musuh.


"Kalau kamu nggak bersuara mungkin lehermu ini tidak akan aku tembak, Maaf ya karena mulutmu itu sangat berbahaya. lehermu yang jadi sasaran.


"Kenapa Nyonya ada di sini?" tanya salah satu anak buah Erik.


"Jangan banyak bicara, Katakan di mana bos kalian?"


"Kami tidak tahu, Nyonya. Kami tidak tahu di mana Tuan Erik dan yang lain disekap. Kami dipisah semenjak awal."


"Ya sudah." setelah mendengar jawaban itu Caroline menembak pintu yang digembok tersebut. "Kalian harus hati-hati, kalian keluar dengan tenang. Aku harus mencari keberadaan suamiku." Caroline yang kemudian keluar dari tempat itu.


"Tempat ini benar-benar brengsek, seharusnya orang-orang itu tidak membangun tempat semut seperti ini. Tempat ini begitu membingungkan." kesal Caroline yang belum mendapatkan keberadaan sang suami.

__ADS_1


DOR!!


Baru keluar ruangan sudah ditembak oleh beberapa musuh, baru keluar dapat tembakan lagi.


"Mereka kira aku ini sasaran penembakan, Apa. Mereka tidak tahu seharusnya mereka tuh tidak mengarahkan pistol ke arahku." lanjut Caroline. Setelah itu Dia mengintip dari salah satu ruangan. "Oke."


DOR!! dor!! dor!! dor!! dor!!


Beberapa tembakan dilepaskan oleh wanita itu, sekitar 5 orang anak buah Hugo terkapar tidak bernyawa.


"Seharusnya aku memakai alat pelindung di bagian wajah, kalau seperti ini wajahku nanti yang ditembak dulu." Caroline terus mengomel panjang


Di ruangan Erik Hugo berada di tempat itu, dia sedang berbicara dengan salah satu rekan bisnisnya, dia sedang melakukan transaksi bisnis dengan beberapa pengusaha ilegal.


"Kalian harus berhati-hati, jika kalian tidak berhati-hati kalian akan kehilangan jutaan uang kalian." ucap Hugo. pria itu berbicara panjang lebar.


Sedangkan Caroline sendiri ternyata dia juga berada di sana dia, mendengarkan Hugo yang berbicara dengan seseorang.


"Di mana keberadaan suamiku dan yang lain." ucap Caroline.


Langkah kakinya memasuki ruangan itu, dia mengendap-ngendap ke sebuah tempat yang dijaga oleh dua pria bertubuh kekar.


BUGG..


BRUKK..


Bukan menggunakan jurus tendangan tinjuan atau apapun malah wanita itu menggunakan balok kayu untuk menghajar kepala penjaga ruangan. alhasil pria bertubuh kekar itu langsung tersungkur tidak berdaya sedangkan satu yang lain dia menatap Caroline dengan tatapan mata yang begitu menakutkan.


Slepp..

__ADS_1


Satu tembakan langsung diarahkan Caroline ke arah si pria.


"Cih.., kamu telat dalam bereaksi. Seharusnya kamu lari dulu sebelum pistolku mengenai kepalamu."


__ADS_2