ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2
Tertangkap basah


__ADS_3

"Sayang, seharusnya yang marah itu kan aku." ucap Erik.


"Kenapa juga kamu yang harus marah, seharusnya itu aku yang marah, Sayang. kamu sudah menghentikan kesenanganku, kamu sudah membuat aku marah. Apakah kamu tidak tahu kalau aku ini sedang bersenang-senang. tuh..," tunjuk Caroline ke tembok bangunan. Maksudnya itu dia sedang bermain judi malah suaminya tiba-tiba datang.


"Sayang, aku sudah memberimu peringatan. jangan keluar tanpa pengawal ataupun aku."


"Memangnya apa yang aku lakukan? Apa kamu masih berpikir aku akan kabur atau Kamu berpikir aku akan melarikan diri?" raut wajah Caroline sudah benar-benar menakutkan. Dia mempertanyakan sesuatu yang tentu saja akan di iyakan oleh suaminya.


Erik tidak menjawab, Dia memalingkan wajahnya sembari bersiul bersenandung entah apa lagunya.


"Benar kan apa yang aku katakan, Papa langsung kalah telak." ucap David.


"Kenapa Papa seperti itu?" tanya Joshua.


"Papa itu tidak mungkin bisa mengalahkan Mama, Apa kamu tidak tahu julukan Mama itu adalah malaikat pencabut nyawa. Jika siapapun yang berusaha untuk melawannya maka semuanya sia-sia." jawab David.


"Apa Mama benar-benar malaikat pencabut nyawa? kalau begitu nyawa kita bisa dicabut dong?" tanya Joshua dengan begitu lugu.


"Ya bukan seperti itu, maksudku itu Mama tidak ada yang bisa menandinginya. Siapa sih yang bisa mengalahkan Mama. bahkan seluruh orang yang ada di dunia ini mungkin tidak akan bisa mengalahkan mama." jawab David yang membuat Joshua hanya menganggukkan kepalanya.


"Papa kalau begitu tidak punya poin ya? mama punya 100 poin, Kalau papa berapa?" tanya Joshua.


David menggaruk alisnya berulang kali, dua bocah itu melihat kedua orang tuanya sedang beradu mulut.


"Mama." Panggil David.


"Ya Sayang." jawab Caroline.


"Mama, apa papa akan mengusir kita karena mama mengajak kita ke Casino?" pertanyaan yang begitu menjebak Erik.


Kedua mata Erik langsung melotot kepada David.


"Jadi kamu mau mengusirku gara-gara aku ke Casino, sayang? kamu punya wanita lain? kamu punya cadangan selain aku?!" level kemarahan Caroline meningkat beberapa garis.


Erik menatap putranya dengan tatapan mata yang benar-benar kesal, David adalah salah satu Putra yang selalu pandai membakar emosi mamanya.


"Tidak mungkin aku melakukannya, Sayang. kenapa kamu berpikir seperti itu?"


"Benarkah?"


Erik kemudian melirik putranya, bahkan terlihat jelas kalau pria itu sangat kesal.


Dasar bocah kurang ajar, dia benar-benar ingin membuat aku dan mamanya bertengkar. lihat saja wajah.. polosnya itu bagaikan racun yang sangat berbahaya.


"Kenapa kamu diam saja, Sayang? memangnya kamu benar-benar ingin mengusirku? kamu sudah punya kekasih lain ya? kamu mempunyai wanita simpanan?!" suasana benar-benar langsung berubah total.


Di sini Siapa yang ingin kabur, di sini juga Siapa yang ingin menangkap semuanya jadi terbalik.

__ADS_1


"Sepertinya aku yang akan menjadi sasaran, hal seperti ini membuatku tidak bisa berkutik sama sekali. Kalau tahu begini aku mengalir mengikuti alur cerita saja." guman Erik dalam hati yang kemudian terdiam.


"Ya sudah, Sayang. Ayo kita pulang ya. Aku akan memberikanmu hadiah yang sangat spesial." Erik membujuk sang istri.


"Kamu membujukku ya?!" kesal Caroline.


"Tentu saja tidak sayang, kamu adalah wanita yang paling spesial, Kamu adalah cinta matiku." jawab Erik yang kemudian memegang tangan istrinya.


Caroline tersenyum malu, sedangkan dua putranya itu malah tersenyum menatap kedua orang tuanya.


Prokk!!


Prokk!!


Prokk!!


suara tepuk tangan dari David.


Erik menatap putranya, dia mendelik sembari menggerakkan mulutnya Seperti dukun sedang komat-kamit membaca mantra.


"Papa." Panggil Joshua.


"Ya, Sayang." jawab Erik.


"Papa, tadi Mama di dalam diajak seorang pria berbicara." si polos manis dan lugu itu malah menyiram bensin dengan jumlah yang sangat luar biasa.


"Katakan lagi, Joshua." pinta Erik.


Joshua diam setelah melihat kedua bola mata ibunya sudah melotot seperti ingin keluar dari tempatnya.


"Coba kamu ulangi lagi perkataanmu, Joshua. Papa ingin dengar." Erik mendekati putranya.


Namun saat kemudian Caroline langsung menarik pakaian sang suami. "Kamu mau pulang atau kamu mau tidur di jalanan?" skakmat untuk Erik.


"Ya tidak juga sayang, Siapa juga yang mau tidur di luar. Mungkin kedua putramu itu yang mau, ya kan sayang?" Erik menatap putranya dengan tegangan listrik yang lumayan tinggi.


"Ya tidak mungkinlah Papa, Oh ya Papa ayo kita pulang. Nanti belikan aku es krim ya." David mulai merayu papanya.


Dari perdebatan itu akhirnya Erik lah yang kalah, dia menatap sang istri dengan tatapan mata yang penuh dengan cinta. Kecemburuan Erik melebihi batas, pria itu tidak akan membiarkan istrinya keluar dari jangkauannya.


Erik menelpon Elios, dia meminta pria itu untuk membawa mobilnya pulang karena dia bersama istri dan kedua anaknya berjalan-jalan terlebih dahulu. Elios yang berada di kasino Dia sedang berbicara dengan John.


"Ada apa, Elios?" tanya John.


"Seperti biasa, Tuan tidak akan mungkin bisa mengalahkan Nyonya." jawab Elios.


"Memangnya siapa yang akan bisa mengalahkan wanita pencabut nyawa itu?" jawab John.

__ADS_1


Tatapan mata kedua pria itu menatap Casino yang tidak pernah sepi.


"Apa Nyonya tidak menanyakan sesuatu?" tanya Elios.


"Nyonya menanyakan mengenai Fabio, tapi malah aku menjawabnya mengenai kedua orang tuanya." jawab John.


"Hasilnya?" tanya Elios balik.


"Tentu saja Nyonya sangat marah." jawab John yang kemudian memberi segelas minuman ringan Untuk sahabatnya tersebut.


"Entah kemana Fabio menghilang, tapi yang jelas Tuan Erik tidak akan melepaskan pria itu." ucap Elios yang kemudian meneguk minuman itu.


"Freya sudah masuk penjara, Mungkin beberapa tahun ini dia akan keluar atau mungkin tahun ini dia akan keluar. Kedua orang tua Nyonya sudah keluar, aku mendapatkan informasi dari petugas penjara."


"Nyonya tidak akan pernah mau mengetahui mengenai orang tuanya, Wanita itu sudah tersakiti, dia tidak akan pernah mau menerima mereka."


Kedua orang itu menghela nafasnya secara bersamaan, sesaat kemudian John menunjuk seorang pria yang ada di sudut tempat.


"Ada apa?" tanya Elios.


"Beberapa pria yang ada di sini adalah pengagum Nyonya, pria itu adalah salah satu pengusaha yang mencoba menarik perhatian nyonya." jawab John.


"Siapa yang akan berani mendekati nyonya?" tanya Elios.


"Tentu saja tidak akan ada yang berani mendekati nyonya, wanita itu kan sudah mempunyai pawang. Apalagi pemiliknya itu adalah orang yang sangat ditakuti di beberapa negara." jawab John yang kemudian tersenyum.


Di salah satu tempat Benito dan Melsia sudah keluar dari penjara, sepasang suami istri itu berjalan tak tentu arah. Mereka sudah tidak mempunyai apa-apa di negara tersebut, jika mereka ingin kembali ke negaranya itu tidak akan mungkin karena tidak ada satu koin pun uang untuk yang mereka miliki.


"Aku lapar..," ucap Melsia.


"Kita tidak punya uang sama sekali." jawab Benito.


"Seandainya kita tidak berbuat jahat kepada putri-putri kita, mungkin kita tidak akan menjadi gelandangan seperti ini. Di masa tua kita mungkin kita akan bermain dengan cucu-cucu kita." ucap Melsia.


Benito menundukkan kepalanya, tiba-tiba saja air mata itu menetes.


*Bersambung*


Mohon dukungannya untuk karyaku.


*Isteri bar-bar bos mafia


*Air mata dan pembalasan


*Isteri bar-bar bos mafia 2


Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊

__ADS_1


__ADS_2