ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2
KATAKAN DI MANA MEREKA


__ADS_3

DOR!!


Satu tembakan kembali diberikan oleh Caroline kepada salah satu anak buah Hugo.


"Aku tidak akan membunuh kalian secepat itu, aku akan memberi kalian kesempatan untuk mengatakannya, Jika kalian tidak membuka suara maka aku akan menyiksa kalian sedikit demi sedikit. Kalau perlu aku akan menyayat kulit kalian. Aku ingin kalian merasakan kesakitan, Aku ingin kalian merasakan kematian yang semakin mendekat." ucap Caroline.


John dan beberapa anak buahnya yang ada di samping Caroline mereka benar-benar baru melihat Seperti apa kemarahan seorang wanita. Dengan begitu santainya Caroline menyiksa salah satu anak buah Hugo dengan begitu santai. Besi yang ada di tangannya dimainkan seperti permainan anak kecil, senyum cantik itu bagaikan senyum malaikat kematian yang akan mencabut nyawa targetnya.


"Bunuh saja aku! bunuh saja!!" teriak salah satu pria. Aku tidak boleh membunuhmu semudah itu, aku harus menyiksamu perlahan-lahan, aku tidak boleh membuatmu mati secepat itu. Jika aku melakukannya maka itu tidak pantas kan?" jawab Caroline.


Nafas yang mulai terputus-putus membuat dua anak buah Hugo menatap wanita cantik yang ada di depan mereka. Sebelum Caroline sampai di tempat Erik, ternyata salah satu anak buah Erik ada yang berkhianat. Dia yang selalu membocorkan informasi kepada Hugo hingga Erik tertangkap dan sekarang sudah dipindah ke suatu tempat.


*Brazil*


"Tuan..," suara lirih Kelvin memanggil majikannya.


"Tenanglah, Kelvin. Kita akan keluar dari sini." jawab Erik.


"Tuan, kemungkinan besar salah satu anak buah kita ada yang berkhianat. Pria itu selalu mengetahui gerak-gerik kita, pria itu sudah mengetahui seluruh rencana Tuan." ucap Kelvin.


"Kamu benar sekali, aku yakin anak buahku itu bersama dengan istriku di sana. Jika benar istriku mencari keberadaanku maka nyawanya akan dalam bahaya." Erik benar-benar mengkhawatirkan sang isteri, bagaimana kondisi istrinya, pria itu sudah tahu kalau sang istri mencari keberadaannya.


"Nyonya pasti akan menemukan kita, tuan. Saya yakin Nyonya akan menemukan keberadaan kita." ucap Kelvin.


Erik tersenyum, pria itu tidak akan pernah mengira istrinya akan senekat ini, bahkan lebih nekat dari kebanyakan wanita manapun.


"Aku meremehkan istriku, Kelvin. Aku benar-benar meremehkannya, ternyata istriku wanita yang sangat kuat, dia lebih cerdik dari yang aku pikirkan."


"Tuan harus selalu ingat, Nyonya adalah wanita yang berbeda dari wanita yang lain, dia adalah seorang wanita yang tidak akan bisa ditebak sama sekali." jawab Kelvin.


Seperti apapun dan bagaimanapun Kelvin akan tetap mengkhawatirkan istrinya, dia tidak akan pernah bisa kehilangan wanita yang begitu dia cintai. Jatuh cinta pada pandangan pertama di Casino miliknya.


*Meksiko*


Caroline mulai membaca gerakan tubuh dari dua pria itu, beberapa barang dari anak buah Erik juga ditemukan di sana.

__ADS_1


"Kemana mereka membawa suamiku dan anak buah nya?" tanya Caroline.


"Hahaha..., kamu kira kamu akan bisa menemukan mereka?" cibir si pria.


Caroline tersenyum mendengar perkataan seperti itu. "Aku lebih nekat dari wanita manapun, jika kalian berkata seperti itu maka kalian harus bersiap-siap Jika mulut kalian ini akan aku gores dengan sayatan yang indah." jawab Caroline.


"Jika kami mengatakan di mana keberadaan mereka, Apakah kamu akan melepas kami?" tanya salah satu pria yang tangannya sudah dihunus dengan pipa besi oleh Caroline.


"Akan kupastikan kalian hidup, akan kupastikan kalian kembali ke keluarga kalian. Tapi jika kalian berani membohongiku, Aku sarankan kalian lebih memilih mati daripada aku menyiksa kalian." jawab Caroline.


"Bodoh! kenapa kamu mengatakannya, wanita ini akan tetap membunuh kita!!" bentak pria yang kakinya sudah ditembak Caroline.


"Aku selalu menepati kata-kataku, tapi jika kalian berbohong, maka kalian harus mengatakan selamat tinggal." Caroline yang kemudian berdiri.


"Aku akan mengatakan di mana keberadaan mereka asalkan kamu melepaskan kami, kamu tidak akan membunuh kami." ucap salah satu pria itu kemudian menatapnya.


"Akan kujamin kalian hidup, aku akan meminta anak buahku untuk mengantar kalian Kembali ke tempat kalian dengan selamat. Tapi jika kalian berani berbohong satu kali saja maka ucapkan selamat tinggal. Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun membodohiku. Aku tidak akan membiarkan siapapun melakukan kecurangan."


Dua pria itu menatap Caroline, wanita itu memang berbeda dengan para wanita yang lain. Kata-katanya begitu tegas, Aku mempunyai anak dan istri.


"Aku ingin kembali kepada mereka, Jika kamu bisa menepati janjimu, maka aku akan mengatakannya di mana mereka." ucap si pria.


"Jangan, jangan menyentuh keluargaku. Aku akan mengatakannya." jawab si pria.


Mau tidak mau dua pria itu mengatakan di mana keberadaan Hugo saat ini, salah satu pria itu juga mengatakan sesuatu, dia mengatakan Caroline harus berpikir ulang jika ada sayap terbang di atas kepalanya. Caroline harus menembaknya.


"Rawat luka mereka." pinta Caroline.


"Tapi, Nyonya. Apa Nyonya yakin mereka tidak akan membohongi kita?" tanya Hugo.


"Rawat luka mereka dahulu, nanti kita bicara." pintar Caroline.


Hugo meminta beberapa anak buahnya untuk merawat dua pria itu, sedangkan dia dan Caroline pergi ke suatu tempat untuk membicarakan mengenai sebuah isyarat yang dikatakan oleh dua pria itu.


"Ada apa, Nyonya?" tanya John.

__ADS_1


"Kamu tahu apa maksud dari dua pria tadi, John?" tanya Caroline.


"Maksud nyonya?"


"Dua pria itu tadi mengatakan sebuah isyarat kepadaku." jawab Caroline yang kemudian menulis sesuatu di ponselnya "penghianat".


"Maksud nyonya salah satu anak buah kita ada yang berkhianat?" tanya John.


Caroline menganggukkan kepalanya.


"Lalu, Siapa nyonya?"


"Kita akan cari tahu jika dia membuat kita seperti orang bodoh, maka kita akan pancing dia seperti kelinci yang masuk ke jebakan." Caroline sudah memastikan dia akan membuat orang yang sudah menghianatinya dan sang suami mendapatkan balasan yang tidak akan mungkin dia pikirkan selama ini.


"Pastikan semuanya dalam kondisi seperti biasa, katakan kalau mereka hanyalah pancingan dan mereka akan membawa kita kepada Hugo." ucap Caroline.


"Baik, nyonya." jawab John yang kemudian mengumpulkan anak buahnya.


Sebelum itu jangan meminta beberapa anak buahnya untuk berkumpul di suatu tempat sedangkan dia sendiri dia memberitahu kepada dua pria itu. Jika mereka ingin selamat dan dikembalikan ke tempat mereka, Maka mereka harus bekerja sama dengannya. Jika sampai keberadaan Hugo bocor maka anak buah Erik yang berkhianat itu mungkin akan membunuhnya.


"Kalian paham?" tanya Hugo.


Dua anak buah Hugo menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu, sesuai perintah Nyonya kalian harus melakukan akting sebaik mungkin. Aku akan membiarkan dua anak buahku membawa kalian Kembali ke tempat kalian."


Dua anak buah Hugo menyanggupi permintaan John, sedangkan Caroline dia mengumpulkan 28 anak buahnya tidak termasuk dua pria yang ditugaskan untuk menjaga dua anak buah Hugo.


*Bersambung*


Mohon dukungannya untuk karyaku.


*Isteri bar-bar bos mafia


*Air mata dan pembalasan

__ADS_1


*Isteri bar-bar bos mafia 2


Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊


__ADS_2