ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2
Jangan melawanku


__ADS_3

"Hahaha.., kamu kira kamu itu siapa. Kamu ingin menggertak kami?" tanya salah satu ibu dari anak yang menyakiti Joshua.


"Katakan saja Siapa nama suami-suami kalian ,setelah itu aku akan membuktikan Apakah perkataanku itu benar atau tidak. kalian sebagai orang tua tidak mendidik anak dengan baik, kalian adalah para wanita gagal dan wanita brengsek." ucap Caroline dengan begitu santai.


"Beraninya kamu menghina kami!" teriak tiga wanita.


"Sudah-sudah, kalian jangan bertengkar di sini." ucap kepala sekolah.


Caroline menatap pria yang mungkin berusia 50 tahun tersebut. "Sekolah ini tidak mempunyai standar kelayakan, Seharusnya aku tidak menaruh anak-anakku di sini." Caroline menatap Elios.


Pria itu tentu saja tersenyum saat melihat senyum yang ditunjukkan oleh Caroline. "Serahkan semuanya pada saya, nyonya. semuanya akan beres dalam sekejap." jawab Elios yang kemudian keluar dari ruang kepala sekolah.


"Aku tidak akan membiarkan anakmu keluar dari sini, Mereka sudah menyakiti anak-anak kami!" teriak salah satu wanita.


"Kalian itu yang tidak tahu diri, lihat saja sebentar lagi kalian akan menjadi orang miskin! Kalian sudah membuat mamaku marah Kalian pasti akan menjadi gembel!!" teriak Jesselyn yang benar-benar sangat murah.


Dari tadi gadis kecil itu terus mendengar teriakan teriakan dari tiga wanita yang menarik tubuh saudara-saudaranya, Caroline menatap satu persatu anak-anaknya. David Daniel Joshua. Tiga putranya itu mendapatkan tamparan dari 3 wanita itu Sedangkan Jesselyn dia tidak terluka sama sekali.


"Tiga nenek lampir itu menampar kalian ya, sayang?" tanya Caroline.


Daniel menganggukkan kepalanya.


"Sudah, kalian ini pria hebat. Tidak usah menangis." Caroline mengusap rambut anak-anaknya.


"Dasar wanita tidak tahu diri, kamu memang cantik tapi kamu wanita yang tidak mempunyai akal!" salah satu wanita menghina Caroline.


Hal seperti itulah yang akan membuat orang yang menyindir Caroline hancur.


"Sebentar lagi kamu akan dibuang oleh suamimu, lihat saja." ucap Caroline yang kemudian duduk.


"Nyonya." Panggil Elios yang sudah masuk ke ruangan itu.


"Ada apa, Elios?" tanya Caroline.


Elios memberikan ponsel miliknya, ponsel itu sudah tersambung dengan salah satu pengusaha suami dari salah satu tiga wanita yang sudah menyakiti anak-anaknya.


"Halo tuan Herold." sapa Caroline yang sudah melakukan video call dengan salah satu suami tiga wanita.

__ADS_1


"Nyonya Caroline, Apa yang bisa saya bantu nyonya?" tanya Herold.


"Tuan Herold, mana di antara salah satu wanita ini istrimu?" tanya Caroline sembari memperlihatkan ketiga wanita bersama putranya.


Herold menunjukkan siapa istrinya.


"Ada apa Nyonya?" tanya Herold.


"Tuan Herold, istrimu ini benar-benar tidak bisa mendidik anak ya. Apakah kamu tidak tahu? anakmu sudah mencelakai anakku, dia sudah membuat putraku babak belur." ucap Caroline sembari menunjukkan wajah Joshua yang sedikit terluka.


Raut wajah pengusaha itu langsung pucat pasi. "Apa-apa yang terjadi, Nyonya?" tanya Herold.


"Istrimu sudah memukul putraku di sekolah, anakmu sudah melakukan tindakan kekerasan kepada putraku. Kamu sebagai seorang pria, apakah kamu tidak tahu apa yang dilakukan oleh Anak dan istrimu?!" teriak Caroline yang sudah mulai marah.


Pria yang bernama Herold itu langsung terdiam, dia menelepon sang istri. raut wajah istri Herold pucat tidak terkira.


Tut..


"Dasar wanita bodoh! wanita bodoh! wanita tidak tahu diri! kamu itu adalah gembel yang aku bawa masuk rumahku! sekarang kamu ingin membuat aku menjadi gembel ya!!" teriak Herold dengan begitu keras. Dia menelpon sang istri, memarahinya habis-habisan bahkan mencaci maki dirinya


"Kamu benar-benar tidak tahu siapa yang kamu hadapi itu! kamu wanita bodoh yang ingin menghancurkanku! sekarang aku minta padamu untuk meminta maaf kepada Nyonya Caroline!" Herold memarahi istrinya habis-habisan.


"Aku tidak mau." jawab si wanita.


Herold menutup teleponnya, dua wanita yang lain.. Mereka langsung terdiam, raut wajah mereka langsung pucat pasi.


"Sekarang aku mau lihat bagaimana suami kalian berdua, aku bisa memastikan kalian yang berasal dari keluarga tidak mampu dan kurang berkecukupan itu akan kembali ke tempat asal kalian." ucap Caroline.


Tak ada gerakan, perkataan atau suara yang keluar kepala sekolah. pria itu langsung berdiri mendekati Caroline.


"Tenanglah Nyonya, Saya akan menangani permasalahan ini." ucap kepala sekolah.


"Mulai besok kumpulkan seluruh barang-barang mu, mulai besok kamu tidak akan memimpin sekolah ini." ucap Caroline.


"apa maksud nyonya? kenapa Nyonya mengatakan itu? saya adalah pemilik dari sekolah ini." kepala sekolah yang bingung.


"Kata siapa kamu pemilik tempat ini, Erik Regan adalah pemilik tempat ini, dia penyumbang terbesar sekolah ini. Bahkan seluruh tempat ini sudah kami ambil alih." Caroline tersenyum menatap kepala sekolah yang dari tadi membiarkan tiga wanita itu menyakiti anak-anaknya.

__ADS_1


Kedua kaki kepala sekolah langsung lemas, pria itu terduduk di lantai, dia tidak akan pernah mengira kalau pemilik sebenarnya dari sekolah itu datang dengan amarah yang tidak bisa terkatakan.


"Ampun, ampuni kami, Nyonya." ucap tiga wanita itu.


"Aku tidak pernah memberi maaf kepada siapapun, Aku tidak akan pernah memberi maaf kepada orang-orang yang sudah menyakiti putraku." anak-anakku jawab Caroline.


Tinggal menunggu waktu saja ketiga wanita itu pasti akan mendapatkan sebuah penghargaan atas apa yang sudah mereka lakukan.


"Lebih baik kalian pikirkan baik-baik Apa kesalahan kalian, kalian tidak pernah mendidikkan anak-anak kalian dengan baik. Anak-anak kalian itu sudah melakukan tindakan kekerasan kepada anakku, pantaskan jika anak-anakku membalasnya?" Caroline terus mengejar perkataan tiga wanita itu.


Anak-anak tiga wanita itu nampak terdiam dan ketakutan, Ibu mereka saja sudah ketakutan apalagi ayah mereka menghadapi Erik Regan. tidak akan mudah bagi siapapun yang berhadapan dengan pria itu, mungkin dia akan hancur.


Caroline tidak akan menghancurkan para pengusaha itu karena mereka tidak tahu menahun mengenai apa yang terjadi kepada anak dan istri mereka.


"Apakah kamu yakin kalau suamiku akan takut padamu?" tinggal satu wanita yang terus melawan Caroline.


"Kamu mengandalkan jabatan suamimu ya? dengarkan aku baik-baik, Aku tidak akan tinggal diam. Aku pasti akan membuatmu hancur, Aku tidak akan memaafkan keangkuhanmu ini." jawab Caroline yang kemudian mengajak anak-anaknya pergi dari tempat itu.


Tinggal menunggu kabar dari tiga wanita itu, tinggal menunggu kabar dari kehancuran mereka.


"Mama benar-benar sangat hebat." puji Jesselyn.


"Sebagai anak-anak Mama kalian tidak boleh menjadi lemah, papa kalian adalah orang hebat Apa kalian tidak malu kalian lemah seperti ini?" tanya Caroline.


Joshua diam Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, tentu saja bocah itu takut kepada mamanya. "Maaf ma." ucap Joshua.


*Bersambung*


Mohon dukungannya untuk karyaku.


*Isteri bar-bar bos mafia


*Air mata dan pembalasan


*Isteri bar-bar bos mafia 2


Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊

__ADS_1


__ADS_2