
DOR!!
DOR!!
Beberapa tembakan beruntun di lakukan oleh anak buah Erik. Hugo benar-benar di buat terkejut oleh orang-orang yang ada di tempat itu.
DOMM!!
suara ledakan terdengar di sekitar tempat Hugo.
"Apa ini?!" seru Hugo.
"Ini jebakan, tuan!" seru anak buah Hugo.
"Bagaimana mungkin!!" seru Hugo.
Drertttttt!!!
Di tempat itu benar-benar seperti area peperangan, anak buah Hugo bahkan tidak akan pernah mengira kalau mereka sudah di jebak.
"Bunuh mereka! kalau perlu ambil jantung dan organ tubuh mereka!!" perintah Caroline. Wanita itu menggunakan alat pengeras suara untuk memberi perintah.
Karena kalah jumlah tentu saja Hugo dan anak buahnya tidak mampu bertahan, mereka sudah dikepung anak buah Erik. Pria itu secara diam-diam mengerahkan sekitar 100 orang anak buahnya. Hugo Yang hanya membawa sekitar 30 atau 40 anak buah dia tidak mampu mengalahkan mereka, sebuah pistol laras panjang sudah ada di belakang kepala Hugo.
Erik sudah mendekati pria itu.
"Kamu tahu, Hugo. aku sudah bilang aku pasti akan membunuhmu, aku pasti akan menangkapmu." jawab Erik. rasa sakit yang dia rasakan hampir satu tahun itu tidak akan pernah dilupakan olehnya. Erik berjalan memutari Hugo.
Erik dan Hugo saling menatap satu sama lain. "Mata dibalas mata, darah dibalas darah, jantung dibalas jantung." ucap Erik.
DOR!!
DOR!!
DOR!!
tiga tembakan langsung diarahkan oleh Erik ke 2 kaki Hugo kemudian satu ke dadanya. Mengingat semua kekejaman yang dilakukan Hugo, Erik tidak akan melupakan semuanya. karena hal itu sang istri harus terjun ke dunia yang begitu kejam untuk mengantikan dirinya.
"Apa yang akan kau lakukan, Eri!!" seru Hugo.
__ADS_1
Erik tersenyum menatap pria itu, tatapan mata yang penuh kebencian, tatapan mata yang tidak akan membiarkan Hugo lepas begitu saja.
"Kamu tahu, Hugo. aku benar-benar begitu membencimu, Aku benar-benar ingin membunuhmu. Tapi, aku tidak akan membunuhmu karena kamu pantas mendapatkan siksaan yang lebih kejam." ucap Erik.
Jebakan yang ada di tempat itu tidak diprediksi oleh Hugo sama sekali, dia ingin melawan tapi dia tidak bisa melakukannya.
"Menyerah lah! daripada aku akan membunuh kalian semua!!" seru Paman McQueen yang ada di tempat itu.
Untuk kali ini Hugo akan diserahkan ke pihak berwenang, Paman McQueen menangkap Hugo bersama seluruh anak buahnya. Kalau membunuh pria itu mungkin hanyalah kesenangan semata, tapi kalau pria itu dipermalukan dalam jangka waktu yang panjang Mungkin dia akan menjadi pria cacat seumur hidup.
"Rencana kita berjalan lancar kan, Paman?" tanya Caroline.
Erik tersenyum menatap Hugo, Hugo menatap wanita yang ada di depannya itu. wanita cantik itu benar-benar sangat mematikan, dia membuatnya tidak berdaya, dia membuatnya terjebak seperti ini.
"Aku tidak pernah mengira kalau kau selicik ini." ucap Hugo.
"Apa kamu marah? dengarkan Aku pria tua brengsek. Kamu sudah membuat suamiku seperti ini, pantaskan jika kami semuanya ingin membalas dendam padamu, Kamu harus berterima kasih karena kami tidak membunuhmu, tapi sayangnya kamu akan merasakan kesakitan di penjara." jawab Caroline.
Di penjara tempatnya nanti akan mendekam begitu banyak musuh Hugo di sana, mereka tidak akan pernah melepaskan pria itu sama sekali. Mereka akan membuat pria itu merasakan kesakitan yang sangat luar biasa.
"Sudah lama aku mencarimu, Hugo." Paman McQueen mendekati Hugo. pria itu menatap buronan yang begitu susah ditangkap, namun kali ini keberuntungan benar-benar berpihak pada mereka semuanya. Pria itu akhirnya tertangkap walaupun tidak mudah menggunakan pancingan begitu banyak orang.
"Lakukan jika kau bisa, tapi akan kupastikan kamu akan membusuk di penjara. Musuh-musuhmu berjumlah lebih dari ratusan orang, di sana selamat menjalankan kehidupanmu." ucap Erik. Ingin sekali pria itu membunuh Hugo dengan tangannya, namun Paman McQueen bilang kalau itu tidak akan sebanding dengan apa yang sudah dia lakukan.
Menyiksa pria itu perlahan-lahan akan lebih menyenangkan daripada langsung membunuhnya. Mendengar ucapan dari Paman McQueen Caroline dan Erik tersenyum, sepasang suami istri itu akan memastikan kalau Paman McQueen akan menyiksa Hugo di penjara dalam waktu yang sangat lama.
"Lepaskan aku!!" lepaskan aku!!"
"Selamat bersenang-senang." ucap Caroline sembari melambaikan tangannya.
Senyum kemenangan, senyum puas bisa dirasakan oleh begitu banyak orang, pria itu akhirnya akan membusuk di penjara.
"Obati orang-orang yang terluka." minta Erik.
"Baik, Tuan." jawab Kelvin.
Setelah hari itu akan ada sedikit ketenangan, Erik ataupun Caroline menancapkan bendera kepemimpinan mereka. Siapa yang akan berani melawan mereka? siapa yang akan berani berkhianat pada mereka, jika mereka ingin melakukannya mereka harus berpikir ulang.
Istri Erik Regan adalah wanita yang memiliki julukan malaikat pencabut nyawa, kejam liar dan tidak bisa dikatakan lagi. Sedangkan Erik, setelah siksaan yang diberikan Hugo pria itu benar-benar berubah drastis, tak ada ampun bagi musuh-musuhnya.
__ADS_1
*Hotel Regans*
"Sayang!!" seru Caroline.
"Ada apa, sayang?" tanya Erik yang baru keluar dari kamar mandi.
"Cepat katakan Siapa yang mengambil jam tangan milikku?!" seru Caroline.
Erik yang baru keluar dari kamar mandi Tentu saja dia kebingungan. "Memangnya aku buat apa mengambil jam tanganmu, Sayang? lagian itu kan jam tangan wanita." jawab Erik.
"Kamu mau menaruh GPS dan alat pelacak di seluruh barang-barangku ya?" Caroline mulai marah.
"Ya ampun.. tidak Sayang, lagian aku tidak mungkin melakukan itu." jawab Erik yang sedikit kebingungan.
"Cepat katakan di mana barangku!" seru Caroline.
"Coba kamu lihat di kamar anak-anak, mungkin mereka yang melakukannya." jawab Erik sedikit tersenyum.
Beberapa hari ini Erik melihat anak-anaknya sering keluar masuk ke kamar mereka, si kembar mengambil beberapa barangnya dan barang sang istri. Entah apa yang dilakukan oleh si kembar dengan semua barang-barang mereka.
Caroline berusaha menenangkan diri, wanita itu berjalan ke kamar anak-anaknya, wanita itu memasuki satu persatu kamar si kembar. Alhasil mereka tidak ada di tempat.
"Pasti mereka ada di sana." ucap Caroline yang kemudian berjalan menuju suatu tempat, salah satu ruangan yang khusus mereka buat untuk berkumpul. Apa yang mereka lakukan yang jelas mereka semuanya berkumpul di sana.
Ceklek..
Ceklek..
pintu itu tidak bisa dibuka oleh Caroline, wanita itu nampak langsung marah ketika pintu ruangan itu dikunci dari dalam.
"David! Daniel! Joshua! Jesselyn!!" seru Caroline dengan suara yang keras. wanita itu menggebrak pintu ruangan itu berulang kali, sedangkan si kembar yang ada di dalam ruangan mereka memasang earphone di telinga mereka. Hal itu membuat mereka tidak bisa mendengar suara teriakan Mama mereka.seperti itulah kehidupan mereka.
*Tamat*
Terima kasih atas dukungannya untuk semua pembaca setia istri barbar bos mafia part 2. untuk kelanjutan ini langsung kita tamakan karena tidak bisa kontrak dan part kedua akan berjudul istri barbar bos mafia the legend. semoga bisa kontrak untuk selanjutnya.
Terima kasih untuk semua dukungannya.
😊😊😊😊🙏🙏🙏🥰🥰🥰❤️❤️❤️👍👍👍🎉
__ADS_1