
Benito dan Melsia menatap putrinya, mereka benar-benar tidak pernah mengira kalau anaknya benar-benar sudah berubah total. gadis yang dulu begitu barbar, bahkan suka melakukan kekonyolan itu ini menjadi seorang ibu yang sangat luar biasa.
*Mexico*
Akhirnya kamu akan mati di tanganku, Erik. ucap seorang pria yang sudah menangkap Erik dan seluruh anak buahnya.
Entah bagaimana cara mereka mendapatkan Erik, Namun nyatanya pria itu sudah berada di tangan beberapa kelompok mafia.
"Aku tidak pernah mengira kalian melakukan kebusukan seperti ini, kalian sudah menjebakku." Erik berusaha melepas borgolnya.
"Hahaha... Percuma saja Erik, percuma kamu tidak akan bisa lepas dariku. Kamu tidak akan bisa melawanku." jawab seorang pria.
Hugo Cartaperez, seorang pria yang memimpin beberapa mafia. Dia memiliki jaringan yang begitu luas di beberapa negara, Fabio pernah bekerja sama dengan Hugo Cartaperez. namun sayangnya pria itu lebih memilih untuk bekerja sendiri tanpa mau berdiri di bawah naungan Hugo Cartaperez.
"Hahaha..., aku tidak akan pernah mengira kalau aku akan membusuk di sini bersamamu, Erik!!" seru seorang pria yang juga berada di gudang penyekapan Hugo Cartaperez.
Erik menoleh menatap Fabio yang juga berada di sana, pria itu tersenyum. rivalnya itu juga ditangkap oleh Hugo Cartaperez karena mencuri suatu barang di tempat pria.
"Aku tidak akan pernah mengira kalau kau akan tertangkap di sini juga, Fabio." ucap Erik yang mengejek pria itu.
"Kamu tidak usah mengatakan itu, Erik. Kita sama-sama akan membusuk di sini, kita akan sama-sama menjadi bangkai di tempat ini." jawab Fabio.
Kelvin tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun, tubuhnya sudah tidak bisa bergerak sama sekali. Tubuhnya merasakan siksaan dari anak buah Hugo.
Erik menatap Kelvin, dia tiba-tiba teringat dengan anak dan istrinya. "Apa yang akan terjadi kepada mereka?" sempat terpikir pula jika kabar hilangnya dirinya tersebar ke khalayak umum, pastinya sang istri akan jadi rebutan oleh banyak pria.
"Apa yang akan kamu lakukan, Erik ?" tanya Hugo.
"Aku pasti akan keluar dari sini." jawab Erik.
"Yang aku dengar kalau kau mempunyai beberapa bisnis yang sangat hebat, Erik. yang aku dengar juga Casino yang kamu miliki juga menghasilkan uang yang melimpah?" tanya Hugo.
Erik tidak menjawab ataupun mengeluarkan sepatah kata pun, sesaat kemudian Hugo mendatangi Erik.
"Yang aku dengar juga kamu memiliki istri yang cantik dan masih muda?" Hugo memancing Erik.
__ADS_1
"Apa yang akan kamu lakukan? jangan berani kau menyentuh keluargaku!" teriak Erik.
"Hahaha.., aku tidak akan pernah mengira Kalau bos mafia sepertimu ini begitu mencintai istrinya. Aku mau tahu bagaimana jika tiba-tiba aku datang ke sana kemudian aku menculik istrimu?" Hugo terus memancing Erik.
"Jangan berani-berani kamu mendekati istriku, jangan berani-berani kamu menyentuhnya!!" teriak Erik yang mulai murka.
"Memang istrinya sangat cantik, Hugo. Aku saja sempat tertarik padanya, sayangnya dia adalah wanita yang berbeda dari kebanyakan wanita lain. Jika kamu berani mendekatinya.. aku pasti akan menyarankan padamu jangan coba-coba." Fabio tersenyum menatap Hugo.
Ternyata beberapa tahun ini Fabio mencari informasi mengenai istri dari Erik, itu pria itu memang tertarik dengan wanita yang mempunyai tingkah laku sangat berbeda dari kebanyakan wanita itu.
"Benarkah? aku sekarang benar-benar sangat penasaran dengan sosok wanita itu, Erik. Bagaimana jika aku benar-benar ke Rusia, aku pasti akan mencari keberadaan wanita yang begitu kamu puja itu.
"Jangan berani-berani kamu mendekati keluargaku, aku pasti akan membunuhmu!"
"Bagaimana caramu membunuhku? sedangkan kau sudah tidak berdaya disini. aku sudah membuat anak buahmu seperti mayat hidup, kau ataupun dia tidak akan bisa keluar dari sini. Akan kupastikan kalian menjadi mayat." Hugo benar-benar tidak mempunyai belas kasihan sama sekali. Dia begitu berambisi untuk menghancurkan Erik.
"Apa yang sedang kamu lakukan, Caroline?" tanya Benito yang melihat putrinya terlihat begitu kebingungan.
"Kenapa kalian masih ada di sini? Kenapa kalian tidak pergi dari rumahku?" tanya Caroline.
"Baiklah kalau begitu, aku dan istriku akan pergi hari ini juga." Benito kemudian hendak meninggalkan Caroline.
"Jika aku meminta tolong kepada kalian apakah kalian mau melakukannya untukku?" tanya Caroline.
Benito yang ingin pergi itu langkah kakinya langsung terhenti, dia memutar tubuhnya menata putrinya. "Apapun akan aku lakukan untukmu, apapun akan aku berikan untukmu. Aku dan istriku sudah menyakitimu, aku benar-benar menyesali apa yang sudah aku lakukan padamu." ucap Benito.
Caroline menatap ayahnya, sesaat kemudian dia nampak tersenyum. "Aku mungkin akan pergi cukup lama...,"
"Apakah kamu akan mencari suamimu? apa yang terjadi padanya?" tanya Benito.
Caroline menggelengkan kepalanya.
"Aku pasti akan melakukan apapun untukmu, aku pasti akan menukar nyawaku untuk kebahagiaanmu." Benito kemudian menundukkan kepalanya.
"Aku tidak perlu nyawamu ataupun istrimu. Aku hanya ingin meminta tolong kepadamu, aku mungkin akan pergi cukup lama untuk mencari keberadaan Suamiku, aku mungkin akan menyerahkan tanggung jawab anak-anakku padamu. Tolong ketika aku pergi jaga mereka, mereka juga sudah tahu mengenai informasi papanya." jawab Caroline.
__ADS_1
Benito menganggukkan kepalanya dengan begitu keras, dia benar-benar begitu bahagia. Putrinya masih mempercayainya.
"Apapun akan kulakukan untukmu, apapun akan kulakukan untuk menebus dosa-dosa yang sudah aku lakukan padamu dan Avara." ucap Benito.
Tak ada kata yang diucapkan oleh Caroline kembali, dia sudah memutuskan untuk mencari keberadaan sang suami dia sudah memutuskan untuk mencari suaminya di Meksiko.
Caroline berjalan ke kamar anak-anaknya, wanita itu selalu berpesan untuk selalu patuh kepada Ruhan ataupun yang lain. Ketika Caroline hendak pergi salah satu putranya menarik tangannya.
"Mama." panggil Daniel.
Caroline menoleh menatap putranya.
"Mama harus kembali, Mama harus membawa Papa. Kalian tidak boleh terluka." ucap Daniel berulang kali.
Caroline tersenyum menatap putranya, sentuhan lembut itu membuat Daniel langsung memeluk sang mama.
"Pasti, Mama pasti akan membawa Papa kembali. Mama pasti akan membawa keluarga kita kembali." jawab Caroline.
Begitu pula dengan Vivi, tentu saja wanita itu dilanda dilema yang sangat luar biasa, suaminya tidak kembali bersama dengan sang majikan. kondisi sang suami juga Sama halnya dengan Erik.
Vivi menemui Caroline, Wanita itu sudah mendengar kabar Kalau Caroline akan pergi ke Meksiko untuk mencari keberadaan sang suami juga anak buahnya. Beberapa anak buah Erik dikerahkan, sekitar 30 orang akan pergi bersama dengan Caroline ke Meksiko.
"Apakah kamu baik-baik saja, Caroline?" tanya Vivi.
"Kita berdua tidak baik-baik saja kak Vivi, kita berdua tidak akan pernah baik-baik saja. Kamu tahu sendiri kan bagaimana kondisiku? kamu juga mengalaminya kan? kita semuanya seperti sesuatu yang terombang-ambing." jawab Caroline.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*Air mata dan pembalasan
*Isteri bar-bar bos mafia 2
__ADS_1
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊