Istri Dadakan Tuan Aryan

Istri Dadakan Tuan Aryan
bab: 12 Masakan Gosong


__ADS_3

"Astaga!!!"


Brukk!!!


Keduanya jatuh ke atas tempat tidur dengan posisi Aryan di atas, dan Kesya di bawah.


Keduanya sempat saling tatap, sebelum menyadari keadaannya sekarang.


"Aryan!!!"


"Hih, kok lo malah nimpahin gue sih? Berat tau!"


"Namanya kecelakaan, sorry dong."


"Sorry, sorry! Mesum lo kan? Main nyosor aja kaya angsa lo!"


"Idih, geer banget! Heh, tadi itu gue kesandung. Bukan mau mesum. Enak aja asal tuduh, lo."


"Banyak omong, lo."


"Awas, geli gue lama-lama deket sama, lo. Ngerih, tukang nyosor." Ucap Kesya sambil pergi keluar


"Makasih buat tenaganya ya, besok-besok gini lagi, biar hemat." Teriaknya


'Kalo di pikir-pikir, Kesya cantik juga ya?' Batin Aryan


*******


"Lo ngapain ke sini?" Aryan malah menyusul Kesya ke dapur


"Gak ada, cuma mau liat doang."


"Hih, mending lo cabot aja deh, gak konsen gue jadinya."


"Santai aja kali, orang cuma liatin juga."


"Lo mau masak apa, Key?"


"Peyek nyamuk!" Sahut nya asal


"Wah, enak tuh."


"Ya ampun! Memang rada mereng otak lo tuh!"


"Ah, gak juga. Cuma rada geser aja sih."


"Sama aja. Duh, makin stres gue lama-lama liat, lo."

__ADS_1


"Salah lo juga sih, orang nanya bagus-bagus, lo malah jawabnya asal."


"Salah sendiri, lo kan liat gue lagi masak apa, pake acara nanya segala."


"Namanya basa basi, kan gak mungkin langsung ke intinya, ntar lo marah lagi."


"Lo ini sekarang lagi bahas apaan sih, Aryan? Jawaban lo itu gak nyambung semua, ngelindur."


"Biasa! Belum kena soalnya."


"Wah, makin gak beres, lo. Atau jangan-jangan, lo narkoba ya? Jujur lo?"


"Ck! Gila kali, lo."


"Aryan, lo ada nyium-nyium kaya bau gosong gak sih?"


"Iya, ya key. Deket banget loh ini baunya." Ucap nya lagi sambil menajamkan indra penciumannya.


Kesya langsung menunduk, ia terkejut. Ternyata yang hangus adalah masakannya.


"Astaga! Yah, masakan gue. Elo sih, gara-gara lo ni, masakan gue jadi hangus."


"Kok salah gue? Kan elo yang masak."


"Tapi kan, lo yang dari tadi ngajakin ngobrol mulu. Udah di usir juga, masih aja di sini. Liat nih, hangus semua."


"Itulah manusia gak pernah bersyukur. Gue bela-belain masak buat sarapan lo, malah jadi hangus gini."


"Ulu-ulu, kasihannya."


"Bau apa ini, Non?" Tanya Bi Ijah yang tiba-tiba muncul


"Ya allah, Non. Sampe hitam gini? Emangnya Non mau masak apa? Kan biar bisa bibi masakin." Ucap Bi Ijah sambil menahan tawa


"Ih, kok bibi malah ikut ngetawain Kesya sih? Lo juga, Yan pake acara ngetawai gue segala."


"Sudah, sudah! Kalian ke depan aja, biar Bibi yang masakin."


"Gak usah, Bi. Kesya suka kok sama yang gosong-gosong gitu."


"Aryan! Lo, lama-lama gue pites juga ya! Bikin kesel aja dari tadi."


"Udah, Bi. Pokoknya jangan di buang ya. Ini makanan kesukaan Kesya loh, Bi."


"Nih ya, Bi. Kesukaan Kesya itu, yang besar, yang panjang, sama ya gini, gosong. Hahahaha"


"Aryan!!!" Teriak Kesya kesal

__ADS_1


Aryan malah tertawa. "Buahahaha... rasain noh, sayur hangus."


"Kan, Bibi malah ikutan ketawa juga. Udah lah, aku pigi aja." Ucapnya lalu pergi.


"Udah ah, Den. Kasihan tuh, Non Kesya nya jadi ngambek."


"Gak papa, Bi. Aku suka kalo liat Kesya menderita gitu."


Kesya yang tadi pergi, kini malah kembali lagi. "Loh, kok balik lagi? Tapi katanya mau pergi."


"Kebelet gue. Buang hajat dulu, habis itu baru pergi."


"Toilet sekali pake dua ribu rupiah ya."


"Toilet bayar? Hih, medit amat sih lo."


"Biarin! Gak pelit, gak kaya."


"Agghh!!! Bodo lah, Aryan. Stres lama-lama gue ngomong sama, lo." Ucapnya frustasi


"Hahaha... Suka gue kalo liat lo bigini, makin cantik tau."


"Cie... ada yang di bilangin cantik nih?"


"Shut! Bibi diam aja, Jangan ikut campur. Ini tentang masalah ranjang. Eh, masalah serius maksudnya."


"Den, kayanya Non Kesya lagi ngode itu, Den." Bisik Bi Ijah


"Eits, Bi Ijah mulai pande ya sekarang?"


"Udah, udah! Gak perlu pakai kode-kode segala. Kalo memang lo mau, kita gas sekarang juga." Ucap Aryan sambil menarik tangan Kesya


"Lo mau bawa gue kemana?"


"Katanya mau ke kamar, yaudah nunggu apa lagi coba? Udah ayo."


"Aryan, gue gak mau! Bi, tolingin Kesya! Aryan!!!"


Aryan tak mempedulikan teriakan, Kesya. Ia terus menarik Kesya naik ke atas.


Bersambung....


Waduh, masih pagi loh, udah mau kuda-kudaan aja nih! Hahaha


Terimakasih buat yang udah mampir, lope banyak-banyak untu kalian😘


Jangan lupa like, komen, and votenya ya kak🤗

__ADS_1


__ADS_2