Istri Hebatku

Istri Hebatku
31. Siapakah Dia


__ADS_3

Raysa mengantar Aleysa ke kamar mandi, hati Raysa masoh berdegub kencang. Sebegitu cepatnya Allaah mempertemukan dengan suaminya. Raysa bingung apa yang harus di lakukan.


Mom... i am finish....


oh... Sudah selesai sayang... Sekalian wudhu ya.... Sudah mau masuk Dzuhur...


Yes mom....


Raysa semakin deg deg an..


Maaf permisi....


Arya yang menjawab.... Silakan....


Mom.... Aleysa mau deket jendela boleh?


No Princes.....


Please mom....


Aleysa sayang....


Oke Mom....


Mereka sudah kembali duduk dengan formasi duduk yang sama dengan sebelumnya. Tetiba Aleysa mengajak Albar berbicara....


Hai...Om....


Hai....


Om mau ke Jakarta?


Iya sayang...


Aleysa juga mau ke Jakarta, momy di pindah tugaskan kerja di Jakarta jadi kami pindah. Tapi Aleysa bahagia, di Jakarta ada Oma, Opa, Nenek sama Kakek. Ada Abi sama Ummi. Untie Aisha, Untie Rahma...


Aleysa!!! "Tegas Raysa


Ya mom....


Don't say anymore, Kita sholat dulu ya.


Oke Mom.....


Dalam hati Albar, apakah kebetulan sama ataukah benar ini istri dan putrinya. Albar belum bisa membuka handphonenya, karena masih didalam pesawat dan sengaja di matikan. Albar melihat ibu dan anak itu sedang sholat dzuhur, begitu khusyuk. Sungguh wanita yang hebat bisa mendidik anaknya seperti ini. selesai sholat mereka berdzikir bersama sama. Setelahnya sesuai jadwal selesai sholat Aleysa murojaah hafalannya dengan di simak Raysa.


Ketika mendengar bacaan Raysa, Albar memantapkan jika benar itu adalah Raysa. Tapi Dia perlu memastikan terlebih dahulu karena takut salah.


Aleysa tertidur, padahal pesawat hampir landing di bandara.


Aleysa..... Sayang.... Princess.... Bangun Nak.... Kota sudah sampai....

__ADS_1


Om..... Dady.....


Aleysa kenapa sayang, baca doa dulu setelah bangun tidur.... "Aleysa segera membaca doa.


Mom.... Aleysa mimpi... Sebentar mom....


Om.... Namanya siapa?


Aleysa... tidak sopan nak....


Wajah om itu ada di mimpi Aleysa Mom, dan dalam mimpi itu ada momy, Dady dan Aleysa...


Sstttt.... Tadi ga baca doa ya?"Sela Albar


Ups.... Iya sepertinya tadi Aleysa ga baca doa, langsung ketiduran.


Raysa dan Albar canggung hati mereka sama sama berdegub, Sekilas pandangan mereka saling tatap ada tatapan kerinduan di dalamnya. Raysa langsung menunduk....


Sayang yuk kita turun.... Abi sepertinya sudah menunggu....


Yuk Mom....


Om tidak turun?


Oh iya om mau turun juga, boleh kita berteman?


Boleh donk om....


Aleysa Om..... Aleysa Kamila Putri Albar.


Nama Kita hampir sama sayang, maukah berteman sama om....


Baik om....


Princess.... "Ucap Raysa


Maaf kami mau turun dulu.... Assalamualaykum....


Waalaukumussalam.... "jawab Albar


Mereka berjalan beriringan, ketika sampai di tempat pengambilan bagasi. Albar sudah tidak tahan untuk segera mengklarifikasi.... Dia menyuruh Arya untuk memanggilnya.


Dokter Raysa Kamila.....! "panggil Arya


Karena Raysa tidak memperhatikan siapa yang memanggilnya, Raysa spontan menjawab.


Iya saya, sambil menoleh ke arah orang yang memanggilnya.....


Saya Arya Asisten tuan Albar.....


Seketika Raysa tercekat tidak bisa lagi menyembunyikan air mata dan kegugupannya.

__ADS_1


Ray...... Raysa.... Aku tau itu kamu, Jangan lagi berpura pura. Aku sudah lama menunggumu, aku sudah lama mencarimu....


Raysa hanya diam tidak bisa menjawab apa apa, Dia hanya bisa menangis, entah tangisan bahagia atau sedih.


Mas.... Maafkan Raysa.... Permisi....


Ray.... "Seketika Albar menahan tangan Raysa dan memeluknya


Lepaskan Mas.....


Aku tidak akan lagi melepaskanmu....


Om.... Dont hug my Mom.... Lepaskan momy Aleysa.....


Mas lepaskan tolong mas, Raysa malu mas ini di tempat umum....


Baik Saya akan lepaskan, tapi kamu harus janji jangan pergi lagi,beri waktu saya untuk berbicara.


Ba...baik mas....


Mommm...... Are you okay? Dont cry mom? Please dont cry anymore?


Momy tudak menangis sayang.... Apakah Aleysa mau bertemu dengan Dady....


Mau mom....


Oke.... Janji nurut dan tertib okay?


okay mom I'm promise....


mereka berjalan ke sebuah cafe yang ada di bandara, mereka duduk di tempat uang tidak terlalu banyak orang berlalu lalang....


Ray..... Maafkan Aku Ray....


Mas.... Aku sudah memaafkanmu...


Mom... where isi Dady....


Sayang Aleysa... masih ingat nama om yang ada di depan kita?


Masih mom... Om Albar


Aleysa Amira Putri Albar.... Bukankah itu namamu sayang.... Om itu adalah Dady Aleysa, Putri Albar....


Dady.....


#


#


#

__ADS_1


#


__ADS_2