ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2
Brazil


__ADS_3

Dengan semua rencana yang sudah dibuat oleh Caroline, Wanita itu sudah bersiap-siap. dia dan beberapa anak buahnya tidak ingin gegabah seperti ketika dia berada di Meksiko.


"Menurutmu di mana keberadaan suamiku, John?" tanya Caroline.


"Kami tidak tahu, Nyonya. di sana itu ada gedung yang sangat sama persis, tiga gedung itu kemungkinan salah satunya tempat Tuan Erik disekap." jawab John.


"Kamu tau, John. Jika kita sudah selesai dan membawa mereka pulang semua, Aku ingin kita semua berlibur, aku ingin memiliki waktu sehari untuk bersenang-senang." ucap Caroline.


John hanya tersenyum, pria berusia 40 tahun selalu takjub. dia baru pertama kali bertemu dengan seorang wanita yang begitu luar biasa, luar biasa nyeleneh, luar biasa barbar, luar biasa di luar akal dan nalar, Bahkan dia luar biasa nekatnya.


"Saya sangat kagum denganmu, nyonya." tiba-tiba John mengatakan itu.


"Apakah kamu memujiku atau menghina aku, John?"


"Tidak, Nyonya. Aku benar-benar memujimu, mungkin kalau wanita yang ada di luar sana mereka hanya akan menunggu, menangis dan menangis. Tapi Nyonya begitu berbeda, Nyonya bersedia menempuh jalan yang begitu terjal, menakutkan, berbahaya dan kita tidak akan tahu bagaimana akhirnya." jawab John.


"Mungkin kalau aku berpikir hanya kesenangan, Aku tidak akan menikah dengannya untuk kesenangan saja, John. Tapi ini adalah kehidupanku, jalan yang aku tempuh ketika aku menerima menikah dengannya. Aku tidak tahu kalau dia itu mafia, Aku tidak tahu kalau dia itu penjahat bawah tanah. Tapi aku tidak peduli, dia adalah suamiku Papa dari anak-anakku. Aku tidak akan membiarkan dia tiba-tiba meninggalkanku dan membuatku menjadi janda dengan semua kekayaan melimpah yang akan dia tinggalkan." jawab Caroline.


Bukan jawaban seperti itu yang diinginkan oleh John, namun seperti itulah sifat Caroline.


"Untuk kali ini kita harus bersabar, nyonya. Kita tidak boleh gegabah, Tuan Hugo adalah orang yang sangat berbahaya, dia akan melakukan segala cara untuk melakukan keinginannya."


"Aku tidak peduli, John. Yang aku pikirkan adalah bagaimana mendapatkan keberadaan Suamiku, aku harus segera membawanya kembali ke rumah, aku yakin kondisinya sekarang mengenaskan. Jika dia baik-baik saja dia akan segera kembali, ini sudah dua minggu lebih mungkin bisa dibilang 3 minggu. Sampai sekarang ini kita masih belum mendapatkan keberadaannya, kita juga bahkan belum mendapatkan informasi apapun."


"Apa yang Nyonya dapatkan dari dua pria itu?"


"Tidak banyak, mereka hanya mengatakan beberapa informasi mengenai pria itu, kata mereka pria itu adalah orang yang sangat berbahaya. Beberapa penjahat tunduk padanya bahkan beberapa penjahat itu adalah anak buahnya, mungkin termasuk pria brengsek yang bernama Fabio." jawab Caroline.


Entah apa yang akan terjadi ketika Caroline melihat kalau Fabio juga berada di tempat itu, pria itu sudah tidak berdaya dengan semua kondisi yang sangat mengenaskan, kedua kakinya tertembak dengan beberapa luka siksaan dari pria itu.


Yang akan lebih mengejutkan Caroline adalah bagaimana kondisi sang suami bersama seluruh anak buahnya.


"Apa yang nyonya pikirkan?" tanya John.


"Kalau aku berpikir pria itu adalah penjahat super, berarti kondisi suamiku dan yang lain tidak akan Baik." ucap Caroline.

__ADS_1


Walaupun kata-katanya tidak dipikirkan namun John paham kalau apa yang dikatakan oleh Bos wanitanya itu mungkin ada benarnya. jika Erik baik-baik saja dia akan segera kembali, ini sudah hampir tiga minggu tidak ada kabar sama sekali.


Drertttttt...


ponsel Caroline berdering, wanita itu menatap ponselnya, salah satu anak buah yang memantau tempat itu menelpon Caroline.


"Ada apa?" tanya Caroline.


"Situasi di sini sangat berbahaya, ternyata tempat ini sudah dikepung. Begitu banyak anak buah mereka yang berjaga di tempat ini." jawab anak buah Caroline.


"Kira-kira ada berapa banyak?"


"Banyak sekali, Nyonya. kemungkinan lebih dari 50.


"Kalau begitu satu banding 3, kita tunggu dulu Kita harus mencari situasi yang paling aman. Jika kita menyerang mereka Sekarang berarti kita bunuh diri." setelah mendapatkan informasi itu Caroline mematikan ponselnya. Dia menatap John dengan tatapan mata yang sedikit kebingungan.


"Ini di luar prediksi kita, Nyonya?" tanya John.


Caroline menganggukkan kepalanya.


"Mungkin beberapa kali dari anak buah kita."


"Itu akan sangat berbahaya, nyonya."


"Kalau tidak berbahaya aku mungkin sudah menyerang, karena kita hanya mempunyai 25 anak buah itu akan sangat membahayakan, mereka berkali-kali lipat daripada kita, sedangkan kita sendiri belum tahu apa yang akan terjadi."


Akhirnya Caroline meminta anak buahnya untuk segera kembali ke penginapan yang sudah dia sewa, lebih tepatnya sebuah rumah kosong yang dia sewa.


Di dalam markas Hugo kondisi Erik bersama anak buahnya benar-benar sangat berbahaya.


"Mereka benar-benar ingin membunuh kita, mereka tidak memberi kita makanan sama sekali." ucap Fabio.


"Kamu masih bisa memikirkan makanan? apa kamu benar-benar ingin hidup?" cibir Erik.


"Sudah, tutup mulut busukmu itu. Tentu saja aku masih mau hidup, kalau kamu mau mati.. mati saja, setelah kau mati aku akan melarikan diri, setelah itu aku akan mengambil istrimu." jawab Fabio yang membuat Erik membuka matanya dengan sempurna. Wajah tampan para pria itu sekarang sudah tidak berbentuk lagi, beberapa luka dari siksaan anak buah Fabio begitu mengenaskan.

__ADS_1


"Apa kita akan baik-baik saja, Tuan?" tanya Kelvin yang begitu lemah. pria itu terus memikirkan bagaimana anak istrinya, pria itu terus memikirkan bagaimana keselamatan mereka? Walaupun dia yakin kalau sahabatnya seperti Elios dan yang lain pasti akan menjaga anak istrinya, namun yang sekarang dia pikirkan adalah di sana tidak ada John ataupun Caroline. Pengawasan Elios tidak akan sebanding jika mereka berkumpul semuanya.


"Apa kamu sudah memikirkan sesuatu, Kelvin?" tanya Erik.


Tak Ada jawaban yang keluar dari mulut Kelvin.


"Tenanglah, Kevin. kita akan kembali, kita akan pulang. Aku yakin istriku akan segera menemukan keberadaan kita." walaupun Erik mengatakan itu namun dalam hati dia juga sudah kehilangan arah. Semangatnya sedikit demi sedikit mulai pupus.


Kembali ke Caroline, beberapa persenjataan sudah dipersiapkan, semua perlengkapan sudah dibawa oleh wanita itu, sesaat kemudian ponsel Caroline mulai berdering. wanita itu menatapnya salah satu anak buahnya kembali menelpon.


"Ada apa?" tanya Caroline.


Malam itu Caroline tidak bisa tidur dengan nyenyak, dia masih bergadang untuk mencari informasi sang suami.


"Nyonya, beberapa anak buah dari pria itu keluar dari salah satu gedung. Kemungkinan besar mereka menyekap tuan Erik di gedung yang hampir rusak itu." jawab anak buah Erik.


"Apa kamu yakin?"


"Tentu saja, Nyonya."


"Baiklah kalau begitu, kita akan menyusuri satu persatu gedung itu, kalian harus ingat. Kita harus berhati-hati, kamu pantau terus tempat itu jangan lupa kerahkan anak buahmu yang melakukan tembakan jauh." perintah Caroline.


"Baik, nyonya." jawab anak buah Erik.


*Bersambung*


Mohon dukungannya untuk karyaku.


*Isteri bar-bar bos mafia


*Air mata dan pembalasan


*Isteri bar-bar bos mafia 2


Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊

__ADS_1


__ADS_2