Istri Dadakan Tuan Aryan

Istri Dadakan Tuan Aryan
bab: 9 Mesin babat rumput Vs Parutan kelapa


__ADS_3

"Aryan? Lo kok disini? Ini siapa?" Tanya wanita itu menunjuk ke arah Kesya.


"Kanaya?" Sahutnya tak kalah terkejut.


"Dia siapa?" Tanya Kanaya lagi.


"Kenalin, gue is...."


"Dia sepupu gue." Potong Aryan


"Udah dulu ya, Nay. Gue ada urusan bentar." Ucapnya lalu menarik tangan Kesya untuk pergi menjauh dari Kanaya.


"ARYAN!!! Ih, kok gue di tinggal sih." Gerutunya sambil menghentak kan kakinya ke lantai.


"Ih, apaan sih lo, Yan? Pake narik-narik segala? Sakit nih tangan gue." Kesya langsung menghentakkan tangannya agar terlepas dari cengkraman Aryan.


"Salah lo sendiri. Siapa suruh lo mau ember ke Kanaya?"


"Kenapa? Lo gak terima? Dia pacar lo kan?"


"Lo kok bisa tau?"


"Ya taulah. Udahlah males gue. Awas, gue mau pulang." Ucapnya sambil menyingkirkan tubuh Aryan dari hadapannya.


"Lo mau kemana?" Kesya tak mengubris dan terus berjalan.


"KESYA! Gue ngomong sama lo, ya!" Teriaknya membuat langkah Kesya langsung terhenti. Dan memutar balik tubuhnya


"Gue mau pulang, lo tuli apa?"


"Pulang bareng, gue." Perintah Aryan. "Ogah! Mending gue naik taxi dari pada harus pulang sama lo."

__ADS_1


"Kenapa lo gak mau pulang bareng gue? Lo jijik sama gue iya?" Kesya hanya diam dan enggan tuk menjawab ucapan Aryan barusan.


"Jawab, Key! Gue bukan dukun yang bisa baca pikiran lo!"


"Iya! Gue jijik. Gue jijik sama orang yang egois kaya lo!" Sahut Kesya lantang


"Egois? Lagi, lagi lo ngatain gue egois. Dimana letak egois itu klo lo tau? Jawab!"


"Bodok! Udah minggir, gue mau pulang."


"Pulang kemana lo? Kuncinya aja ada di gue nih." Aryan menunjukkan sebuah kunci dari kantong tas miliknya.


"Rahmatuallah!" Sahut Kesya asal. "Aamiin!" Aryan menyahuti.


"Wah, parah lo. Bisa-bisanya ngaminin. Emang lo mau gue mati gitu? Terus lo jadi duda, emang mau?"


"Gue gak masalah sih jadi duda. Duda tajir dan keren, siapa yang gak mau coba?" Ucap Aryan sambil mengedipkan matanya sebelah.


"Stres lo!"


"Udah ayo ikut gue ke mobil." Aryan langsung menuntun Kesya menuju parkiran.


******


"Yan, kenapa lo gak jujur aja sama pacar lo klo kita udah nikah?"


"Gila lo ya? Klo tau kita udah nikah, Kanaya bakal ninggalin gue dong. Hih, gue gak mau klo sampe itu terjadi."


"Terus, kenapa lo tadi malah bocorin hubungan kita ketemen-temen gue?"


"Biar lo gak kegatalan, paham?"

__ADS_1


"Gak nyambung tau jawaban lo. Kalo pun gue kegatalan, gue bisa garuk sendiri kok. Jadi lo tenang aja." Jawab Kesya


"Bukan gatal yang itu maksud gue." Sergah Aryan


"Emang ada jenis gatal yang lain ya? Udah lah, capek gue debat sama lo."


"Udah ah terserah, lo. Pokoknya, sampai gue tau lo kegatalan lagi, gue garuk lo pakai parutan kelapa." Ancam Aryan


"Santai. Awas aja juga lo sampe nempel sama si Kanaya, Kanaya itu. Gue potong anu lo pake mesin pemotong rumput itu sampe habis se akar-akarnya. Gimana?"


"Ck! Terlalu seram ancaman lo itu. Yakali lo mau potong habis. Sisahin kek dikit." Ucapnya sambil bergidik ngeri membayangkan senjatanya akan di potong habis oleh Kesya.


"Biarin! Makanya jangan kegatalan. Terbukti kan siapa yang bermasalah? Lagian punya satu aja betingkah lo."


"Heh, gini-gini banyak di minati tau."


"Terserah lo deh. Tapi, lo harus ingat yang gue bilang tadi oke? Jangan lupa loh."


"Sampe habis, rata tak tersisa." Bisiknya sambil berlalu


'Ngerih juga kalo sampe habis. Gak punya masa depan lagi lah gue klo gitu ceritanya.' Batin Aryan dengan menampilkan mimik wajah yang sedang ketakutan.


"Rasain tuh si Aryan. Pake ngatain gue kegatalan segala. Gak bisa tidurr lo kan gara-gara ketakutan? Kesya di lawan mana imbang." Ucapnya sambil tertawa


"Padahal gue cuma bercanda. Lah dia baper beneran hahahaha." Tambahnya lagi


"Tapi, kalo ancaman Aryan tadi beneran gimana ya? Waduh, bisa lecet nih permata intan berlian gue.". Ucapnya lagi.


Kini Kesya yang mulai ketakutan.


Bersambung.....

__ADS_1


Ada- ada aja ulah sejoli ini. Yang satu parutan, yang satu mesin babat rumput.


Aku bawa kampak aja deh, hahahaha


__ADS_2