ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2
Kembali pulang


__ADS_3

Orang-orang yang ada di rumah Caroline dan Erik sudah menunggu kedatangan semuanya.


tak berselang lama akhirnya iring-iringan mobil sudah datang ke rumah super besar itu. Beberapa diantaranya sudah dibawa ke rumah sakit terlebih dahulu sedangkan Caroline membawa Erik dan Kelvin pulang ke rumah.


Ketika Caroline sudah berada di rumah tatapan mata yang begitu penuh dengan pengharapan sudah menunggu di depan rumah itu.


Satu persatu mobil itu berhenti, John keluar dari mobil terlebih dahulu untuk membantu Erik. Paman McQueen berada di rumah sakit untuk mengurus beberapa anak buah Erik.


Kelvin keluar dengan menggunakan tongkat kayu dengan kondisi tangan dan kaki yang terluka, setelah keluar Dia pun akhirnya duduk kursi roda. Vivi yang melihat hal itu dia langsung berlari, dia memeluk sang suami dengan begitu erat, deraian air mata meluncur bebas dari kedua mata Vivi. Dia sangat bersyukur karena sang Suami masih hidup, dia tidak ingin apa-apa, dia hanya ingin melihat Papa dari anak-anaknya kembali dengan selamat.


Tak ada kata yang diucapkan oleh Vivi, dia memeluk sang suami tanpa mau melepaskannya.


"Tenanglah, aku baik-baik saja." ucap Kelvin. padahal wajahnya sudah babak belur dengan kondisi tangan dan kaki yang terluka.


Beberapa anak buah Erik yang kondisinya luka ringan mereka sudah keluar, mereka diminta oleh Caroline untuk beristirahat sementara.


"Papa! Mama!!" seru si kembar yang berlarian memeluk kedua orang tua mereka.


Benito dan Melsia juga berlari memeluk anak dan menantunya, kedua orang itu menangis sesenggukan padahal kalau dulu dia tidak akan menghiraukannya. Namun sekarang kedua orang tua itu benar-benar sangat bersyukur karena Putri dan menantunya kembali dengan selamat.


"Sudahlah, aku baik-baik saja." ucap Caroline.


"Aku tidak akan tahu apa yang harus saya lakukan jika terjadi sesuatu padamu, Ayah dan ibumu selalu berdoa agar kau dan suamimu selamat. Kamu tahu, ayah dan ibu benar-benar takut kehilangan kalian." derai air mata itu terus meluncur dari mata Benito dan Melsia.


"Tenanglah ayah, aku dan istriku baik-baik saja." ucap Erik. padahal kalau dilihat dari kenyataan mana mungkin dia baik-baik saja, tubuhnya sudah terluka seperti itu bahkan raut wajahnya tidak bisa dikatakan lagi. wajah tampan itu sudah penuh dengan luka.


"Ibu akan merawatmu Erik, ibu akan merawatmu." Melsia memeluk Erik yang duduk di kursi roda.

__ADS_1


Ini kali pertamanya dia memeluk menantunya, ini kali pertamanya Dia sangat bersyukur akan hidup ini. Melihat hal seperti itu hati Caroline begitu bahagia, ternyata kedua orang tuanya benar-benar sudah berubah.


Elios datang bersama dengan Ruhan, Jason juga Avara. mereka tersenyum bahagia, mereka bisa melihat Caroline dan suaminya kembali.


"Kamu benar-benar sangat luar biasa, Caroline. Kamu benar-benar hebat." ucap Avara. Wanita itu memeluk adiknya dengan sangat erat.


"Saya senang Tuan bisa kembali, saya berpikir kalau Tuan tidak kembali apa yang harus saya lakukan? Saya sudah bersiap-siap mengerahkan anak buah kita untuk mencari Tuan." Elios menundukkan kepalanya, dia tidak ingin terlihat lemah di depan majikannya.


"Ayolah Elios, aku tahu kalau kamu hebat. Kamu tidak usah menyembunyikan air matamu itu, Aku tahu walaupun kamu kuat kamu juga seorang manusia kan." ucap Erik.


Elios langsung memeluk majikannya, pria yang sudah dianggap kakaknya itu begitu dihargai dan dia sayangi.


"Saya benar-benar kehilangan arah, Tuan. Saya benar-benar kehilangan arah, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Tuan adalah jalan saya, tuan adalah penuntun saya, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan Jika tuan tidak kembali." Elios terduduk di lantai sembari memegang tangan Erik.


"Sudah-sudah, kalian jangan seperti ini, kalau kalian main drama Seperti ini bisa-bisa aku menangis sembari berteriak. Ayo kita masuk." Caroline dari tadi berusaha untuk menahan air matanya. Bukannya dia malu terlihat lemah tapi dia ingin semua kuat seperti dirinya.


"Aku tidak mau tahu, kamu harus mengembalikan kondisiku seperti semula!!" bentak Hugo.


"Tapi, tuan. Saraf tangan yang terluka ini adalah saraf besar, kemungkinan tangan tuan tidak akan bisa merasakan apapun, salah satu tangan tuan akan mati rasa." jawab dokter.


"Aku tidak boleh cacat, jika sampai aku cacat Aku tidak akan bisa menjadi hebat. Sekarang lakukan seperti apa yang aku perintahkan, cari cara untuk menyembuhkan luka-lukaku ini dan cari cara untuk memperbaiki jaringan tubuhku ini. Jika kamu tidak bisa tidak akan kulepaskan nyawamu." ancam Hugo yang kemudian meminta beberapa anak buahnya untuk segera bersiap-siap.


Pria itu tersenyum menatap langit-langit kamar yang dia tempati, tiba-tiba senyumnya tertarik begitu dalam. "Luar biasa, wanita itu benar-benar luar biasa. dia wanita yang sungguh hebat, dia wanita yang begitu istimewa. Aku harus mendapatkannya, Jika dia menjadi istriku maka kehidupanku akan sempurna." ucap Hugo yang ternyata malah melamunkan Caroline.


Fabio sudah kembali ke tempatnya dengan kondisi memar dan luka hampir sama dengan Erik. Dia di rawat di salah satu rumah sakit untuk mendapatkan pemulihan secepat mungkin.


"Aku pasti akan membalas dendam padamu, Hugo. Kamu sudah membuatku seperti ini, aku seperti pria tidak berguna sama sekali." Fabio kemudian meminta beberapa anak buahnya mencari informasi mengenai Hugo.

__ADS_1


"Ada apa denganmu, Sayang? kenapa kamu bisa seperti ini? apakah kamu masih bisa bersenang-senang?" tanya seorang wanita kepada Fabio.


"Diam, tutup mulutmu. Apa kamu tidak tahu kalau aku terluka seperti ini, lebih baik kamu pergi dari sini!!" bentak Fabio dengan suara yang begitu keras.


"Ada apa denganmu, Sayang? kenapa kamu marah-marah seperti itu, Aku kan bertanya padamu, Kenapa kamu semarah itu? aku akan memberikan kamu kenikmatan, Aku akan memberikanmu sesuatu yang spesial." ucap salah satu wanita yang selalu bersama dengan Fabio.


"Dasar brengsek, kamu mau menghinaku apa?! kamu mau mengatakan kalau aku sekarang sudah cacat? dengarkan aku, pergi dari sini sebelum Aku menembak kepalamu!!" seru Hugo dengan suara yang benar-benar sangat nyaring.


Pria itu murka semurka murkanya, dia benar-benar seperti seorang pria yang dihina karena sekarang kondisinya terluka parah.


"Tenanglah, Tuan." ucap salah satu anak buah Fabio.


"Dasar brengsek, mereka itu para wanita tidak tahu diri, mereka terus mengatakan itu! apa mata mereka itu tidak melihat kalau kondisiku sudah mengenaskan seperti ini! mereka mau main-main sama aku ya!" seru Fabio.


"Sudahlah, Tuan. Kalau Anda marah-marah seperti ini mereka akan membuat Anda semakin pusing." ucap salah satu anak buah Fabio yang kemudian membantu pria itu.


*Bersambung*


Mohon dukungannya untuk karyaku.


*Isteri bar-bar bos mafia


*Air mata dan pembalasan


*Isteri bar-bar bos mafia 2


Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊

__ADS_1


__ADS_2