Istri Dadakan Tuan Aryan

Istri Dadakan Tuan Aryan
bab : 8 Rujak


__ADS_3

"Lo ini sekarang lagi bahas jalan, atau apa?"


"Menurut, lo?"


"Bodok! Udah ah, pusing gue." Aryan malah tertawa melihat muka bingung Kesya.


"Jadi gimana? Masih milih yang rata, atau banyak tanjakannya?" Hahaha


"Stres lo!"


*******


"Aryan!" Panggil Kesya


"Hem!" Sahut Aryan yang masik berfokus pada ponsel miliknya.


"Tolongin gue kenapa. Gue pengen kedapur nih, bosen di kamar mulu. Sakit kaki gue kalo di bawa jalan jauh."


"Yaelah, lo. Orang itu malah seneng di kamar. Mana menghasilkan lagi." Ucap Aryan yang masih fokus pada ponselnya.


"Menghasilkan apaan? Udah, lo mau nolongin gue gak? Kalo gak biar gue jalan aja deh sendiri."


"Ck! Iya bawel. Gak sabaran banget lo."


"Mau gendong gaya apa? Atas bawah, atau depan belakang? Pilihlah."


"Gak perlu!"


"Ck! Gitu doang merajuk. Gini lah perempuan, dikit-dikit merajuk. Gak di turuti merajuk, heran gue."


"Shut! Bising. Buruan, lo mau bantu gue atau mau nyeramahin?"


"Dua-dua nya sih."


Aryan pun langsung menggendong Kesya bawa turun ke bawah.


"Pelan-pelan, Yan. Gue takut jatuh!" Ucap Kesya sambil mempererat pegangannya pada Aryan


Saat sudah sampai di dapur, Kesya langsung menemui Bi Ijah dan membantunya membuat rujak yang ia minta tadi.


"Bi, Kesya bantuin ya?"


"Eh, gak usah non. Biar bibi aja, non duduk aja. Kan kakinya masih sakit." Tolak Bi Ijah


"Gak apa-apa, Bi. Harus di bawa gerak, Bi biar gak makin sakit."


"Ya udah deh. Non Kesya bagian ngupas buah nya aja ya, biar bibi ngulek bumbunya dulu."


"Iya, bi."


Kesya mulai mengupas buah melon. Karna tidak hati-hati, akhirnya tangannya berdarah kena pisau.


"Aww!" Pekiknya


"Ya ampun, non. Bibi bilang juga apa." Ucap Bi Ijah yang langsung mengelap darah yang terus mengalir itu.


"Lo kenapa? Ya ampun! Darahnya banyak banget ini." Aryan langsung mengambil kotak P3K, lalu mengobati luka yang nenganga itu.


"Aw! Perih banget, Yan!" Ringisnya saat Aryan mulai kasi obat merah


"Ya iyalah. Namanya juga luka. Makanya, lo itu jangan ngeyel kalo di bilangin." Omel nya

__ADS_1


"Maafin, Bibi, Den. Tadi udah bibi larang, tapi Non Kesya maksa." Ucap bibi yang merasa bersalah.


"Gak apa-apa, Bi. Bukan bibi kok yang salah, Kesya ini memang keras kepala. Gak pernah dengerin omongan orang." Omelnya lagi


"Udahlah, peka kuping gue, lo repetin mulu."


"Udah jangan disini. Ayo ke ruang tamu aja kita." Ajak Aryan yang langsung memapah tubuh Kesya


"Semoga kalian memang benar berjodoh" gumam Bi Ijah


"Udah! Lo di sini aja, jangan kemana-mana."


"Cuma luka kecil doang, Aryan. Santai aja kali." Ucap Kesya mencoba menenangkan Aryan agar tidak terlalu khawatir


Saat asyik menonton Tv, Bi Ijah pun datang membawa nampan yang berisi buah-buahan segar beserta bumbunya.


"Ini rujaknya, Non sudah jadi." Ucap bibi saat meletakkan nampan itu.


"Makasih ya, Bi." Bi Ijah mengangguk, lalu pergi. "Eh tunggu, Bi. Bibi gak mau?" Tawar Kesya


"Gak udah, Non. Punya Bibi udah afa di belakang kok." Sahut Bi Ijah, dan kesya pun mengangguk


"Lo gak mau, Yan? Banyak banget ini."


"Gue suapin ya?" Aryan pun mulai menasukkan satu persatu buah kedalam mulut Kesya


**********


Seminggu pun beralalu. Kini keadaan Kesya telah membaik dengan sempurna. Seiring berjalannya waktu, kini Kesya telah percaya bahwa Aryan memang benar-benar anak dari pemilik rumah sakit yang besar itu.


"Key, gue mau kerumah sakit bentar ya. Hari ini ada jadwal gue soalnya. Lo gak apa-apakan gue tinggal?"


"Don't worry." Sahut Kesya sambil memasukkan nasi goreng buatannya kedalam kotak nasi.


"Gak mungkin lah gue buang. Beras mahal soalnya." Sahut Aryan membuat Kesya kesel.


"Gue suka liat muka lo kalo di tekuk gitu, makin gemoy." Ucapnya aambil menyubit pipi Kesya.


"Ih! Sakit tau! " Aryan malah tertawa


"Oh iya, Yan. Gue nanti izin keluar ya?"


"Mau ngapain?" Tanya Aryan


"Temen gue ngajak ketemuan. Sebentar aja kok. Tenang aja, gue gak bakal kabur."


"Temen lo cewek atau cowok?" Tanya Aryan lagi. "Kalo cowok gimana?" Pancing Kesya


"Kalo cowok gak gue izinin." Sahutnya sambil memakai sepatu


"Kalau cewek?"


"Nah, kalo cewek gak apa-apa." Sahutnya lagi.


"Ck! Apa bedanya coba? Temen gue cewek, boleh ya?"


"Hem." Sahutnya sambil menyambar kunci mobil


*******


Tepat pukul sembilan pagi, Kesya pun mulai bersiap-siap untuk pergi.

__ADS_1


Setelah siapan, Kesya langsung menyetop taxi yang lewat.


Ada beberapa menit di perjalanan, Kesya pun sampai di sebuah Cafe bintang lima di daerahnya


Setelah membayar taxi, ia langsung masuk kedalam Cafe itu.


"Hai, Kesya!" Sapa salah satu temannya. "Hai!" Ia pun berjalan menghampiri teman-temannya.


"Makin cantik aja lo sekarang." Puji teman nya yang bernama cellyne.


"Ah, enggak kok. Dari dulu kan emang gini."


"Duduk, Key." Ucap temannya yang bernama Yumna.


Mereka pun asyik bercanda ria. "Em, gue ke toilet sebentar ya." Izinnya


Saat hendak bangkit, ternyata kaki Kesya tersandung meja sehingga hilang keseimbangan.


Happ!!


Ada seseorang yang menangkap tubuhnya, sehingga tidak terjatuh.


"Heh! Maen peluk- peluk aja!" Entah dari mana asal nya, tiba-tiba ia sudah ada di situ.


"Aryan? Lo kok ada di sini?" Ucap Kesya terkejut


"Hati-hati kalau berjalan! Punya mata kan?" Laki-laki yang menolong Kesya tadi pun pergi begitu saja


"Untung gue datang. Kalo gak? Entah apa yang lo lakuin di sini."


"Gue gak ada ngapa-ngapain. Lo liat kan, temen gue cewek semua?"


"Pria tadi? Enak aja langsung meluk-meluk elo." Protesnya. "Dia tadi nolongin gue, Aryan. Gue gak seburuk yang lo pikirkan."


Mereka asyik berdebat, tanpa memikirkan orang-orang di sekitar.


"Key! Dia siapa?" Tanya cellyn.


"Em, dia cum...."


"Gue suaminya, Kesya. Kenalin, nama gue Aryan." Ucapnya sambil mengulurkan tangan nya


"Oh, suami Kesya." Mereka semua menyambut uluran tangan Aryan dan memberitahu nama masing-masing.


"Key, sejak kapan lo udah nikah? Kenapa gak ngundang-ngundang kami?" Bisik Yumna di telinga Kesya.


"Panjang ceritanya." Bisiknya lagi


"Udah ya guys, gue mau pulang dulu ya." Kesya langsung menarik tangan Aryan bawa keluar


"Loh, kok pulang?"


"Lo itu ganggu aja. Gue mau jumpa bentar sama temen gue aja lo kintilin." Omel Kesya


"Ya, kan gue memastikan aja. Mana tau lo mau jumpaan sama cowok yakan? Siapa yang tahu?"


"Huh, sebel gue!"


Tiba-tiba ada seseorang wanita cantik berpakain terbuka datang mendekati keduanya.


"Aryan? Lo kok disini? Ini siapa?" Tanya wanita itu.

__ADS_1


Bersambung...


Waw, siapa ya kira-kira?


__ADS_2