
Happy readyng🌷🌷🌷
"Puas lo hah? Sadar bang! Dia istri, lo. Seharusnya lo ngasi contoh yang baik buat dia, bukan sebaliknya."
"Mending lo pergi! Gue gak kenal sama, lo. Lo bukan Abang gue, paham?!"
Vidya langsung menutup pintu dan membantingnya.
Setelah di rasa cukup tenang, Aryan kembali mendatangi Kesya di kamar Vidya.
"Key! Gue mau ngomong sama, lo." Ucap Aryan sambil terus mengetuk pintu.
Pintu terbuka dan terlihat Kesya tengah termenung di atas ranjang king size itu.
"Mau ngapain, lo Bang? Jangan coba-coba buat ganggu Mbak Kesya lagi."
"Gue mau ngomong bentar sama, Kesya."
"Enggak! Gue gak bakalan ngasi lo jumpa sama, Mbak Kesya."
"Dia istri gue, Vidya! Lo gak usah ikut campur rumah tangga gue. Lo urus aja sana kuliah, lo."
"Belum apa-apa, lo udah ngegas gini, Bang. Gimana nanti kalo, lo jumpai Mbak Kesya? Mau lo pukul lagi dia?"
Aryan tak menggubris ucapan, Vidya. Dia menerobos masuk dan menemui Kesya.
"Key, ikut gue ke kamar. Gue mau ngomong sama, lo!"
"Apaan sih, lo Bang? Lo liatkan, Mbak Kesya itu gak mau. Gak usah maksa deh."
"Lo diem aja, Vid! Gue lagi gak ngomong sama, lo!"
"Tapi kan..."
Kesya langsung memotong ucapan, Vidya. "Udah gak apa-apa, Vid. Makasih ya, mbak mau ke kamar dulu ya."
Setelah mengucapkan itu, Kesya langsung keluar dan di susuli oleh Aryan. "Mau ngomong apa?"
"Lo masih marah sama, gue?"
"Lo pikir?"
"Gue minta maaf soal tadi. Gue gak sengaja! Gue gak bisa nahan emosi, gue tadi. Makanya sampe kasar ke, elo."
"Gak perduli juga sih, gue. To the point aja! Mau ngapain, lo ajak gue kemari?"
"Gue udah mutusin, kalo gue akan mempertahankan rumah tangga ini, dan ninggalin Kanaya."
"Rumah tangga mana lagi yang harus, lo pertahankan? Semuanya udah hancur berkeping-keping, Aryan!"
__ADS_1
"Dan itu semua gara-gara, lo! Bisa ya setelah kejadian tadi, tiba-tiba ngomong gini? Secepat itu, lo lupakan kejadian tadi."
"Key! Kan gue udah bilang, gue minta maaf! Gue gak sengaja kok. Dan itu juga gara-gara, lo! Pake acara mau bunuh diri segala, alay lo!"
"Siapa bilang gue mau bunuh diri?"
"Ya buktinya tadi ada anti nyamuk di samping, lo. Berartikan, lo mau bunuh diri?"
"Mata, lo! Tadi itu jatuh dari atas meja. Gue benerin, cuma gue taroh di samping gue. Gak gue letak di tempat asalnya."
"Astaga! Lo serius?"
"Ya iyalah! Makanya kalo gak tau itu nanya, bukan main asal tuduh. Sakit nih pipi gue, lo tampar tadi."
"Namanya gue gak tau. Gue kira lo mau bunuh diri."
"Kalau pun iya, gak mesti pake nampar segala kali! Panas nih pipi gue."
"Oke, oke gue minta maaf ya! Kalo, lo mau nampar gue balik juga gak apa-apa kok. Asalkan lo jangan marah lagi sama, gue. Gue gak bisa di anggurin kaya tadi pagi."
"Maafin gak ya? Ah, gak mau ah."
"Maafin dong. Ntar gue ajak belanja deh. Terserah lo mau belanja apa."
"Gak mau! Gue kan lagi marah sama, lo! Jadi gue gak mau ngomong sama, lo."
"Lah, tadi yang ngomong siapa?"
"Terserah, lo deh. Oh iya, Key gue mau ngomong nih sama, lo."
"Ngomong apaan?"
"Sebenarnya, gue itu suka sama lo! Gue sayang sama, lo! Gue gak mau pisah dari, lo Key! Lo mau gak nerima cinta gue?"
"Hahaha... Aryan, Aryan! Prank lo gak lucu tau! Gak mempan beginian sama, gue."
"Siapa yang ngeprank? Ini serius. Mau gak?"
"Gak mau ah! Entar gue lo pukul lagi, dih ogah banget!"
"Enggak! Yang tadi itu khilaf. Gue janji, gue bakal sayang sama lo, dan gue gak akan pernah buat kasar sama, lo!"
Setelah mengatakan itu, Aryan berlutut di hadapan Kesya sambil menyodorkan sebuah kotak mini berwarna merah.
"Will You Marry Me, Kesya Azzahra?"
"Yes, I do!" Aryan bangkit dan langsung memeluk tubuh Kesya.
"Lo serius mau kan?"
__ADS_1
"Astaga! Gue seneng banget!"
"Tapi boong!" Sahut Kesya sambil tertawa
"Ck! Serius dong, Key! Gak lucu tau. Lo mau atau enggak ni?"
"Mau loh! Gitu doang baper." Aryan lompat-lompat kegirangan.
"Gue udah mutusin, gue bakalan ngadain pesta besar-besaran. Biar semua orang tau, kalau seorang Kesya Azzahra adalah istri dari Tuan Dokter Aryan Wijaya Aditama."
"Alay, lo!" Ucap Kesya sambil menyubit lengan, Aryan.
"Aduh! Sakit tau!"
"Emang bener, lo bakal ngadain pesta besar-besaran? Apa gak terlalu berlebihan ya? Kan kita juga memang udah sah di mata agama, buat apa pesta lagi? Kan sayang uangnya."
"Lo diem! Lo tinggal terima bersih aja, biar gue yang ngatur semua. Sekarang kita turun yuk, dah laper nih gue."
Keduanya turun untuk makan malam. "Lah, udah berdua-dua an aja nih?" Ledek Mama Indri
"Tadi berantem, ini udah ketawa bareng. Awas aja kalo berantem lagi, entar." Sahut Vidya
"Mau makan apa, Yan? Biar gue ambilin."
"Mbak Kesya baik banget ya. Udah di kasarin juga sama, Bang Aryan masih aja mau nyiapin makan untuknya"
Kesya hanya tersenyum. "Namanya istri soleha, ya harus gitu lah."
"Itu lah kau, Bang. Udah dapet istri baik, masih aja gak tau diri."
"Shut! Gak baik ngomong gitu, Vidya. Udah buruan makan, keburu dingin nanti." Potong Mama Indri
Semuanya makan dengan khidmat. Selesai makan, Aryan mulai mengutarakan niatnya tadi pada orang tuanya
"Em, Mah, Pah! Aryan rencananya mau ngadain pesta pernikahan kami, boleh?"
"Terserah kamu! Pernikahan itu bukan main-main, Aryan! Kamu juga selaku kepala keluarga harus tegas. Dan jangan pernah main kasar sama perempuan." Sahut Papanya
"Mama setuju, selagi itu baik. Tapi, gimana hubungan kamu dengan Kanaya? Kamu udah ngomong sama dia, Aryan?"
"Belum, Mah. Nanti aja Aryan jumpai dia, sekalian mau ngasi undangannya."
"Wah, akhirnya Mbak Kesya jadi kakak ipar aku sesungguhnya. Tenang aja, Mbak nanti aku dandani secantik mungkin."
"Gak perlu! Lo make lipstik aja belepotan, pake mau make up-in Kesya segala. Jadi ondel-ondel bini gue yang ada."
"Astaga! Abang berdosa banget!" Semua tertawa, begitupun dengan Kesya dan Aryan.
Bersambung...
__ADS_1
Wah, ada yang berbunga-bunga nih😊