
Siang itu Melisa sudah menunggu Albar di Restoran yang sudah di janjikan. Dia sama sekali tak menyadari jika anak buah Albar sudah standby disana sebelumnya mengawasi mereka.
Melisa sedang duduk manis di meja yang sudah di pesannya, terlihat Albar berjalan mendekati mejanya.
Hai sayang..... Aku sangat merindukanmu.... "Melisa hendak memeluknya namun lekas di tahan oleh Albar.
To the point, mau kamu apa!"tanya Albar ketus
Santai dulu donk sayang.... Kita nikmati dulu makan siang kita."rayu Melisa
Gue masih banyak kerjaan, klo lo masih berbelit gue cabut. "ancam Albar
Ssssttttt..... ga sabaran amat sihhhh. Minum dulu biar adem ga emosian sayang....
Albar segera meneguk minuman yang diberikan Albar. Walau Albar sedikit cemas dengan minuman yang di minumnya, tapi Albar percaya dengan tim yang Arya pimpin. Reaksi obat dalam minuman itupun tak berefek di badan Albar hanya sesuai strategi Albar akan pura" pingsan. Dan benar apa yang terjadi, ketika Albar pura-pura pingsan seketika ada 2 orang laki-laki yang membawa Albar ke kamar hotel, dan di situlah semua permainan Melisa di mulai.
Sesampai di kamar dengan bantuan bodyguard suruhan Melisa, Albar sudah siap di ranjang dengan baju yang melekat di badannya yang sudah terbuka semua tanpa tersisa.
"S*****... Gue risih banget tahan Al tahan Al."gumam Albar dalam hatinya.
Setelah semua selesai, Melisa segera mengganti bajunya dengan lingerie dan masuk kedalam selimut. Dua bodyguard itu sudah mengambil beberapa foto dan segera keluar dari sana. Namun sebelum Melisa berbuat lebih Albar segera pura-pura bangun dari pingsannya dan pura-pura terjadi sesuatu dengan mereka.
"Me... Melisa kenapa gue ada disini. Dan apa yang sudah terjadi?"
"Sayang.... Ssssttttt kamu hot banget tau. Aku seneng banget, mau di lanjut hmmm... "goda Melisa sambil memeluk erat tubuh Albar
"Lepasin Gue..... Gue tau ini akal-akalan lho aja. Gue ga ngelakuin apa-apa sama elo kan?"bentak Albar pada Melisa.
__ADS_1
"Terserah lo deh, yang pasti gue ga akan lepasin elo setelah ini!"bentak Melisa ga mau kalah dengan Albar.
Albar menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, dan segera mengambil bajunya yang berserakan dilantai. Segera Albar ke kamar mandi membersihkan dirinya dan mrmakai kembali bajunya. Sebelum beranjak pergi, Albar sekali lagi memperingati Melisa untuk tidak mengganggunya lagi.
"Setelah gue harap elo berhenti ganggu hidup gue, ganggu rumah tangga gue. Jika itu terjadi gue ga bakalan diam, akan gue biat lo menyesal!!!"teriak Albar
"Silahkan gue ga akan takut gertakan lo sama gue, gue tunggu waktu itu!!!
Albar segera keluar dari kamar itu, dan segera meraih ponselnya.
tuttt....tuttt....tuttt....
Setelah diangkat oleh orang yang sedang di hubungi, Albar merasa lega.
FLASHBACK ON
Tim yang Arya pimpin semua sudah ready berada di restoran sebuah hotel. Mereka sengaja datang mendahului Melisa disana. Semua gerak gerik Melisa terpantau, mulai seorang pegawai restoran yang disuap dan kamar hotel yang di pesan oleh Melisa semua anak buah Arya sudah membereskannya.
FLASHBACK OFF
Albar sudah sampai di rumah, dan segera mencarai istrinya.
"Mbok di mana istri saya?"
Sepertinya sedang sholat ashar di mushola dengan nona kecil den.
"Baiklah terimakasih mbok."
__ADS_1
Albar segera menuju ke kamar mandi untuk mengambil wudhu karena dia sendiri juga belum menunaikan sholat ashar, segera Albar menuju ke mushola menunaikan sholat ashar.
Setelah selesai Albar hanya melihat Raysa saja disana sedang menunggunya, sedangkan Aleysa sudah turun main bersama pengasuhnya.
"Sayangggg....." rengek Albar
"Iya mas, gimana tadi?"tanya Raysa
"In sya Allaah kita berhasil sayang, tapi....."Albar menjeda kata-katanya tidak sampai hati mengatakan pada istrinya.
"Tapai kenapa mas?"desak Raysa
"Hufftttt... Melisa menyuruh anak buahnya buka baju mas, mas berniat memberontak tapi takut rencana kita gagal sayang. setelah semua baju mas di lucuti, Melisa masuk ke dalam selimut mas, Yankkk..... "bujuk Albar karena dia sudah ketakutan apa yang akan terjadi setelahnya.
"Tapi obat itu bagaimana, obat yang sudah Ray kasih ke mas berhasil kan mas? "tanya Raysa, karena paking tidak Raysa tudak mau usahanya gagal untuk mejaga suaminya
"Alhamdulillaah, Mas dari awal sampai akhir mas dalam keadaan sadar mas hanya pura-pura pingsan saja yankkk...." ucap Albar dengan sungguh-sungguh.
"Alhamdulillaah... Ray lega mas"gumam lirih Raysa sambil menatap wajah suaminya.
"Sayang... Mas menginginkanmu sekarang."bisik Albar pada telinga istrinya.
Di jawab anggukan oleh Raysa dan mereka segera menuju ke kamar dan Raysa segera menunaikan kewajibannya sebagai istri
#
#
__ADS_1
#
#