Istri Dadakan Tuan Aryan

Istri Dadakan Tuan Aryan
bab: 17 Keracunan


__ADS_3

"Gak perlu! Lo make lipstik aja belepotan, pake mau make up-in Kesya segala. Jadi ondel-ondel bini gue yang ada."


"Astaga! Abang berdosa banget!" Semua tertawa renyah. Begitupun dengan Kesya dan Aryan.


********


Sudah di tetapkan, bahwa pernikahan mereka akan di adakan dalam minggu ini. Semua sudah sibuk menyiapkan keberlangsungan acara ini.


Aryan mulai menyebarkan undangan untuk para keluarga, saudara, sahabat, serta rekan bisnisnya.


Tak lupa Aryan membagikan undangan untuk sang mantan kekasihnya itu.


"Nay! Ini gue mau kasih undangan buat, lo."


"Undangan? Undangan siapa? Wah, Vidya mau nikah ya? Kok gue baru di kabari sih?"


Kanaya langsung membaca undangan itu, dan menatap Aryan dengan penuh pertanyaan.


"Apa ini, Aryan? Lo mau nikah? Sama siapa? Lo kan pacarannya sama, gue. Kok malah nikah sama dia? Gue ini lo anggap apa, Aryan?'


"Sorry, Nay! Tapi gue cintanya sama dia, bukan sama, lo."


"Tapi kita udah jalani hubungan ini dari lama, Aryan! Berarti selama ini, lo gak pernah cinta sama, gue?"


"Sorry, Nay! Gue hanya menghormati Papa lo. Kalo soal perasaan, gue minta maaf. Gue gak bisa ngelanjutin ini semua."


"Gue harap, lo datang ke acara pernikahan gue, Nay! Gue pamit dulu." Ucapnya lalu pergi dari rumah Kanaya.


"LO JAHAT, ARYAN!!! GUE BENCI SAMA, LO. SAMPAI KAPAN PUN, GUE GAK BAKALAN TERIMA LO GINIIN, GUE. LO INGAT ITU!!!" Teriak Kanaya

__ADS_1


******


Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba. Acara ini di adakan di gedung ternama. Catering telah tersedia, para tamu undangan juga sudah mulai berdatangan.


Kesya di make up secantik mungkin, sehingga semua orang akan takjub menatap wajah nya.


Wajah dan kulit yang putih mulus itu terlihat lebih indah, dengan di baluti gaun bewarna putih yang menjuntai kelantai.



Kesya di tuntun oleh, Vidya. Kesya di sandingkan dengan Aryan yang sedari tadi telah menunggu di pelaminan.


Semua tamu mulai memberi selamat pada kedua pasangan itu. Semakin siang, semakin banyak pula tamu undangan yang berdatangan.


"Lo bahagia gak, Key?"


"Lah, kok enggak? Buat apa di adakan pesta beginian klo lo nya aja gak ikhlas."


"Enggak salah lagi maksudnya. Santai kenapa sih? Perasaan sensi amat dari tadi."


"Capek gue. Oh iya, Key. Gue laper nih ambilin makan dong?"


"Gak salah nyuruh, Gue? Gila kali, lo ya. Gue berdiri ini aja udah gak sanggup, apa lagi jalan buat kesana. Lo mau gue jadi bahan lelucon di acara gue sendiri?"


"Kan malah keren, biar viral."


Sedangkan di bangku paling sudut, terdapat seseorang yang tengah menahan amarahnya. Dan menatap kedua insan itu tengan tatapan benci.


"Lo akan terima akibatnya, karna telah merebut Aryan dari gue. Lo liat aja nanti!" Gumamnya

__ADS_1


"Em, permisi Mas? Bisa minta tolong gak?"


"Bisa, Mbak. Mau minta tolong apa?"


"Anterin ini ke pengantinnya dong. Yang merah punya pengantin perempuan, dan yang oranye ini untuk pengantin prianya ya." Terangnya


Pelayan itu pun pergi dan memberikan minuman tadi kepada Kesya dan Aryan.


"Lo rasain itu! Jangan pernah bermain-main sama, gue!" Ucapnya lalu pergi.


Setelah meminum minuman tadi, Kesya mulai merasakan sesauatu di tubuhnya. Tiba-tiba dia jatuh, dan mengeluarkan buih dari mulutnya.


"Kesya!!! Key!!! Key, bangun!!!" Teriak Aryan sambil menepuk-nepuk pipi Kesya.


Semua orang berkerumun menyaksikan kejadian yang menipa Kesya barusan.


Aryan langsung menggendong Kesya dan membawa nya keluar. "Aryan, Kesya kenapa?"


"Gak tau, Mah! Aryan mau bawa Kesya kerumah sakit dulu, mah."


"Hati-hati, Yan! Nanti kami nyusul."


Aryan langsung membawa Kesya ke rumah sakit terdekat. Buih yang ada di mulutnya terus menerus keluar.


Bersambung...


Waduh, kira-kira Kesya kenapa ya? Kasihan banget! Di hari berbahagianya dia malah kena musibah.


Terima kasih udah mau mampir🤗

__ADS_1


__ADS_2