Istri Dadakan Tuan Aryan

Istri Dadakan Tuan Aryan
bab: 18 Koma


__ADS_3

Aryan langsung menggendong Kesya dan membawa nya keluar. "Aryan, Kesya kenapa?"


"Gak tau, Mah! Aryan mau bawa Kesya kerumah sakit dulu, mah."


"Hati-hati, Yan! Nanti kami nyusul."


Aryan langsung membawa Kesya ke rumah sakit terdekat. Buih yang ada di mulutnya terus menerus keluar.


"Key! Bertahan lah! Lo gak boleh lemah, Key!"


Aryan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Tidak di perdulikannya cacian dan umpatan dari pengendara lain.


Sedangkan dengan pestanya? Ah, dia sudah tidak memikirkan itu semua. Yang ada di benaknya adalah, bagaimana Kesya agar tertolong, dan pulih seperti sedia kala.


"Oh, tuhan! Tolong selamatkan istriku!"


Setelah beberapa menit di perjalanan, akhirnya Aryan telah sampai di rumah sakit. Dia langsung menggendong tubuh lemas Kesya, dan membawanya kedalam.


"Suster! Sus! Tolongin istri saya!" Teriaknya sambil menggendong tubuh yang masih berbalut gaun putih itu.



Aryan terduduk lemas di bangku tunggu. Dia tak habis pikir dengan musibah yang menimpanya itu.


Acara yang seharusnya menjadi momen penting baginya, kini malah beralih menjadi penderitaan. Semuanya hancur sudah!


Aryan mengeluarkan ponsel dari sakunya, lalu menelepon seseorang.


[Hallo! Cari tau segera, pelayan pria tadi yang memberi minuman pada, Kesya!]


[Baik, Pak.]


[Lihat seluruh Cctv! Siapa dalang di balik ini semua!]


Aryan langsung memutuskan sambungan, dan kembali menelepon Sang Mama.


"Hallo, Mah. Aryan sekarang lagi ada di rumah sakit, Kasih Bunda, Mah! Mama langsung kesini aja ya?"


"Iya! Ini kami lagi di jalan. Kamu jagain, Kesya terus ya. Bentar lagi Mama sama Papa sampai."

__ADS_1


Tak lama, dokter yang menangani Kesya tadi keluar. "Bagaimana keadaan istri saya, dok?"


"Alhamdulillah, istri, Mas masih bisa di selamatkan. Jika telambat semenit aja, maka nyawanya akan menghilang."


"Istri saya kenapa, dok? Apa ada penyakit di dalam tubuhnya yang berbahaya?"


"Sepertinya, Istri Mas mengalami keracunan. Apakah Mas tahu, apa makanan atau minuman yang terakhir di minum oleh, Mbak Kesya?"


"Terakhir ia meminum sirup, dok. Lalu mulutnya mengeluarkan buih dan lalu pingsan."


"Bisa jadi itu penyebabnya. Terdapat racun yang berbahaya di dalam sirup yang telah di minum oleh, Mbak Kesya."


"Apa istri saya boleh di jenguk?"


"Silahkan, Mas. Jangan di paksakan terlalu lama ya, Mas. Keadaan pasien masih sangat lemah."


Aryan langsung masuk, dan makin terpuruk melihat keadaan Kesya. Air matanya jatuh begitu saja. Biarlah, dia sudah tidak mementingkan malu lagi. Yang terpenting sekarang adalah keselamatan, Kesya lebih penting.


"Key! Bangun! Sampai kapan, lo mau tidur gini hah? Gak kasihan lo, liat gue kaya gini? Bangun, Key! Bangun!"


Tak ada sama sekali pergerakan dari, Kesya.


Tak lama suster datang, dan memberi tahu bahwa keluarganya telah datang. Aryan langsung keluar untuk menemui keluarganya.


"Aryan, gimana keadaan Kesya?"


"Dia masih belum sadar, Mah. Kata dokter, Kesya keracunan."


"Keracunan? Bagaimana bisa?"


"Jadi pas tadi itu, ada pelayan yang nawari kami minuman. Aryan juga ikut minum nya, Mah. Tapi Aryan gak kenapa-napa, malah Kesya yang Keracunan."


"Ini pasti ada yang ngerjain, Kesya! Buktinya, hanya Kesya yang kena. Sedangkan kamu sehat." Sahut Papanya.


"Aryan rasa juga gitu, Pah. Tadi, Aryan juga sudah nyuruh orang untuk mencari dalang di balik ini semua."


"Bagus! Semoga ada titik terang, dan akan terbongkar siapa dalang di balik ini semua!" Ucap Papa Aryan geram.


"Apa, Kesya sudah boleh di jenguk, Aryan?"

__ADS_1


"Sudah, Mah. Cuma satu-satu aja dulu."


"Klo gitu, Mama masuk ya. Mama khawatir dengan Keadaan, Kesya."


Aryan mengangguk. Mama Indri masuk kedalam, untuk menemua sang menantunya.


"Sehat, Nak! Lihat, Aryan begitu mencemaskan keadaan mu. Dia begitu sayang sama kamu, Nak! Sehat ya, kalian akan menjadi pasangan yang paling serasi."


"Kesya gak sayang sama, Aryan? Aryan sedih loh lihat, Kesya kaya gini. Mama, Papa, Vidya juga. Semua sayang sama, Kesya! Kesya harus kuat, lawan semua itu."


Mama Indri juga meneteskan air matanya. Ia tak kuasa menahan rasa sesak di dadanya.


"Sekarang, Kesya punya keluarga baru. Kesya udah gak sendiri lagi. Kamu harus kuat, Sayang!" Lalu, Mama Indri mencium kening Kesya, dan kembali keluar.


"Mah, gimana keadaan Kesya sekarang? Apa dia udah sadar?" Mama Indri menggeleng.


"Mama sama Papa kembali pulang dulu ya, Aryan. Masih banyak tamu yang berdatangan. Kasihan, Vidya di sana sendirian. Kamu gak papa kan kami tinggal?"


"Gak apa-apa, Pah. Biar Aryan aja yang nunggu Kesya di sini."


"Klo gitu, kami pamit dulu ya. Nanti Vidya nyusul, buat nemenin kamu."


"Iya, Mah. Hati-hati ya."


Saat kedua orang tuanya telah pergi, Aryan kembali masuk dan menemani Kesya di dalam.


Dret!!! Dret!!! Dret!!!


Ponselnya berdering. Aryan keluar untuk mengangkat telepon.


[Hallo!]


[.......]


[Bagaimana bisa?]


[......]


[Tunggu, sebentar lagi saya kesana]

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2