
"Diam lo kan? Ya iyalah, mau ngelak apa lagi? Di sini itu yang sial gue, bukan lo. Jadi stop merasa di zholimi, paham lo!"
"Lo kira gue mau gitu nerima pernikahan ini? Ya enggaklah. Klo memang lo gak nerima pernikahan ini, lo bisa kok ceraikan gue. Gampang kan?"
"Ce..cerai?" Ucapnya gugup
Kesya mengangguk. "Gue capek ya, perasaan dari tadi gue mulu yang di salahin. Mending cerai aja. Udah cepetan, malah bengong lo."
"Gak! Gue gak akan nyerai'in lo." Tolaknya
"Jadi lo mau jalanin pernikahan ini? Jujur aja, klo gue gak bakalan sanggup. Kenal lo aja enggak. Sial tau gak sih, gue jumpa sama lo?"
"Udahlah, terima aja. Toh, udah kejadian juga kan?"
"Coba lo jelasin dulu, kenapa tiba-tiba lo bisa ada di kamar gue?"
"Jadi, pas malam itu. Gue abis party bareng temen-temen gue. Ya, mungkin gue kebanyakan minum kali ya, sampe mabuk berat gitu."
"Jadi, begitu pas ngelewati di depan kost-an lo, tiba-tiba mobil gue mogok. Kebetulan gue liat pintu kost-an lo agak kebuka dikit, ya udah gue masuk." Jelas pria tadi
"Gak masuk di akal cerita lo. Yang iya, lo itu mesum. Pake cari alasan segala." Protes Kesya
"Klo gak masuk di akal, masukkan aja ke tong sampah". Sahutnya
"Lagian ini semua bukan keinginan gue . Gue juga gak suka kali niduri cewek-cewek sembarangan."
"Terserah lah. Pusing gue."
"Nama, lo? Nama lo siapa? Atau jangan-jangan, lo gak punya nama ya? Hahaha" Tebak Kesya langgsung.
"Kamu nanyaa? Kamu bertanya-tanya?"
Bugh!!!
Kesya meninju perut lelaki itu. 'Eh buset, manteb juga tenaga ni cewek' batinnya
"Jawab buruan, atau mau kena lagi lo?" Ancam Kesya
__ADS_1
"Nama gue, Aryan Wijaya Adinata. Anak dari Bapak Wijaya Adinata, pemilik rumah sakit terbesar di kota ini". Terangnya
"Waww!!!" Kesya begitu takjub dengan cerita Aryan barusan, tiba-tiba.
"Hahaha.... lo gila kali ya? Lo kira gue bisa lo tipuin? Tinggi amat ngayal lo, hahaha." Sebaliknya, Kesya malah tertawa dan dia tak percaya dengan semua ucapan Aryan barusan.
"Kenapa? Lo gak percaya sama gue?"
"Ya enggak lah, gila lo ya? Lo kira gue anak kecil apa. Kenalin, Kesya nih bos hahaha." Ucapnya sambil tertawa kembali
"Udahlah lupain, kapan lo bakal ceraikan, gue?" Tanya Kesya lagi.
"Gak ada yang namanya cerai. Paham lo? Sekarang beresi semua baju lo, ikut gue."
"Kemana? Lo gak ada niatan macem-macem kan?" Tuduh Kesya.
"Lo tinggal di villa gue aja ya? Gak mungkin juga lo ikut gue pulang, bisa kacau semuanya nanti."
"Terserah lo aja deh, yang penting gue gak gelandangan. Oh iya, pekerjaan gue gimana?" Ucap Kesya
"Emang lo kerja di mana?" Tanya Aryan.
"Aman itu"
Setelah Kesya mengemasi semua barang-barang miliknya, mereka pun berangkat menuju villa yang Aryan maksud.
"Sementara waktu, lo tinggal di sini dulu." Kesya mengangguk, dan mulai membawa koper miliknya turun dari bagasi mobil, dan di bawa ke dalam
Lalu keduanya pun telah sampai di dalam villa. "Gak apa-apakan, lo tinggal di sini?" Tanya Aryan sambil menengguk segelas air putih.
"Soal segala kebutuhan, lo gak usah khawatir. Di sini udah ada ART yang bakalan bantu lo." Lalu Aryan mengambil alih koper Kesya, dan membawanya naik ke atas.
"Mau lo bawa kemana koper gue?" Aryan tak menjawab, dia malah terus berjalan dan di ikuti oleh Kesya.
"Ini kamar lo." Ucap Aryan. Kesya mulai menyusun semua pakaiannya kedalam lemari yang sudah tersedia.
Saat Kesya sedang menyusun pakaiannya di lemari, Aryan pun berbaring di atas ranjang king size miliknya itu, sambil terus menatap tubuh Kesya dari belakang.
__ADS_1
"Ngapain, lo liat-liat gue? Naksir lo kan?" Ucapnya tiba-tiba.
"Ge'er banget sih lo jadi cewek? Kurang kerjaan aja, pake ngeliatin lo segala". Elaknya "Yaelah, keliatan kali dari sini." Sahut Kesya
"Kita emang udah sah nikah ya?" Ucapnya lalu duduk di pinggir ranjang
"Menurut lo?"
"Gue ngerasa ini semua mimpi. Gue gak pernah ngebayangin, klo nasib gue bakalan kaya gini." Ucap Kesya sambil menatap langit-langit kamar
"Lo pikir gue enggak? Udahlah terima aja."
"Udahlah, kita cerai aja. Sebelum terlalu jauh." Ucap Kesya. "Lo tuli ya? Kan udah gue bilang, gak ada yang namanya perceraian, paham?!."
"Oh ya, satu lagi. Lo jangan pernah buka mulut, klo kita itu udah nikah, paham lo?"
"Dan ya, satu lagi klo lo mau kemana-mana, harus izin dulu sama gue. Paham kan? "
"Ck! Gue bukan anak TK yang harus lo jelasin berulang-ulang."
"Udah sana keluar, gue ngantuk mau istirahat." Usir Kesya
"Kok lo ngatur? Terserah gue dong mau keluar kek, enggak kek gak ada urusannya sama lo?"
'Ih, gue kok malah merinding gini ya? Nanti klo dia mau macem-macem sama gue gimana?' Batinnya bimbang
Menyadari Kesya masih terjaga, Aryan pun menegurnya. "Lo bilang ngantuk, mau istirahat. Tapi kok mata lo masih melotot aja gitu?"
"Gak bisa tidur gue." Sahutnya
Keduanya pun larut dengan dalam pikiran masing-masing.
"Gue boleh ngomong gak sama lo?" Ucap Aryan "ngomong apaan? "Jawab Kesya
"Gue mau minta..."
Seketika, jantung Kesya mendadak memompa lebih cepat dari biasanya, keringat dingin mulai menjalar di tubuhnya.
__ADS_1
Bersambung......
Minta apa ya kira-kira? Atau mungkin malam ini, Kesya akan di unboxing?