
Pukul 3 pagi Raysa terbangun, seperti biasa rutinitas yang hampir setiap hari tidak pernah ia lewatkan. Dia mandi dan bermunajad kepada Allaah Subhanahu wata'ala. Dia menumpahkan semua beban yang ada di dalam hatinya kepada sang pemilik hati sebenarnya. Meminta ampun atas dosa dosa yang sudah di lakukan, Meminta solusi terbaik kepada Allaah untuk menyelesaikan masalah ini. Meminta kepada Allaah agar rumah tangganya selalu terhindar dari musibah. Setelah Dia puas menumpahkan semua keluh kesahnya Raysa melanjutkan dengan tilawah Al Qur'an agar hatinya lebih tenang.
Waktu subuh hampir dekat, dengan masih berbalut mukena Raysa beranjak berniat membangunkan suaminya. Raysa berjongkok di pinggir tempat tidur, memandangi wajah suaminya. Wajah penuh lelah, wajah penuh beban.
Mas.... aku tau beban mu sangat berat. Aku pun tidak tau bagaimana menyelesaikannya. Yang aku tau aku adalah istrimu, ada kewajiban dan hak yang harus ku tunaikan padamu. Aku berharap masalah ini segera berlalu dan tidak terulang. Aku memaafkan mu Mas, tapi bayangan perempuan itu mencumbumu masih belum bisa aku hapus. Maafkan aku mas jika belum bisa menjadi istri yang baik, tidak bisa menjadi istri yang sempurna sesuai harapanmu."lirih Raysa sambil berlinang air matanya.
Albar mendengar semua yang Raysa ucapkan, Dia sudah terbangun sejak terdengar suara lantunan Al Qur'an Raysa....
Maafkan mas Ray..... "Albar masih berpura pura tidur
Raysa masih menangis terduduk di pinggir tempat tidurnya, dalam posisi menunduk agar tidak terdengar suara tangisnya oleh suaminya. Raysa terdengar suara adzan, dia segera beranjak ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.
Mas.... Mas Al... Bangun sudah subuh, sholat dulu.
Sayang.... "Albar memegang tangan Raysa dengan erat sambil menatap wajah Raysa
Hmmm iya mas, Bangunlah sudah masuk subuh..... Ray sholat duluan ya mas....
Tunggu mas aja kita berjama'ah, makasih ya sayang.... CUP "Albar bangun sambil mencium pipi Raysa.
Raysa menunggu suaminya sambil melanjutkan tilawahnya. Albar keluar kamar mandi, melihat istrinya yang khusyuk seperti tidak terjadi masalah.
__ADS_1
Istriku pandai mereda amarah.... "hufft hari ini aku ga bakal ke kantor dulu sementar sampai kondisi stabil. Albar segera mengganti baju dengan baju yang sudah di siapkan Raysa
Sayang.... yuk sholat dulu....
Iya mas....
Mereka berdua sholat subuh berjama'ah dengan khusyuk. Lantunan suara Albar tidak bisa lagi membuat Raysa menahan air matanya untuk tidak menetes.
Selesai sholat Albar segera berbalik badan, meraih kedua tangan istrinya. Raysa masih dalam posisi menunduk, karena dia tidak ingin suaminya melihatnya menangis.
Sayang....
Terima kasih sayang.... mas sementara ga ke kantor ya.... Kamu mau pergi kemana? Atau mau jalan jalan kemana biar mas anterin dan temenin....
Mas.... bolehkah Ray bekerja.... Ray ada tawaran bekerja di rumah sakit milik keluarga mas kebetulan sedang membutuhkan spesialis kandungan. Mungkjn dengan adanya kesibukan Ray bisa sedikit melupakan.....
Dan Raysa ingin kembali aktif bersama teman teman mengajar... Berharap dengan demikian Ray bisa melupakan apa yang Ray lihat kemarin....
Apa Mas boleh ikut menemanimu selama mas masih cuti.....
Emmmm.... "di balas anggukkan oleh Raysa
__ADS_1
GREEEP.....
Albar memeluk Raysa dengan erat, maafkan mas sayang, kamu adalah istri yang sempurna bagi mas, mas sedang berusaha melupakan wanita itu, mas sudah berusaha memberikan pengertian padanya.... tapi percayalah mas tidak akan menduakanmu, di hati mas hanya ada kamu. sejak ijab qabul yang mas ikrarkan sejak itulah hari mas tertutup untuk wanita lain....
Raysa semakin menangis didalam pelukan suaminya, mereka cukup lama dengan posisi ini...
Ehmmmm... Raysa mau nyiapkan sarapan dulu ya mas....
Biar bi Sumi saja ya.... temeni mas saja di kamar. Hari ini kamu ga boleh kemana mana....
Raysa beranjak merapikan alat sholatnya... Albar mengganti bajunya dengan baju tidurnya....
Albar menghabiskan pagi ini dengan mengulang kembali nafkah batin nya. Berharap
hal ini tidak terulang lagi, berharap dia tidak lagi menyakiti hati istrinya.
#
#
#
__ADS_1