ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2
Ke Casino


__ADS_3

Setelah acara pesta itu Caroline dan Erik semakin memperketat penjagaan kepada anak-anaknya, setelah penculikan yang gagal itu Caroline semakin posesif kepada keempat anaknya. Dia tidak membiarkan keempat anaknya keluar tanpa pengawalan sama sekali.


"Nyonya." Panggil Elios.


"Iya, ada apa Elios." jawab Caroline.


"Nyonya, Apa tidak sebaiknya Nyonya beristirahat dahulu. kelihatannya beberapa hari ini nyonya terlalu bekerja keras." ucap Elios.


"Tidak apa-apa, Elios. lagi pula aku tidak ada pekerjaan lain selain melakukan ini.


"Oh ya, bagaimana kabar Kasino?" tanya Caroline.


"Di sana sudah lebih baik, nyonya. John memegang kendali atas semua kinerja tempat itu." jawab Elios.


"Siapa yang akan berani melawan John, pria itu sangat garang dan menakutkan. pantas saja tak ada wanita yang berani mendekatinya." langsung saja Caroline mencibir Jhon habis-habisan.


"Melihat Nyonya beberapa hari ini begitu stress.. tapi melihatnya hari ini kelakuannya sudah kembali normal. itu artinya Nyonya sudah baik-baik saja." guman Elios dalam hati.


"Oh ya Elios, jangan lupa nanti tolong bilang sama Stella." ucap Caroline.


'Ada apa Nyonya?" tanya Elios.


"Bilang sama istrimu untuk melakukan pengecekan di butik." minta Caroline.


"Baik, nyonya."


Vivi dan Stella sekarang memegang butik milik Caroline, butik itu semakin dari hari ke hari semakin besar butik. yang membuat berbagai rancangan pakaian-pakaian branded tanpa ada yang menyamai.


"Nyonya." Panggil salah satu pembantu.


"Ya." jawab Caroline.


"Ada salah satu pekerja tempat ini ingin memperkerjakan keponakannya." ucap salah satu pembantu.


"Memangnya kalian membutuhkan tambahan pekerja lagi?" tanya Caroline.


"Ya, nyonya. kamu membutuhkan seseorang untuk membereskan kebun belakang. Setelah pekerja bagian kebun pensiun jadi tidak ada yang memperhatikan kebun belakang rumah." jawab pembantu.


"Ya sudah kalau begitu, tolong kamu bilang sama dia untuk membawa keponakannya kemari. Oh ya, jangan lupa tolong juga bilang padanya untuk membawa semua data wanita itu." ucap Caroline.


"Baik, nyonya." jawab Salah satu pekerja.

__ADS_1


"Mama." panggil David.


"Ada apa, sayang?" tanya Caroline.


"Mama, apa mama tidak mau bermain ke Casino lagi?" tanya David.


"Heh?" Caroline sedikit terkejut.


"Heh.., aku bosan di rumah. Apa kita tidak bisa pergi ke Casino bersenang-senang sedikit?" tanya David yang sedikit jahil seperti mamanya.


"Hehehe..," Caroline tersenyum. "Mama mau ambil kunci mobil dulu." jawab Caroline.


Diantara keempat anak Caroline, David adalah perwakilan dari setengah sifat mamanya. setelah mengambil kunci mobil Caroline bergegas keluar bersama kedua putranya, David dan Joshua.


"Mama, apa paman John tidak akan melapor kepada papa kalau mama ke casino?" tanya David.


"Kalau masalah Paman John mama bisa mengatasinya, kalian Tenang saja." jawab Caroline yang melajukan mobilnya.


Erik berada di salah satu perusahaannya. 6dia masih membereskan mengenai masalah yang terjadi di hotel kemarin, pria itu tidak tahu kalau istrinya sedang keluar dengan membawa kedua putranya.


Beberapa menit kemudian Caroline juga sampai di kasino, dia melihat tempat itu memang selalu ramai dipadati oleh tamu.


"Orang-orang ini tidak punya pekerjaan ya ma? kenapa mereka berada di sini?" tanya David dan Joshua.


Seorang wanita cantik memasuki Casino yang memang selalu dipadati oleh pengunjung, beberapa tamu Kasino tidak tahu wanita cantik yang baru masuk itu adalah istri dari pemilik tempat itu. beberapa tamu yang lain memang sudah mengenal sosok Caroline, apalagi wanita itu selalu membuat beberapa pengusaha kaya kehilangan banyak uang ketika mereka berhadapan dengan Dewi judi itu.


"Nyonya." Panggil John.


Caroline menoleh menatap John. "Hai John." jawab Caroline yang kemudian mendatangi John.


"Apa yang Nyonya lakukan di sini?" tanya John.


"Tentu saja aku mau jalan-jalan Jhon, Aku mau mengistirahatkan otakku yang sedikit keriting ini." jawab Caroline.


John memang selalu dibuat marathon otaknya oleh Caroline karena kata-kata yang sangat susah dicerna.


"Apa Nyonya sudah bilang kepada Tuan kalau Nyonya kemari?" tanya John.


Caroline tersenyum menatap anak buah suaminya itu. "John, dengar baik-baik ya. jangan sampai aku marah, jangan sampai aku membuatmu tidak bisa berjalan kembali, Oke." ancam Caroline yang membuat John malah tersenyum balik.


"Hehehe Maafkan aku, Nyonya. Tapi alangkah lebih baik jika Nyonya mengatakan kepada Tuan kalau Nyonya sedang berada di sini, kalau Tuan tahu Nyonya berada di sini takutnya Tuan akan marah." ucap John sembari menepuk-nepukkan tangannya.

__ADS_1


"Tenang saja John, kamu tahu kan bosmu itu sedang sibuk. Dia sedang mengurus beberapa bisnisnya yang seperti benang kusut itu, jadi aku di sini untuk memantau kasino. Kamu tidak usah banyak bicara karena aku membawa dua pengawalku." jawab Caroline.


Jhon mengintip di balik punggung Caroline, ternyata di sana ada David dan Joshua.


"Hai Om Jhon." sapa David dan Joshua.


"Hai tuan muda." jawab Jhon.


"Apakah tidak ada sesuatu yang mencurigakan?" tanya Caroline.


"Semuanya baik, nyonya." jawab Caroline.


"Apakah tidak ada kabar mengenai para kutu kupret itu? para manusia-manusia yang tidak punya pekerjaan selain berusaha menghancurkan orang lain itu tanya Caroline terus menerus.


"Kami belum mendapatkan kabar dari tuan Fabio, kalau masalah kedua orang tua Anda katanya Mereka akan keluar dari penjara akhir-akhir ini." jawab John.


"Oo..," ucap Caroline.


"Kenapa cuma oo?" tanya John.


"Memangnya aku harus menjawab apa?" tanya Caroline.


"Apakah Nyonya tidak merindukan orang tua nyonya?" John kembali bertanya.


"Aku tidak akan pernah merindukan mereka, John. mereka adalah orang tua yang tidak pantas untuk dihormati apalagi harus aku cari informasinya. Mereka itu adalah orang-orang kejam, mereka membuatku seperti hidup di neraka. Selama ini mereka selalu berusaha mengambil keuntungan dari aku dan saudaraku, kami tidak pernah berpikir kalau seperti itu, mereka adalah orang tua yang begitu jahat. Selama bertahun-tahun aku berjuang sendirian, tidak pernah sekalipun mereka berusaha mencari tahu apakah aku baik-baik saja atau tidak." jawab Caroline.


Memang Caroline selalu marah jika membahas mengenai orang tuanya, siapapun tidak ada yang boleh membicarakan mengenai mereka. karena itu Caroline tidak pernah memperbolehkan siapapun berusaha untuk membicarakan mengenai orang tuanya.


Di dalam penjara yang berbeda tempat tapi dalam satu lingkungan, Benito mendapatkan surat kebebasan Begitu juga dengan Melsia. wanita itu mendapatkan bebas persyarat karena kelakuannya baik saat di penjara.


"Dengarkan aku baik-baik ya, jika kamu kembali lagi ke tempat ini aku bisa meyakinkan kalau kamu tidak akan bisa selamat dari orang-orang itu. Jadi kalian harus mengusahakan Kalau kamu tidak kembalilah ke sini, kamu itu pembawa masalah." Pak sipir memberikan surat kebebasan kepada Benito begitu pula dengan Melsia. dia juga mendapatkan surat kebebasan bersyarat.


*Bersambung*


Mohon dukungannya untuk karyaku.


*Isteri bar-bar bos mafia


*Air mata dan pembalasan


*Isteri bar-bar bos mafia 2

__ADS_1


Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊


__ADS_2