
Penerbangan standar membutuhkan waktu hampir 15 jam lamanya, Caroline Akhirnya sampai di kota itu. Semua informasi harus segera dia kumpulkan, beberapa mata-mata yang ada di tempat itu tiba-tiba menghilang tanpa kabar.
"Ada apa John?" tanya Caroline.
"Tiba-tiba mata-mata kita tidak ada kabar sama sekali, nyonya." jawab John.
"Bagaimana bisa? tanya Caroline.
"Saya kurang tahu, Nyonya. Kemungkinan besar mereka tertangkap atau kemungkinan besar mereka menyembunyikan diri karena ketahuan." jawab John.
"Kalau begitu sekarang kerahkan seluruh anak buah kita, aku tidak mau tahu. Aku harus mendapatkan keberadaan suamiku." perintah Caroline.
"Baik, nyonya." jawab John yang kemudian mengerahkan beberapa anak buahnya di negara itu.
Kalau dulu semua peralatan yang di pakai oleh Caroline selalu disadap oleh Erik, namun sayangnya malah Caroline yang tidak pernah bisa melakukan itu. Dia terus memikirkan Bagaimana cara untuk mendapatkan kabar dari suaminya.
"Apa yang sedang Nyonya pikirkan?" tanya John.
"Dulu aku selalu marah saat tahu Kalau seluruh peralatanku sudah disadap oleh Bos mu itu, Jhon. Sedangkan aku.. kenapa aku tidak terpikir untuk melakukan hal itu." jawab Caroline.
John akhirnya tahu apa yang dimaksud oleh majikan wanitanya itu, pernah kalah itu John mengambil suatu barang milik Erik yang begitu tak tersentuh oleh siapapun.
"Ada apa, John?" tanya Caroline.
"Sebenarnya Tuan memiliki salah satu barang yang tidak pernah lepas sama sekali dari tuan." jawab John.
"Maksudmu?" tanya Caroline kembali.
"Tuan selalu memakai cincin nikah, dia tidak pernah membiarkan cincin itu lepas dari tangannya. Dia selalu bilang kalau cincin itu akan menuntun orang yang dia cintai suatu saat nanti." jawab John.
Caroline mulai memperjelas perkataan John. "Aku tidak paham apa maksud perkataanmu, John. Tolong kamu jelaskan kembali." jawab Caroline.
Perlahan-lahan John mulai menceritakan apa yang sebenarnya dikatakan oleh Erik waktu itu.
__ADS_1
"Coba kamu lacak keberadaan suamiku, John. jika memang benar suamiku memakai cincin itu dia pasti dapat kita temukan secepat mungkin." tiba-tiba Caroline mendapatkan sebuah informasi yang begitu membuatnya bahagia.
"Tapi, Nyonya. ada sedikit kendala." ucap John.
"Memangnya ada apa?" tanya Caroline.
"Saya tidak tahu kata sandi untuk membuka semuanya ini." jawab John.
Akhirnya Caroline memikirkan kemungkinan besar sandi untuk membuka semua peralatan yang ada di alat canggih itu.
"Kenapa Nyonya tahu kata sandi ini?" tanya John.
"Tentu saja aku tahu, bagaimana tidak. pastinya bosmu itu adalah orang yang akan selalu memakai nama itu di setiap kunci sandi seluruh peralatannya." jawab Caroline.
Entah apa kata sandi untuk membuka kunci laptop dari Erik, tapi yang jelas Caroline tahu karena suaminya itu adalah pria bucin yang akan memakai namanya di setiap peralatannya.
John mulai melacak tempat keberadaan Erik melalui cincin yang dia pakai, ternyata selama ini Erik membuat cincin pernikahan yang sudah dipasang sebuah alat. Caroline mengira kalau GPS dan alat pelacak itu hanya di taruh di beberapa tempat seperti ponsel ataupun benda-benda yang sangat mencolok. ketika John mengatakan itu tentu saja wanita itu langsung mencibir habis-habisan. Entah barang apa lagi yang sudah dipasang alat pelacak oleh suaminya.
"Bagaimana John?" tanya Caroline.
Beberapa saat kemudian akhirnya John mendapatkan tempat keberadaan Erik.
"Saya sudah mendapatkannya, Nyonya." ucap John yang kemudian mulai mengunci titik target itu. beberapa anak buahnya langsung dia kerahkan, sesegera mungkin mereka harus mendapatkan keberadaan Erik.
Ini sudah 2 minggu lebih, Caroline tidak ingin terjadi sesuatu kepada suaminya. Karena itu dengan segera dia meminta seluruh anak buahnya untuk bergerak ke tempat yang sudah dikatakan oleh John. Butuh waktu yang lumayan lama untuk sampai di tempat itu, sekitar 3 atau 4 jam waktu yang harus ditempuh oleh Caroline ataupun anak buahnya.
"Seharusnya kita tidak mendarat di tempat itu, John. Kalau tahu kita masih jauh seperti ini lebih baik kita mendarat di sana." ucap Caroline.
"Itu tidak mungkin, Nyonya. Karena tempat itu adalah hutan, kalau kita menggunakan pesawat sebesar itu kemungkinan kita bukannya mendarat tapi kita akan berputar-putar di atas hutan." jawab John.
Di salah satu bangunan yang ada di hutan yang sedikit menyesatkan itu, di sana Hugo Cartaperez terus menyiksa Erik dan seluruh anak buahnya begitu pula dengan Fabio. pria itu juga disiksa oleh anak buah Hugo Tanpa Rasa belas kasihan sama sekali.
"Kalian brengsek! kalian benar-benar brengsek!!" teriak Fabio.
__ADS_1
"Teruslah berteriak seperti itu, Fabio. Kamu benar-benar brengsek karena kamu berani mengkhianatiku. Apakah kau tahu siapapun yang menghianatiku pasti akan berakhir menakutkan!" seru Hugo.
Dalam setiap perjalanan pasti akan ada ketidakpastian, beberapa mafia yang menjadi musuh Hugo akan berakhir sangat menakutkan. pria itu selalu menghukum siapapun yang sudah mengkhianatinya seperti Fabio.
"Oh ya Erik, aku sudah mengirim beberapa anakku ke tempatmu beberapa hari yang lalu. Aku benar-benar sangat penasaran dengan istrimu, Aku ingin tahu seperti apakah wanita yang begitu kamu puja itu." Hugo terus memancing amarah Erik.
"Jangan pernah kamu berusaha untuk menyentuh keluargaku, aku pasti akan membalasmu!" seru Erik.
Fabio yang mendengar itu dia tersenyum, Bagaimana cara Erik untuk membalasnya. dua kakinya sudah tertembak sama seperti dirinya bahkan Kelvin pun seperti itu. tiga pria yang ada di ruangan itu sudah tidak berdaya dengan kondisi yang sangat mengenaskan.
"Kelihatannya kamu benar-benar mencintai wanita itu, Erik?" tanya Hugo.
Hugo Cartaperez, pria berusia sekitar 45 tahun. Dia adalah mafia yang paling menakutkan, beberapa kartel yang ada di beberapa negara tunduk kepadanya, dia menguasai jalur pengiriman obat-obatan terlarang, senjata ilegal, penyelundupan manusia dan beberapa kejahatan yang lain.
"Aku belum mendapatkan informasi sedikitpun dari anak buahku, Erik. jika Aku sudah mendapatkan informasi itu, aku akan pergi ke tempatmu. Jika istrimu semenarik itu maka aku akan langsung ke sana setelah aku membunuhmu. Akan kupastikan dia akan menjadi wanita penghiburku." ucap Hugo yang kemudian tertawa terbahak-bahak.
Erik yang telah dirantai tangannya itu ingin sekali dia melakukan sesuatu, beberapa luka di tubuhnya tidak dia hiraukan. Jika sampai pria itu berani menyentuh istrinya Erik akan membunuhnya.
"Hahaha.., kamu benar-benar ingin menyentuh wanita itu, Hugo? Kamu harus berpikir dua kali, aku sudah bilang kan wanita itu bukan wanita sembarangan. Akan kupastikan kamu kehilangan tanganmu sebelum kamu menyentuhnya." lanjut Fabio.
"Kelihatannya kamu juga tertarik dengan istri Erik, Fabio? semenarik apa wanita itu hingga kalian bertekuk lutut padanya. Apakah wajahnya cantik? dia menarik? Apakah dia pandai menghibur laki-laki?" tanya Fabio.
"Mulutmu itu benar-benar brengsek, Hugo. Aku tidak akan membiarkan kau menyentuh istri atau anak-anakku!!" seru Erik yang menahan beberapa luka di tubuhnya.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*Air mata dan pembalasan
*Isteri bar-bar bos mafia 2
__ADS_1
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊