
Setelah meledakkan tempat itu Caroline bergegas kembali bersama seluruh anak buahnya, dua anak buah Elios terluka akibat beberapa tembakan yang mengenai mereka.
"Bawa mereka dan rawat mereka sampai sembuh, jangan sampai kalian berani mengkhianati teman-teman kalian." ancam Caroline kepada beberapa anak buahnya.
"Baik, nyonya."
Tak akan ada satu orang pun dari anak buah Erik yang akan berani mengkhianati pria itu, siapapun yang berani mengkhianatinya maka akan berakhir mengenaskan. Siapapun yang bekerja dengannya dengan semua pengabdiannya maka Erik akan memberi balasan yang melebihi keinginan mereka.
Caroline menatap beberapa orang yang sudah terluka, tiga orang yang sudah meninggal dan diambil organ dalamnya. Mereka akan dikembalikan kepada keluarga mereka, uang yang ada di tempat itu diambil Caroline diberikan seluruhnya kepada korban-korban yang ada di tempat itu
Berapa orang yang terluka dan tidak dikenal sama sekali oleh Caroline, wanita itu membawanya ke rumah sakit dia juga menelpon paman McQueen. untuk memberitahukan mengenai permasalahan yang terjadi.
"Baiklah kalau begitu, paman. Aku serahkan sama paman, kemungkinan besar organisasi ini sangat besar karena aku dapat menyelamatkan sekitar 20 orang dan 3 meninggal."
Caroline memberi informasi kepada Paman McQueen. "Baiklah kalau begitu, kamu harus berhati-hati, Caroline. Yang aku dengar Erik tidak ada di sana kan? kalau ada sesuatu Kamu harus segera menelpon paman." pinta Paman McQueen.
"Tenang saja paman, aku masih bisa menyelesaikan urusanku sendiri. Aku tidak ingin merepotkan Suamiku, aku yakin dia sendiri mengalami masa yang sangat berat, permasalahannya tidak bisa dia ceritakan padaku."
"Suamimu itu juga sudah memberitahu aku, dia memintaku untuk mengawasi mu. Alhasil kamu malah melakukan hal seperti ini." jawab Paman McQueen yang ada di tempatnya. Dia tidak bisa mengatakan apapun seperti yang dikatakan oleh Erik yang sekarang sudah tidak ada di rumah. Pria itu berpesan kepada paman McQueen untuk selalu memantau istrinya.
"Tenanglah paman, aku bukanlah seorang wanita yang lemah akan kupastikan kalau aku bisa menjaga diriku." jawab Caroline yang kemudian mematikan ponselnya.
Memang tidak banyak yang tahu bagaimana sifat Caroline yang sebenarnya, dari luar dia hanyalah seorang wanita muda dengan semua tingkah urakan nya. tingkah barbar bahkan selalu suka keluyuran kekasihmu untuk bermain judi.
Di salah satu rumah sakit Caroline mengantar begitu banyak korban trafficking tersebut, wanita itu mengenal betul Siapa pemilik Rumah Sakit. Dia meminta pihak rumah sakit untuk menyembunyikan masalah ini terlebih dahulu karena mereka adalah korban trafficking. Beberapa wanita yang dia bawa ke rumah sakit itu juga kondisinya mengenaskan.
"Istirahat dahulu, nyonya." pinta Elios.
"Kalian sebagian beristirahatlah dahulu, sebagian berjaga. Aku akan melihat bagaimana kondisi para wanita itu." jawab Caroline.
"Nyonya, kalau sampai Tuan tahu. Tuan akan murkah, kemungkinan besar bosmu sudah tahu mengenai hal ini dari siapapun itu. Aku tidak peduli karena dia selalu percaya padaku, kalau dia marah pasti dia akan langsung menelpon ku dengan semua omelan yang selalu dia katakan." jawab Caroline sembari tersenyum.
Elios hanya menganggukkan kepalanya, dia memang selalu takjub kepada istri Bosnya itu, sempat Elios memiliki perasaan kepada Caroline karena tingkahnya yang begitu konyol. Elios selalu menekan perasaan itu dan berusaha menganggap Caroline hanya sebatas atasannya saja. Namun terkadang Elios begitu bimbang, perasaannya itu begitu besar lambat laun akhirnya pria itu bisa mengikis perasaannya kepada Caroline.
"Elios." Panggil Caroline.
__ADS_1
"Ya, Nyonya." jawab Elios.
Caroline menepuk kursi di sampingnya, Elios kemudian duduk di samping Caroline.
"Permasalahan apa yang menimpa suamiku, Elios. Kenapa dia tidak mengatakannya tanya Caroline sembari menyandarkan tubuhnya di kursi.
Elios tidak berani menjawab, Dia hanya terdiam sembari menatap tembok yang ada di depannya.
"Aku tahu permasalahan yang dihadapi oleh suamiku sangat pelik, jika tidak berbahaya dia akan memberitahu. Apakah ini mengenai para musuh-musuh suamiku itu, Elios?" tanya Caroline.
Elios tidak ingin membuat Caroline semakin tertekan mengenai permasalahan yang dihadapi oleh suaminya. "Pasti Tuan Erik akan bisa menghadapi permasalahan ini, pastinya juga tuan akan menyelesaikannya secepat mungkin." jawab Elios.
"Para mafia itu? apakah mereka Begitu jahat? Apakah mereka benar-benar sangat menakutkan?" Caroline menatap Elios.
"Jika kamu diam saja itu artinya benar, bukan?" ucap Caroline yang kemudian menutup matanya perlahan-lahan.
Setelah dari rumah sakit Caroline kembali ke rumahnya, dia juga harus melihat bagaimana kondisi anak-anaknya. Menjaga si kembar dengan semua daya upayanya, terkadang juga pria itu harus dibuat pusing oleh tingkah si kembar yang begitu aktif.
Ruhan juga ada di sana membantu menjaga si kembar, dua pria tampan itu benar-benar dibuat pusing oleh tingkah empat anak Erik dan Caroline.
"Apa kamu bisa merawat mereka untuk beberapa hari ini, Ruhan?" tanya John.
"Aku saja belum mempunyai anak." jawab Ruhan.
John dan Ruhan terduduk di ruang tamu sedangkan si kembar mereka menghilang entah kemana. Sekitar 30 menit kemudian Caroline sudah sampai di rumah, Dia melihat John dan Ruhan yang sudah tidak berdaya di ruang tamu.
"Kamu istirahat saja, Elios. Nanti tubuh kalian lelah." ucap Caroline.
"Baik, nyonya." jawab Elios yang kemudian pulang ke rumahnya. walaupun rumah Elios dan Kelvin tidak jauh dari rumah Erik namun mereka lebih memilih untuk pulang dan mengistirahatkan diri.
Caroline melihat anak-anaknya, John dan Ruhan yang sudah tersungkur di atas sofa ruang keluarga. Pria itu kelihatannya benar-benar sangat kelelahan.
"Apakah kalian baik-baik saja?" tanya Caroline.
Ruhan dan John langsung membuka mata mereka, dua pria itu menatap Caroline yang sudah berada di rumah.
__ADS_1
"Nyonya." ucap Jhon yang kemudian duduk.
"Santai saja, John. Kamu tidur saja lagi pula aku tahu apa yang terjadi kepada kalian." Caroline kemudian tersenyum menatap dua pria yang sudah dalam keadaan kacau balau itu.
"Caroline, anak-anakmu itu benar-benar sangat luar biasa. Mereka itu kamu beri makan apa?" tanya Ruhan.
"Anak-anakku aku beri makan sapi jantan dan kuda jantan, jadinya tingkah mereka seperti itu." jawab asal Caroline.
"Dari dulu sampai sekarang itu perkataanmu tidak bisa dirubah sama sekali ya, ditanya apa jawabannya apa." Ruhan yang kemudian duduk.
"Kalian mau aku buatkan sesuatu?" tanya Caroline.
"Apapun yang kamu buatkan akan aku makan atau aku minum." jawab Ruhan.
Caroline hanya bisa tersenyum menatap Ruhan yang rambutnya sudah acak-acakan, pakaiannya sudah tidak teratur bahkan terlihat sekali kalau mereka berdua sangat kecapean.
"Apa yang dilakukan oleh David dan Daniel padamu, Ruhan?" tanya Caroline yang langsung menebak.
"Pastinya kamu tahu kan." jawab John.
Senyum tipis diperlihatkan Caroline, wanita itu kemudian berjalan ke dapur.
"Caroline dari mana sih?" tanya Ruhan kepada John.
"Ada urusan penting." jawab singkat dari Jhon.
"Kalian semuanya Itu kalau bertanya panjang lebar kalau menjawab singkat banget, apa tidak ada jawaban yang lebih panjang lagi." cibir Ruhan.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*Air mata dan pembalasan
__ADS_1
*Isteri bar-bar bos mafia 2
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊