
"To...long! Agh! Uhuk!!! Uhuk!!! Aryan, tolongin gue!!!" Teriak Kesya histeris. Berharap, Aryan dengar dan bisa menolong dirinya.
"Bersiaplah menjemput ajal, lo sekarang juga!"
"Gue mohon! Lepasin gue, sakit!!!"
"Uhuk!!! Uhuk!!! Uhuk!!!" Karna cengkraman wanita itu semakin kuat, membuat Kesya menjadi sesak nafas.
"Lepasin, gue! Aryan! Tolong!"
"Teriaklah! Bersiap, lo bakal mati di tangan, gue."
"Tolong! Tolong! Aryan, tolong!"
"Apaan sih, Key?!"
"Aryan! Tolongin, gue!!!"
"Bangun! Woi!! Kesya, bangun!!!"
Teriak Aryan tepat di telinga, Kesya membuat sang empu langsung terbangun.
"Huh!!! Huh!!! Huh!!!" Kesya mulai mengatur nafasnya yang seperti orang habis lari maraton berkilo-kilo meter banyaknya.
"Kenapa, lo teriak-teriak? Makanya tidur itu berdoa, biar gak mimpi."
"Gue udah doa kali!"
"Emangnya, lo mimpi apaan?"
"Jadi tadi, gue mimpi lagi bertengkar sama seorang perempuan. Nah, dia bilang kalo, gue itu udah ngerebut, lo dari dia."
"Terus?"
"Lo mau tau, Yan? Yang lebih parah nya lagi, dia bilang kalo dia yang udah ngeracunin, gue kemarin. Dan, dia juga yang udah membunuh pelayan pria kemarin, supaya tidak ada jejak tentang perbuatan keji nya itu."
"Ha? Berarti dia pelaku yang selama ini kita cari! Lo tau orangnya?"
"Gak tau! Dia kaya lagi make topeng gitu. Jadi cuma bibirnya aja yang kelihatan."
"Terus kan, Yan. Dia tadi nyekik leher, gue. Sakit banget! Kaya lagi nyata gitu."
"Serius? Berarti dia punya dendam tersembunyi tuh sama, lo."
__ADS_1
"Terus dia bilang, dia mau lenyapin, gue. Karna gue udah ngerebut, lo dari dia. Emang ya! Padalan, gue gak ada ngerebut, lo kan? Lo aja yang mau sama, gue."
"Terpaksa kali! Tapi siapa ya, Key? Kaya misterius banget!"
"Ya mantan pacar, lo lah siapa lagi? Emang mantan, lo ada berapa? Bisa jadi satu di antara mereka pelakunya."
"Kanaya maksud, lo? Apa mungkin?"
"Ya bisa jadi juga sih. Bisa jadi dia dendam kan sama, gue gara-gara lo nikah sama gue. bisa jadi kan?"
"Apa mungkin, Kanaya begitu? Tapi bisa jadi juga sih, Key! Apa harus kita selidiki lagi? Biar semuanya terbongkar."
"Gak usah deh, Yan. Ikhlasin aja."
"Yakin? Biar ketahuan siapa yang bikin lo keracunan kemarin. Tapi, kalo lo gak mau, yaudah sih gak masalah."
"Udahlah, lupain aja."
"Oke kalo gitu."
"Hei! Kalian ini kalo mau mau main itu jangan bersuara, berisik! Kaya ayam aja, bising bener!" Teriak Mama Indri dari luar kamar.
"Kamu juga, aryan! Kamu apain, Kesya sampai minta tolong gitu? Diem-diem aja klo mau bikin itu. Tau-tau udah jadi, kan enak."
"Siap suhu!" Sahut Aryan dari dalam
"Em, Key gue besok siang rencananya mau ke rumah, Kanaya bentar ya."
"Mau ngapain, lo kesana? Mau tebar pesona, iya? Dasar kegatalan, lo!"
"Dih, fitnah! Gue mau nanya sama dia, apa bener dia yang udah ngeracuni, lo kemarin."
"Gak perlu lah, Yan. Kan kita gak ada bukti, ujung-ujungnya jatuhnya fitnah."
"Gue sih yakinnya dia, Key. Siapa lagi coba kalo bukan, dia?"
"Iya kalo bener itu, dia kalo bukan? Udahlah biarin aja. Udah yuk tidur lagi, ngantuk nih gue."
Aryan pun mulai merebahkan tubuhnya di samping, Kesya.
Dia masih terus memikirkan siapa wanita yang di maksud, Kesya tadi.
Saat Aryan menoleh ke samping, ternyata Kesya sudah terlelap.
__ADS_1
"Lo tenang aja, Key! Gue akan terus cari siapa pelakunya." Gumamnya sambil mengelus rambut hitam milik, Kesya.
Hingga akhirnya ia pun terlelap dan mulai berseluncur di alam mimpinya.
*******
🌷Flash Back Off🌷
"Gue gak terima, lo giniin, Aryan! Lihat aja, akan gue hancurkan acara pernikahan kalian!"
Sebenarnya, Kanaya udah punya rencana buat nyelakain, Kesya! Dia berharap, Kesya maeninggal. Namun perkiraannya salah. Kesya selamat dalam musibah itu.
"Kurang ajar! Dasar pria gak tau diri! Udah gue tolongin, malah giniin gue! Bersiaplah, lo bakal kehilangan nyawa kekasih lo itu!" Umpat Kanaya.
Kanaya pun mulai bersiap untuk pergi ke acara pernikahannya, Aryan.
Setelah sampai, Dia mencampurkan racun kedalam minuman, lalu di berikan kepada, Kesya.
Setelah Kesya menerima minuman itu, Kanaya langsung pergi.
"Rasain itu, wanita murah-an! Jangan pernah sekali pun bermain-main dengan, Kanaya!"
Kanaya merasa puas, setelah mengetahui rencananya berhasil. Namun, itu tak berlangsung lama. Setelah ia tau bahwa polisi mulai mencari pelakunya, dia mulai panik.
Kanaya pun menyuruh anak buahnya untuk mencari pelayan yang dia suruh kemarin, lalu membunuhnya dengan berkedok bunuh diri.
"Kalian cari orang itu, lalu habisi dia! Ingat, jangan sampai ada orang yang melihat kejadian ini."
Anak buah Kanaya mulai mencari keberadaan pelayan malang itu, lalu membunuhnya.
Setelah tiga hari terbaring lemah dalam keadaan koma, ternyata Kesya masih selamat. Dan itu membuat Kanaya kembali marah.
"Sialan! Masih selamat juga itu, orang! Lo liat, derita lo belum sampai di sini! Gue akan buat yang lebih parah dari ini!"
Bersambung....
Sorry kalo novelnya makin gak jelas🙏
Aku berharap kalian masih tetep baca, dan terus dukung karya ku ini🤗
Di saat yang bersamaan. Antara harus mikirin ujian dan harus menulis juga. Well otakku gak sanggup😭
Aku bakal usahain terus update, dengan cerita yang tak kalah menariknya. Thank you all😍🤗
__ADS_1