ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2
Penyelamatan


__ADS_3

DOR!!


DOR!!


DOR!!


Beberapa tembakan melesat ke arah Erik, rantai yang mengikat tangan pria itu di tembak hingga terputus.


Sosok seorang wanita sudah berdiri di depan pintu ruang penyekapan Erik dan yang lain, Hugo menatap Caroline yang sudah berada di tempat itu.


"Kamu!" seru Hugo.


Akhirnya Caroline bisa melihat Erik dan yang lain. "Sayang." ucap lirih Erik saat melihat sang istri sudah berada di depannya.


Hugo yang terluka langsung menyerang Caroline, dia berusaha melukai wanita itu untuk dia bawa pergi.


BUKKK..


Satu tendangan dari Hugo, namun Caroline langsung menghindar, dia melompat memutar tubuhnya.


BUGG..


PAKK..


BUGG..


Caroline terus memberikan serangan demi serangan ke arah Hugo, wanita itu bahkan menyerang Hugo tanpa memberi celah sama sekali. Caroline yang memang adalah wanita yang suka bertarung dia tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk menghinanya.


"Heh.. heh..," nafas yang terengah dari Hugo. apalagi luka di kakinya mengeluarkan darah yang semakin banyak.


"Gila, wanita ini benar-benar gila. Dia sangat sulit dikalahkan, dia seperti seorang setan." guman Hugo dalam hati ketika Caroline terus menyerangnya. Untung saja itu hanya serangan fisik bukan pistol yang bermain.


DEG..


Baru kali ini Erik melihat sang istri berkelahi seperti ini, dia baru melihat pergerakan lincah darinya.


DOR!!


DOR!!


DOR!!


Beberapa tembakan tiba-tiba terdengar di tempat itu, John dan Paman McQueen sudah bisa menerobos beberapa anak buah Hugo yang ada di tempat itu. Mereka tidak akan pernah mengira kalau ada serangan mendadak seperti ini, Caroline tersenyum ketika dia mendengar suara tembakan. Dia sudah mengira pasti John sudah datang ke tempat ini.


"Bagaimana, Apakah kita teruskan pertarungan ini?" tanya Caroline. Wanita itu kemudian mengambil pisau yang ada di celananya.

__ADS_1


ZLEPP..


Caroline mencoba untuk melukai Hugo, namun sayangnya beberapa anak buah pria itu langsung membawa pergi Bos mereka. Tatapan mata Caroline terus menatap sang suami bersama dengan anak buahnya, tentu saja wanita itu lebih memilih untuk melepas Hugo daripada dia harus bertarung dengannya.


DOR!!


DOR!!


terdengar beberapa suara tembakan kembali, John dan Paman McQueen sudah berada di ruang penyekapan.


"Kamu baik-baik saja, Caroline?" tanya Paman McQueen.


Caroline menganggukan kepalanya, dia menatap sang suami yang kondisinya benar-benar sangat mengenaskan.


DOR!!


DOR!!


DOR!!


beberapa tembakan Caroline ke arah rantai yang membelenggu tangan sang suami juga Kelvin. Erik menatap sang istri, tatapan mata itu benar-benar begitu dalam, mungkin dalam hati Erik begitu tidak percaya kalau istrinya berada di depannya. Menyelamatkannya Setelah dia ditahan selama beberapa minggu.


"Sayang." panggil Caroline.


Erik berusaha untuk berdiri, dia menatap sang istri yang sudah ada di depannya. "Aku benar-benar tidak mengira kamu akan datang, sayang." ucap Erik.


Hugo sudah melarikan diri bersama beberapa anak buahnya, sedangkan Fabio yang ada di ruang penyakapan itu dia menatap Caroline yang begitu istimewa.


"Aku sudah melepaskan anak buahmu Semuanya, sayang. Beberapa diantara mereka sudah meninggal." ucap Caroline.


Erik menganggukan kepalanya.


"Terima kasih, Nyonya. Terima kasih karena nyonya mau datang mencari kami." ucap Kelvin.


"Kalian adalah keluargaku, tentu kalian adalah tanggung jawab Kami." jawab Caroline yang kemudian meminta John dan Paman McQueen untuk membantu.


"Apa kalian akan melupakanku?" tanya seseorang yang berada di sudut sedikit jauh dari Erik.


Caroline menatap pria yang dia cari informasinya selama beberapa waktu ini.


"Kamu kamu ada di sini juga?" cibir Caroline ketika melihat Fabio juga berada di sana.


"Memangnya kenapa kalau aku juga ada di sini?" tanya Fabio kepada Caroline.


Wanita itu menunjukkan senyumnya, Dia berjalan mendekati Fabio yang juga tangannya dirantai oleh Hugo dan anak buahnya.

__ADS_1


"Aku benar-benar tidak mengira kalau kau akan di sini juga, aku kira kamu pergi ke mana, ternyata kamu juga tertangkap seperti suamiku ya?" beberapa kalimat sindiran yang begitu tajam keluar dari mulut Caroline.


"Ternyata lidahmu tajam dan pedas juga ya." ucap Fabio.


"Kenapa? tidak terima ya? Apa kamu mau membusuk di sini? kalau kamu mau membusuk di sini ya tidak apa-apa, lagi pula lebih baik kamu membusuk di sini daripada kau akan mengganggu suamiku lagi."


"Biarkan dia lepas, istriku. Kami sekarang mempunyai incaran yang sama, Jika kamu membunuhnya musuh pria yang bernama Hugo akan berkurang." ucap Erik.


"Siapa Hugo?" tanya Caroline.


"Pria yang tadi kamu hajar habis-habisan." jawab Erik.


Caroline menganggukkan kepalanya kemudian meminta beberapa anak buahnya untuk segera pergi dari tempat itu.


"Lebih baik kita bahwa mereka ke rumah sakit terdekat di sini saja, Caroline. Kalau kita membawa mereka langsung pulang takutnya kondisi mereka akan memburuk." ucap Paman McQueen yang memberi saran.


"Baiklah kalau begitu, Paman. kita bawa mereka ke rumah sakit terlebih dahulu, lagi pula aku juga ingin mencari tahu siapa pria itu." jawab Caroline.


"Jangan main-main, Caroline. Kamu sudah berhadapan dengan orang yang berbahaya, nasib baikmu saja kamu mengalahkannya dengan mudah. Kalau nasib burukmu datang apa yang akan terjadi?" terlihat sekali kalau Paman McQueen sangat marah kepada Caroline.


Melihat raut wajah menakutkan dari Paman McQueen Caroline memalingkan wajahnya.


"Paman, wajahmu itu sudah tua rambutmu sedikit beruban, jangan menunjukkan ekspresi yang seperti itu, aku jadi takut..," ucap Caroline yang kemudian berjalan meninggalkan Paman McQueen.


Siapa yang tidak akan kesal dikatakan seperti itu, ya terima saja daripada harus berdebat di situasi yang segenting ini.


Hugo melarikan diri bersama beberapa anak buahnya, mereka pergi ke suatu tempat. "Saya tidak mengira kalau mereka tiba-tiba menyerang ke kita, Tuan." ucap anak buah Hugo.


"Aku juga tidak akan pernah mengira kalau mereka mengetahui tempat kita, kalau mereka tahu berarti anak buah Erik sudah dibunuh oleh mereka." ucap Hugo.


"Kita tidak akan tahu sepak terjang mereka, Tuan. Apalagi wanita itu wanita itu sangat menakutkan?" ucap anak buah Hugo kembali.


Hugo tersenyum sembari membayangkan wajah wanita cantik yang bisa memberikan dia beberapa pukulan.


"Aku akan segera sehat kembali jika luka-luka yang ada di tubuhku sudah membaik, akan kupastikan aku akan mengambil wanita itu, aku akan menjadikannya milikku." senyum jahat Hugo kembali terlihat. Dia sudah memikirkan rencana ke depan untuk melakukan sesuatu, dia tidak memikirkan Bagaimana kondisinya sekarang, mobil yang dikendarai oleh Hugo sudah pergi meninggalkan tempat itu.


Entah kemana pria itu pergi, namun beberapa anak buahnya tentu sudah mencari tempat bersembunyi.


*Bersambung*


Mohon dukungannya untuk karyaku.


*Isteri bar-bar bos mafia


*Air mata dan pembalasan

__ADS_1


*Isteri bar-bar bos mafia 2


Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊


__ADS_2