ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2

ISTERI BAR-BAR BOS MAFIA 2
Ada cemburu


__ADS_3

Caroline membawa Ruhan pulang ke rumahnya, dia ingin menunjukkan anak-anak kembarnya yang selalu membuat rusuh onar bahkan selalu membuatnya pusing kepala.


Hari ini Erik pulang lebih awal dari biasanya, karena dia tidak akan membiarkan siapapun lebih tepatnya pria manapun mendekati istrinya.


"Kamu ada di rumah, sayang?" tanya Caroline.


Erik tersenyum menatap istrinya, pria itu berjalan mendekati sang istri kemudian memberikan dia kecupan.


"Jelas saja dia sudah pulang, Caroline. Dia tahu kalau aku kamu bawa pulang ke rumah." guman Ruhan dalam hati.


Erik menatap sang istri, Caroline sendiri tersenyum menatap suaminya. "Hahaha.. jadi seperti itu ya sayang?" tanya Caroline sembari menatap suaminya yang melihat Ruhan.


Tak Ada jawaban yang dikeluarkan oleh Erik, namun dia hanya menatap istrinya.


"Bagaimana, Ruhan? Apa kamu mau menerima tawaranku?" tanya Erik.


"Tentu saja saya mau, Tuan. Saya akan melakukan yang terbaik." jawab Ruhan.


"Kamu memberi pekerjaan apa sama dia?" tanya Caroline.


Erik memalingkan wajahnya, dia memang berniat membuat sang istri benar-benar penasaran.


"Sayang, ditanya kok seperti itu? memangnya kamu menawarkan pekerjaan apa sama dia?"


"Ini rahasia para pria." jawab Erik.


"Berani ya kamu mengatakan hal itu padaku, kalau begitu mulai sekarang dan seterusnya ponsel kendaraan dan semua yang aku pakai. Aku akan melakukan pembersihan menyeluruh, Aku mau tahu jika seluruh alat yang kamu tanam di semua barang yang aku pakai itu lepas. Apakah kamu bisa mencari keberadaanku jika aku kabur, sayang?" ancaman telat membuat Erik langsung menatap sang istri.


"Kamu berani melakukannya, sayang?"


"Tentu aku berani melakukannya, sayang. kamu mau aku buktikan?"


Erik dan Caroline saling menatap satu sama lain, alhasil Erik lah yang akan kalah.


"Kamu tahu kan sayang, beberapa waktu yang lalu aku membeli perusahaan otomotif dari salah satu pengusaha yang putranya mengganggu Putra kita itu?" tanya Erik.


"Iya aku tahu." jawab Caroline.


"Ruhan akan memegang tempat itu, lagi pula dia adalah orang yang sangat mengenal betul bagaimana perusahaan itu."jawab Erik.


Caroline tersenyum kemudian menarik kemeja suaminya.

__ADS_1


CUPP..


Satu ciuman langsung mendarat di bibir Erik, Caroline mencium suaminya dengan begitu keras.


"Oh thank you my honey, kamu benar-benar sangat istimewa." Caroline kemudian berbalik menatap Ruhan. "Itu artinya Kamu akan tinggal di sini, Ruhan?" tanya Caroline.


Ruhan menganggukkan kepalanya.


"Itu artinya aku punya satu geng lagi dong." jawab Caroline yang membuat Erik langsung duduk menatap Ruhan.


Senyum kikuk ditunjukkan oleh Ruhan ketika Caroline mengatakan hal itu. "Oh ya, Ruhan. Apa kamu tahu di mana keberadaan Avara!" tanya Erik.


"Tentu Tuan, tentu saya tahu di mana keberadaannya. tapi saya hanya mengetahui alamatnya bukan tempatnya." jawab Ruhan.


"Baguslah kalau begitu, aku akan memerintahkan anak buahku untuk melacak tempat itu." jawab Erik.


Tak berselang lama salah satu dari si kembar turun ke lantai bawah, David menatap seorang pria yang biasa dia vc di malam hari.


"Paman Ruhan!" seru David yang terkejut saat melihat Ruhan ada di rumahnya.


"Halo tampan.'' jawab Ruhan sembari melambaikan tangannya.


David langsung berlari, bocah kecil itu melompat ke tubuh Ruhan.


"Mereka masih ada di atas. Daniel sedang mengotak Atik laptopnya, Joshua membaca buku Jesselyn tidak tahu di mana karena kamera kami terpisah." jawab David.


"Apartemen untukmu sudah aku persiapkan, nanti kamu akan pergi bersama Elios. Kalau kamu membutuhkan sesuatu Kamu tanya saja Elios, karena dia akan menjadi pembimbingmu sedangkan Kelvin dia adalah tangan kananku yang tidak bisa diganggu oleh siapapun." ucap Erik.


"Baik, Tuan. Terima kasih atas semua yang Tuan berikan." Ruhan sedikit membungkukkan tubuhnya.


"Oh ya sayang, Mungkin besok aku dan Kelvin akan keluar kota. Ada beberapa permasalahan di salah satu tempat milikku." ucap Erik. Salah satu tangannya terus membelai rambut sang istri.


"Berapa hari?" tanya Caroline.


"Mungkin 2 hari." jawab Erik.


Kalau biasanya Caroline akan ikut kemanapun sang suami pergi, karena sekarang mereka sudah mempunyai anak tidak mungkin Erik akan membawa anak dan istrinya. pria itu takut kalau anak-anaknya dalam bahaya.


"Kalau ada sesuatu kamu kabari aku ya, sayang. lagi pula masih banyak pasukan yang bisa kita gerakkan." Caroline tersenyum cengingisan.


Ruhan menatap sahabatnya itu, terlihat sekali kalau Erik memperlakukan Caroline dengan begitu istimewa. Pria itu cinta buta cinta mati cinta segala-galanya kepada sahabatnya.

__ADS_1


"Paman." Panggil David.


"Iya, David." jawab Ruhan.


"Paman mau ikut aku ke kamarku? aku akan memperlihatkan sesuatu untuk paman." ajak David.


"Boleh."


Setelah Ruhan pergi bersama dengan David, Erik berbicara dengan Caroline mengenai suatu permasalahan yang harus diketahui oleh istrinya.


"Apa kamu akan mencari keberadaan Avara, sayang?" tanya Erik.


"Tentu saja Sayang, aku harus mencari keberadaannya. Sudah hampir 6 tahun aku mencari keberadaannya, namun tidak pernah aku dapatkan keberadaannya. Sekarang aku mendapat informasi kalau dia berada di negara ini, tidak jauh dari tempatku." jawab Caroline.


"Ya sudah kalau begitu kamu minta Jhon dan Elios untuk ikut denganmu, jangan sampai kamu sendirian. Aku tidak suka..," Erik mengecup kening sang istri.


"Aku juga menekankan padamu untuk pergi hanya bersama dengan Kelvin, Jangan pernah membawa satu bianglala di antara kita berdua. jika sampai aku tahu kamu berusaha melirik atau menatap wanita lain.. lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu." ancam mau keluar kembali.


"Tidak mungkin lah Sayang aku melakukannya. Aku ini masih waras, Aku masih mau hidup tenang. Lagi pula aku sudah mendapatkan wanita yang sangat istimewa, Kenapa juga aku harus mencari wanita lain di luar sana."


"Tentu saja kamu mengatakan itu di depanku, jika sampai kamu berani melakukan sesuatu yang tidak wajar di luar sana... akan kupastikan pistol yang ada di ruang bawah tanah itu muncul semuanya."


Erik hanya bisa tersenyum dengan kata-kata yang keluar dari mulut istrinya. Memang sekarang Caroline sudah pandai memakai senjata apapun, Erik selalu tenang dalam menghadapi sang istri namun dia tidak akan tenang jika melihat istrinya didekati oleh pria lain.


"Oh ya Sayang, emangnya ada masalah apa di tempatmu itu?" tanya Caroline kembali.


"Ada seseorang yang menyelundupkan senjata ilegal di gudang tempatku, jika sampai ada razia dari pemerintahan maka kamu tahu kan akibatnya. Aku tidak bisa membiarkan mereka berusaha menghancurkanku, Aku tidak akan membiarkan para mafia Brengsek itu menggunakan trik licik untuk membuatku hancur." jawab Erik.


"Oh ya Sayang mungkin beberapa hari ini akan ada pembantu baru di rumah kita, salah satu pembantu di sini membawa keponakannya. Katanya sudah lama dia ingin mencari pekerjaan." ucap Caroline.


"Itu terserah padamu, Sayang. Aku sangat yakin dan percaya padamu, Kamu tidak usah mengatakan itu urusan rumah. Kamu urus biar aku mencari selembar uang untukmu.' Erik kembali mencium bibir sang istri.


*Bersambung*


Mohon dukungannya untuk karyaku.


*Isteri bar-bar bos mafia


*Air mata dan pembalasan


*Isteri bar-bar bos mafia 2

__ADS_1


Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊


__ADS_2