Istri Dadakan Tuan Aryan

Istri Dadakan Tuan Aryan
Bab: 22 Masalah Baru


__ADS_3

Happy Readyng🌷🌷🌷


"Yok, Mah! Kita ke kamar juga, yok!" Ucap Papa, Aryan sambil mengandeng tangan sang istri.


"Loh, Mama sama Papa mau kemana?"


"Bikin adik!" Teriak Papanya


"Astaga! Tega banget ninggalin gue sendirian di sini."


"Abang!!! Kita mau punya adek!!!" Teriak Vidya


"Ah! Sebel deh! Apa gue harus nikah juga ya? Tapi siapa yang jadi calonnya? Yaelah, sedih bener jadi jadi jomblo."


*******


Aryan keluar dari kamar untuk mengangkat telepon dari anak buahnya itu.


Aryan diam-diam masih terus mencari penyebab, Kesya keracunan kemarin tanpa sepengetahuan dari, Kesya sendiri.


[Hallo!]


[Gimana? Apa udah ada informasi?]


[Belum, Pak. Cuma, kalo dari keterangan polisi. Kemungkinan dia bukan bunuh diri, Pak. Sebab ada beberapa luka tusukan dan lebam-lebam.]


[Baiklah, terus kamu cari tahu! Saya gak bisa kesana, kalau saya kesana, Kesya bakal curiga.]


[Bapak gak usah khawatir. Saya akan menghandle masalah ini.]


[Baiklah, saya percaya sama kamu! Saya tutup dulu telponnya. Jika ada berita baru, langsung kabari saya.]


[Baik, Pak.]


Tut!!! Aryan langsung memutuskan panggilannya.

__ADS_1


"Siapa, Yan?" Tanya Kesya secara tiba-tiba, langsung membuat Aryan terkejut.


"Em, ini dari kantor. Oh iya, Kamu kok belum tidur?"


"Belum ngantuk, gue."


"Bener dari kantor?"


"Iya! Jadi dari siapa lagi? Lo gak percaya sama, gue?"


"Bukan gitu. Udah tidur, yuk. Ngantuk nih gue."


"Yaudah! Sini gue bantu." Aryan memapah tubuh Kesya kembali masuk ke dalam kamar. Dan keduanya mulai terlelap.


******


"Siapa, lo? Kenapa lo ada di kamar, gue?"


"Lo gak perlu tau siapa, gue. Sekarang, gue mau lo tinggalin, Aryan selamanya! Gak malu, lo ya ngambil cowo orang?"


"Gue gak merasa ngerampas, Aryan! Lagian, Aryan yang milih gue. Salah gue di mana?"


"Hei! Jaga mulut, lo ya!"


"Hahaha.... kenapa? Lo gak terima? Lagian kenapa gak mati sekalian aja sih, lo? Padahal, racun yang gue campur ke minuman, lo itu sangat mematikan."


"Apa?! Jadi, lo yang udah buat gue keracunan kemarin?"


"Jelas!" Sahut nya sambil mengibaskan rambutnya kebelakang.


"Gue punya salah apa sama, lo? Sampe lo tega buat ngeracuni, gue?"


"Karna, lo udah ngerampas Aryan dari, gue!"


"Gak waras, lo jadi orang! Gue bakal laporin perbuatan, lo ini ke polisi!"

__ADS_1


"Hahaha... Emang lo punya bukti? Gak ada kan? Ya jelas lah! Semuanya udah gue atur, paham lo!"


"Jangan-jangan, pelayan yang kemarin?"


"Dia udah gue musnahkan! Aman kan? Mau lo ngadu kesiapa pun, orang juga gak bakal percaya. Sebab, gak ada bukti."


"Memang bener-bener perempuan gak punya hati, lo!"


"Gue gak perduli!"


"Bersiaplah! Sekarang, giliran lo yang bakal gue musnahkan!"


Wanita itu perlahan mendekat ke arah, Kesya. "Hei! Lo mau ngapain?" Ucap Kesya sambil terus mundur ke belakang.


"Bersiaplah! Lo bakal kehilangan nyawa, lo saat ini juga!" Ucapnya sambil terus berjalan mendekati, Kesya.


Kesya terus berjalan mundur hingga akhirnya tubuhnya mentok ke tembok kamar.


"Bersiaplah wanita murah-an!" Tangannya mulai mendekati leher, Kesya dan bersiap untuk mencekik leher, Kesya!


"Lo mau ngapain? Minggir! Tolong! Aryan, tolong gue!" Teriak Kesya


"Teriaklah! Teriak sekuat mungkin! Gak bakal ada orang yang dengar jeritan sampah, lo itu!" Ucapnya sambil menguatkan cengkramannya.


"To...long! Agh! Uhuk!!! Uhuk!!! Aryan, tolongin gue!!!" Teriak Kesya histeris. Berharap, Aryan dengar dan bisa menolong dirinya.


"Bersiaplah menjemput ajal, lo sekarang juga!"


"Gue mohon! Lepasin gue, sakit!!!"


"Uhuk!!! Uhuk!!! Uhuk!!!" Karna cengkraman wanita itu semakin kuat, membuat Kesya menjadi sesak nafas.


"Lepasin, gue! Aryan! Tolong!"


"Teriaklah! Bersiap, lo bakal mati di tangan, gue."

__ADS_1


Bersambung....


Makasih yang udah mau baca. Jangan lupa ninggalin jejak juga ya🤗


__ADS_2