
Sebuah pistol sudah berada di belakang kepala Hugo, dia yang sedang menelpon itu tentu saja langsung terdiam.
"Siapa kau?" tanya Hugo.
Caroline tidak mengeluarkan sepatah kata pun, wanita itu hendak menarik pelatuk pistolnya. "Aku tidak akan banyak bertanya, di mana keberadaan orang-orang yang kau Sandera?" tanya Caroline yang mengarahkan pistolnya di kepala Hugo.
Mendengar suara seorang wanita membuat Hugo nampak terkejut, di tempatnya begitu banyak penjagaan namun tiba-tiba ada suara seorang wanita yang berdiri di belakang tubuhnya.
DEG..
Hugo tersentak.
"Hahaha.. siapa kau, dari mana kamu masuk dan bagaimana kamu bisa berada di sini?" tanya Hugo.
Caroline sedikit tersenyum.
"Mungkin aku adalah makhluk halus yang tiba-tiba sudah berada di sini, aku menembus tembok yang ada di tempat ini kemudian langsung berada di sini."
Kan.. jawaban Caroline selalu nyeleneh padahal ini situasi yang sangat genting.
Hugo kembali tersenyum, pria itu hendak memutar tubuhnya untuk melihat siapa sosok yang bisa masuk ke tempatnya apalagi seorang wanita.
"Bergerak sedikit pistol ini akan menembus kepalamu, Caroline tidak akan main-main. Dia memberi peringatan dengan menembak salah satu kaki Hugo.
"Dasar brengsek, beraninya kamu melakukan hal ini padaku!" seru Hugo.
Caroline berjalan memutari tubuh Hugo yang sudah terduduk di lantai.
"Halo tuan." sapa Caroline yang sudah ada di depan Hugo.
Tatapan mata yang begitu menawan, sorot mata yang benar-benar penuh dengan isyarat kematian.
"Cantik, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Hugo. Walaupun dia meringis kesakitan karena salah satu kakinya ditembak Caroline, namun dia terpaku pada sosok wanita cantik yang ada di depannya.
"Aku kemarin mencari keluargaku, katakan di mana Erik regan dan yang lain?" tanya Caroline.
Hugo tersenyum, pria itu menatap wanita muda nan cantik di depannya. "Kamu siapa? Apakah kamu pengawal pria itu?"
"Aku? Tentu saja aku adalah istrinya, Aku adalah istri dari Erik Regan." jawab Caroline yang masih mengarahkan pistol ke wajah Hugo.
Jawaban yang dilontarkan oleh Caroline membuat Hugo tersentak, ternyata sosok inilah yang begitu dipuja oleh Erik.
"Aku tidak pernah mengira kalau istri Erik rekan benar-benar sangat cantik." Hugo hendak berdiri namun Caroline langsung memberi tendangan yang begitu kuat ke tubuh pria itu.
BUGG..
"Ughh..," suara ringisan kesakitan ketika tubuhnya ditendang oleh Caroline dengan sangat keras.
"Di mana Erik Regan dan yang lain?" tanya Caroline.
Hugo mencoba berdiri, Baru kali ini dia mendapatkan tendangan yang begitu hebat dari seorang wanita. "Hahaha..., ternyata kabar yang aku dapat itu benar-benar nyata adanya. Aku kira itu cuma rumor kalau istri Erik Regan adalah wanita yang sungguh luar biasa."
__ADS_1
"Jangan banyak bicara, Katakan di mana Erik Regan." Caroline berjalan mendekati Hugo. pria itu mencoba untuk meraih Caroline, dia mengulurkan tangan hendak menariknya, namun sayangnya wanita itu langsung mengambil langkah mundur, memutar tubuhnya kemudian kembali memberikan tendangan kepada pria itu.
"Aku tidak pernah menyangka kalau ada wanita seperti ini, pantas saja Erik begitu tergila-gila padanya. Wanita seperti ini pantas untuk diperebutkan." guman Hugo dalam hati.
pria itu terus menatap wanita muda yang ada di depannya, wanita cantik bertubuh seksi dengan rambut terikat dan pakaian kulit yang dia pakai.
"Aku sudah membunuh Eric Regan dan anak buahnya!" seru Hugo.
Mendengar perkataan seperti itu tentu saja membuat amarah Caroline langsung memuncak, salah satu tangannya sudah terangkat hendak menembak Hugo, namun sayangnya pria itu berhasil menghindar.
"Tuan." Panggil salah satu anak buah Hugo.
Caroline menghindar dari tembakan musuh, wanita itu melompat kemudian memutar tubuhnya.
DOR!! dor!!"
Beberapa tembakan diarahkan oleh Caroline ke tubuh anak buah Hugo hingga dia kehilangan nyawa.
"Tuan." Panggil kelvin yang ada di tempat itu.
"Ada apa, Kelvin?" tanya Erik.
"Tuan kelihatannya ada seseorang yang menyerang tempat ini." jawab Kelvin.
Di sebuah ruangan penyekapan Erik dan yang lain, Mereka mendengar suara tembakan beruntun dari luar tempat mereka.
"Tangkap wanita itu! jangan sampai dia terluka!!" seru Hugo.
"Aku ingin kalian menangkap wanita itu!!" seru Hugo.
"Aku tidak akan membiarkanmu menangkapku! Kamu kira aku ini mainan apa!" jawab Caroline.
Langkah kaki yang begitu lincah, dia terus menghindar dari serangan anak buah Hugo.
SRETT..
BUGG..
BUGG..
tangan cantik Caroline mulai menghajar beberapa anak buah Hugo yang akan menangkapnya, wanita itu menendang dan memberikan pukulan telak. Alat yang dipakai di salah satu jari jemarinya memang adalah alat yang lumayan fatal, cincin besi yang saling berkaitan.
BUGG..
BUGG..
"Kalian tidak akan bisa menangkapku! kalian akan kehilangan nyawa terlebih dahulu!!" seru Caroline.
Dia terus menyerang beberapa anak buah Hugo, Wanita itu benar-benar sangat lincah, di luar tempat itu John dan Paman McQueen sudah berada di sana. Dia melihat beberapa mayat yang sudah bergeletakan.
"Ini jelas-jelas kelakuan Bos wanitamu itu." ucap Paman McQueen.
__ADS_1
"Saya tidak mengira kalau Nyonya lebih menakutkan dari tuan." jawab John.
"Lebih baik kita masuk, aku yakin mereka mempunyai anak buah yang lebih banyak." Paman McQueen dan anak buahnya serta John dan anak buahnya masuk ke tempat itu.
Baru masuk mereka sudah dihadang oleh beberapa anak buah Hugo, di tempat itu memang adalah markas besar jadi tak heran kalau di dalam sana anak buah Hugo berjumlah sangat banyak. Sedangkan di tempat penyekapan Erik para anak buah Hugo bermunculan, mereka mulai menyerang Caroline secara bersamaan.
Tentu saja wanita itu sedikit kewalahan karena serangan satu banding 10.
"Hahaha.. kau akan tunduk di tanganku!!" seru Hugo.
"Mimpilah." jawab Caroline yang kemudian menarik pistol yang ada di pakaiannya.
DOR!! DOR!! DOR!! DOR!! DOR!! DOR!!
Caroline berguling di lantai, memberikan beberapa tembakan yang mungkin tidak terarah namun beberapa tembakan itu berhasil mengenai anak buah Hugo.
"Dasar kurang ajar! brengsek! wanita itu ternyata hebat juga." ucap Hugo.
"Kita tidak akan bisa menangkapnya hidup-hidup, Tuan. Kami terpaksa akan melukainya." ucap salah satu anak buahnya.
Mau apa lagi, menangkap wanita seperti Caroline itu memang susah. hoki Erik aja dia bisa menaklukan wanita itu.
"Lukai dia tapi jangan sampai membunuhnya!!" perintah Hugo.
"Baik, Tuan." jawab anak buahnya yang kemudian mulai menyerang Caroline.
Di dalam tempat itu Hugo berjalan mendekati tempat penyekapan Erik, dia masuk ke ruangan itu.
"Halo, Erik!" Panggil Hugo.
Tak Ada jawaban dari Erik. sedangkan Hugo mendekatinya.
"Istrimu benar-benar sangat luar biasa, Erik. wanita itu adalah wanita sempurna, aku akan mengambilnya darimu." jawab Hugo.
"Dasar brengsek! Apa maksudmu!!" seru Erik.
DOR!!
DOR!!
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*Air mata dan pembalasan
*Isteri bar-bar bos mafia 2
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
__ADS_1