ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2
Mengantikan Erik


__ADS_3

Setelah Erik terluka, beberapa pekerjaan pria itu mulai tak terkendali. Elios dan John mendatangi Caroline.


"Bagaimana, nyonya? beberapa tempat usaha milik tuan bermasalah karena tuan terluka." ucap John.


"Kalian kan bisa memegangnya terlebih dahulu." jawab Caroline.


"Kami tidak bisa seperti itu, Nyonya. Anda tahu sendiri kan, mereka semuanya membutuhkan pemimpin untuk berdiri, jika Tuan Erik terluka seperti ini, kita akan membutuhkan waktu yang lama untuk berdiri." John sedikit bingung.


"Benar sekali, Nyonya. di perusahaan juga seperti itu, beberapa orang sudah mendengar kabar mengenai tuan yang terluka, mereka menggunakan alasan itu untuk menekan kami perlahan-lahan." jawab Elios.


Caroline tidak ingin sang suami terlibat dahulu mengenai masalah bisnis dan semua yang dia miliki. Dia harus lebih fokus untuk membuat tubuhnya pulih kembali.


"Apa kalian ingin aku yang memegang seluruh kekuasaan itu?" tanya Caroline.


"Benar sekali, nyonya. Jika nyonya memegang seluruh kendali kemungkinan besar mereka akan tunduk." jawab John.


"Apalagi Kelvin juga terluka, nyonya. Dia adalah orang kepercayaan utama Tuan Erik, jika Kelvin saja seperti itu saya tidak akan mampu memegang kendali sebagian kekuasaan." ucap Elios.


"Saya juga seperti itu, nyonya. Saya rasa saya tidak akan mampu untuk memegang seluruh kendali sebagian usaha tuan Erik, kami berdua tidak akan mampu karena diantara Kami bertiga. Memang Kelvin adalah pemikir kedua setelah Tuan." jawab John.


Caroline merebahkan tubuhnya di sofa, dia harus memikirkan mengenai tanggung jawab seluruh perusahaan dan anak buahnya. "Apa kalian percaya padaku?" tanya Caroline.


"Kami tidak pernah percaya kepada siapapun, tapi kami sangat percaya kepada nyonya. Nyonya sudah menunjukkan kalau Nyonya pantas menjadi pemegang seluruh kekuasaan." John mengatakan itu dengan kesungguhan.


Caroline berpikir jika dia melepas segala usaha milik suaminya, dia akan merasa bersalah kepada sang suami juga seluruh anak buahnya. "Perusahaan mana yang mengalami goncangan, Elios?" tanya Caroline.


"Perusahaan kontruksi juga perusahaan peti kemas, Nyonya." jawab Elios.


"Baiklah, kalau begitu besok aku akan datang ke tempat itu, mari kita lihat apa yang diinginkan mereka." jawab Caroline.


Mendengar jawaban seperti itu tentu saja Elios tersenyum begitu sumringah. Bagaimana tidak, jika Caroline yang memegang kekuasaan kemungkinan besar orang-orang itu tidak akan bisa bergerak sama sekali. Elios dan John paham betul. Bagaimana watak dari wanita itu, siapa yang akan berani mengusiknya. Bahkan dua pria itu tidak akan berani mengusik wanita yang sudah menunjukkan bagaimana kekuasaan yang dia miliki.


"Besok tolong kumpulkan semua orang juga yang lain tolong kalian kumpulkan. Aku ingin mengubah seluruh kepemimpinan untuk sementara." pinta Caroline.


"Baik, nyonya." jawab John.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Caroline pergi ke kamar sang suami. Dia melihat suaminya duduk di kursi roda di depan balkon. "Apa yang kamu lakukan, sayang?" tanya Caroline.


Erik tersenyum menatap sang istri. "Maafkan aku, maafkan aku karena kondisiku seperti ini. Aku mungkin tidak bisa melindungimu." Erik tidak berani menatap sang istri.


Caroline tersenyum kemudian mengambil kursi duduk di depan Erik. "Apakah kamu mencintaiku?" tanya Caroline


Erik langsung menatap sang istri, tatapan penuh dengan cinta itu dia tunjukkan. "Aku begitu mencintaimu, Aku benar-benar sangat mencintaimu. Kamu adalah hidupku, nafasku jiwaku dan detak jantungku." jawab Erik.


Caroline tersenyum kemudian memegang tangan sang suami. "Apakah kamu percaya padaku Erik tersenyum.


"Tentu saja aku percaya padamu." Caroline mengatakan semua yang terjadi kalau kamu takut aku terjadi sesuatu.


"Kamu harus cepat sembuh, kamu harus segera memulihkan diri agar bisa kembali memimpin mereka. Sekarang mereka mengalami goncangan, jika aku tidak berdiri Hari ini aku takut mereka akan menghancurkan semuanya." ucap Caroline.


"Aku tidak ingin kamu terjerumus ke jalan yang aku tempuh, Aku tidak ingin kamu terlibat bahaya."


"Dengarkan aku sayang, Seharusnya kamu memikirkan itu ketika pertama kali kamu menikah denganku. pertama kamu melamarku, harusnya kamu memikirkan hal itu, sekarang Semuanya sudah terlambat, Aku adalah istrimu. Aku adalah mama dari anak-anakmu, aku harus melindungi mereka semuanya untuk menggantikanmu, setelah semuanya terkendali Aku ingin menjadi seorang istri seorang mama yang menjaga keluarganya." jawab Caroline. Dia benar-benar sudah kehilangan kata, kedua kakinya masih belum sembuh dengan kondisi tubuh yang tidak bagus sama sekali.


"Maaf." ucap Erik kembali.


Erik benar-benar tidak salah memilih istri, dia benar-benar sangat berterima kasih.


Akhirnya kekuasaan untuk sementara dipegang oleh Caroline menggantikan sang suami, wanita itu tidak ingin seluruh jerih payah sang suami hancur di tangan orang-orang yang tidak punya tanggung jawab sama sekali.


Keesokan hari Caroline pergi ke salah satu perusahaan suaminya, kabar mengenai Erik yang terluka bahkan lumpuh itu membuat beberapa pemegang saham mulai memberontak. Rapat mendadak dilakukan di perusahaan konstruksi milik Erik.


*Ruang rapat perusahaan Regans*


"Kita harus segera menarik seluruh saham kita, kalian sudah dengarkan Kalau tuan Erik sekarang lumpuh. Dia sudah tidak bisa melakukan apapun, dia tidak akan berguna sama sekali." ucap salah satu pemegang saham.


"Kamu benar sekali, Jika kita tetap bertahan di sini kita tidak akan punya tempat untuk bernaung." jawab pemegang saham yang lain.


BRAKK!!


Caroline masuk ke ruang rapat itu, dari tadi dia mendengar kata-kata yang diucapkan beberapa pemegang saham. dia diam tanpa mengatakan apapun, namun sesaat kemudian sifatnya yang tidak mempunyai kesabaran itu akhirnya tidak tahan juga.

__ADS_1


"Siapa yang berani mengatakan itu! Jika kalian ingin keluar dari perusahaan ini. Silahkan jika kalian ingin mengambil seluruh saham kalian, silahkan! siapa yang mencoba untuk memprovokasi yang lain! keluarlah! Aku ingin melihat Siapa orang itu!!" seru Caroline yang sudah masuk ke dalam ruang rapat.


"Memangnya Kenapa kami tidak boleh memberontak, Tuan Erik sudah cacat dia tidak akan bisa lagi seperti dulu." jawab seorang pria.


Penghinaan yang diucapkan oleh pria itu membuat Caroline melangkah maju. "Kamu berani mengatakan hal itu, Tuan?" tanya Caroline.


Pria itu tersenyum mengejek ke arah Caroline.


ZLEPP!!!


seketika Caroline menancapkan pisau ke telapak tangan salah satu pria yang mengatakan penghinaan kepadanya.


"Aaaa!!!" teriak si pria ketika tangannya sudah tertancap pisau.


"Coba katakan lagi apa yang tadi kamu ucapkan!" teriak Caroline. Tatapan matanya seketika berubah begitu menakutkan.


Salah satu pria yang ikut memprovokasi dia langsung menutup mulutnya.


"Katakan siapa lagi yang ingin membuat berita-berita kurang ajar itu! maju! Aku ingin melihat wajahnya! Aku ingin lihat lidahnya itu masih bisa berbicara atau tidak saat pisau ini memotong lidahnya!!" teriak Caroline dengan sangat keras.


Para rekan bisnis Caroline tidak akan tahu siapa sosok wanita yang dinikahi oleh Erik Regan.


"Apa kekuasaanmu di sini!!" seru salah satu pria berumur.


*Bersambung*


Mohon dukungannya untuk karyaku.


*Isteri bar-bar bos mafia


*Air mata dan pembalasan


*Isteri bar-bar bos mafia 2


Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊

__ADS_1


__ADS_2