Istri Dadakan Tuan Aryan

Istri Dadakan Tuan Aryan
bab:3 Kabur


__ADS_3

"Ma...Mau minta apa lo?" Tanya Kesya gugup


"Minta tolong ambilin air putih doang. Kenapa sampai gemeteran begitu?" Tanya Aryan balik


'Huft! Selamat. Gue kira dia bakalan unboxing gue tadi' batinnya lega


"Lagian, lo mau air putih aja pake minta tolong segala".


Setelah itu, keduanya pun terlelap dan mulai terbang ke alam mimpi masing-masing.


**********


Mentari mulai bersinar. Cahayanya telah menerobos masuk lewat celah-celah jendela, yang membuat Kesya terbangun.


"Huam!! Udah pagi ternyata." Ucap nya lalu menyibakkan selimut, dan hendak turun. 'Eh, kok manusia jadi-jadian itu gak ada? Kemana dia' batinnya


Kesya pun turun. Dia mendapati Bi Inah tengah menyiapkan sarapan di meja makan.


"Eh, Non Kesya udah bangun?" Sapanya. "Mari non, sarapan dulu. Udah bibi siapkan." Tambahnya lagi


"Iya bi. Oh iya bi, Aryan nya kemana ya bi?"


"Den Aryan udah balik dari tadi subuh non. Selepas shalat subuh, langsung berangkat." Jelas bi ijah


"Sebenarnya, apa yang terjadi non?" Tanya bi ijah di saat suapan terakhir Kesya.


"Panjang ceritanya, bi." Jawabnya "Orang tua Non Kesya sudah tau masalah ini?"


"Saya sudah gak punya orang tua lagi, bi. Bahkan saya juga gak tau, wajah kedua orang tua saya bagaimana". Terangnya

__ADS_1


"Jadi, selama ini Non Kesya tinggal dimana?"


"Saya tinggal sama nenek, bi. Setelah nenek meninggal, saya langsung pindah dari rumah itu." Bi ijah hanya mangut-mangut


"Em, oh iya bi. Kira-kira, Aryan sudah menikah belum?"


"Den Aryan belum menikah. Cuma dia sudah memiliki pasangan. Mereka udah menjalin hubungan selama empat tahun."


"Waw, lama juga ya, bi?"


"Ya begitu lah non."


"Oh iya, bi. Apakah orang tua Aryan sering datang kemari?" Tanya Kesya. "Gak terlalu sering juga sih non. Memangnya kenapa?"


"Gak apa-apa sih bi, cuma nanya aja."


Hari-hari berlalu. Kini umur pernikahan keduanya telah memasuki bulan pertama.


Pernikahan tanpa dilandasi cinta, itu luar biasa.


"Oh tuhan, mengapa begini nasibku." Rutuknya


Selama sebulan, ia hanya berdiam diri di dalam villa yang super luas ini. Sementara Aryan? Jangan tanya ia kemana, semenjak Kesya ke sini baru sekali Aryan datang. Itu pun untuk mengantar dirinya kesini.


"Gue kok berasa kaya barang simpanan dia ya? Udah di kekang, kemana-mana gak boleh." Tersadar air matanya menetes.


"Apa gue kabur aja ya?" Kesya mulai menyiapkan kopernya, lalu mulai memasukkan semua pakaiannya kedalam koper tersebut.


Sebelum pergi, Kesya menulis surat terlebih dahulu. Berharap Aryan akan membacanya.

__ADS_1


'Gue pamit. Gue gak sanggup jalani ini semua. Sekarang lo udah bebas. Lo gak usah cari gue, anggap aja kita gak pernah kenal.' Begitulah kata-kata yang terakhir ia ucapkan.


Prov Kesya


Gue akan pergi, Aryan. Gue gak sanggup hidup begini. Pernikahan ini udah gak sehat. Klo memang lo gak mau ceraikan gue, biar gue aja yang pergi dari hidup lo.


Gue gak bisa terus-terusan lo giniiin. Gue ibarat burung yang di dalam sangkar, yang terus-terusan terkurung tanpa ada kebebasan.


Gue ibarat mainan lo, yang klo lagi butuh lo mainin habis itu lo buang.


Anggap kita gak pernah kenal. Makasih selama ini lo udah ngasih gue tempat berteduh.


Saat malam tiba, Kesya pun melakukan aksinya. Entah kemana satpam berada, sehingga memudahkan dirinya untuk segera kabur


******


"Gue mau kemana? Gue kan gak punya siapa-siapa di sini." Lirinya


"Apa gue balik ke villa Aryan aja kali ya? Ah enggak! Gue gak boleh balik kesana lagi. Kuat Kesya! Lo harus kuat kaya dulu, sebelum lo mengenal Aryan!"


Tiba-tiba, Kesya kehilangan keseimbangannya dan tubuhnya malah oleng ke jalan raya yang sangat padat itu.


Tiiinnn!!!!


Brakk!!!


Aaghhh! Tubuh Kesya terpental ke aspal, lalu tak sadarkan diri.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2