
"Sepulang dari acara, Aleysa sudah terlelap di dalam mobil. Mereka sampai di rumah sebelum maghrib, Albar segera membawa Aleysa ke dalam kamarnya dan menidurkan putrinya disana. Di pandanginya wajah putrinya sejenak, sungguh Daddy menyesal nak tidak membersamaimu sedari dalam kandungan."
Ceklek
"Albar masuk ke dalam kamarnya. Mas.....'' Panggil lirih Raysa. "Mandilah, sudah Ray diapkan air hangatnya. Sebentar lagi maghrib..."ucap Raysa kepada Albar dengan suara yang lembut."
"Makasih sayang. "dibalas senyuman dan anggukan oleh Raysa. Mas, sangat bersyukur akhirnya kita bisa berkumpul bersama. Mas, menyesal melewati masa pertumbuhan putri kita sedari dalam kandunganmu. Untuk putra kita kali ini aku akan selalu ada di dekat kalian. Mas janji yang..."ucap Albar dengan penuh sesal."
"Mas... Masa lalu untuk di kenang sebagai pembelajaran bukan untuk di jadikan penyesalan. Menyesal boleh tapi jangan berlama - lama didalamnya. Ray, akan berusaha menjadi istri yang lebih sabar lagi. Rumah tangga kita sudah pernah, hampir karam dan kini kita sudah mulai berlayar membentangkan layarnya dengan lebar. Bukan berarti kita tidak akan menemui cobaan disana, di tengah lautan kapal kita akan bertemu dengan badai yang mungkin bisa menguncangnya kembali. Semua tergantung kekuatan kita dalam menjalankannya. Selalu terbuka, selalu percaya, kota selesaikan kita hadapi masalah secara bersama - sama hingga kita akan menepi dalam keadaan suka cita."
"Mandilah, sebentar lagi maghrib dan airnya keburu dingin.... CUP. "Raysa mengecup bibir suaminya.
ððð
"Keesokan harinya, Akbar menyampaikan kabar yang selama ini di tunggu tunggu. Melisa sudah menghubungi jika mengajak bertemu di restoran SS siang ini."
"Yang.... Melisa sudah mulai beraksi, Dia ngajak ketemua nanti siang."
"Jam berapa Mas?"
__ADS_1
"Jam 12 Siang."
"Oke, Mas berangkat dari rumah sakit aja. Nanti aku suntikan penawar terlebih dahulu sebelum berangkat."
"Terima kasih sayang."
"Sama - sama Mas, hati - hati ya. Kutitipkan Mas pada sebaik - baik tempat untuk menitipkan, semoga kita di mudahkan."
"Albar menghubungi Akbar untuk menyiapkan semua anak buahnya untuk mengawasi pergerakan Melisa."
"Jangan sampai ada yang terlewat, pastikan anak buahmu teliti dan jangan sampai ketahuan. Kerjaan dengan rapi!"perintah Albar pada Akbar.
"Prepare buat jaga - jaga yank..."jawab Albar
"Mereka berdua saat ini sudah di dalam ruang kerja Raysa di rumah sakit. Albar mengerjakan kerjaannya di mejanya begitu juga Raysa. Jam di dinding menunjukkan pukul 09.30. Albar duduk di sofa dan dibikuti oleh Raysa. Albar membaringkan tubuhnya dengan berbantal paha istrinya."
"Boy.... Jaga Mommy ya, jangan nakal di dalam perut mommy. Nurut ya Boy, Jadi anak sholehnya mommy sama daddy. Sehat sehat ya Boy."
"Siap Daddy!"jawab Raysa dengan menirukan suara anak kecil. Mereka tertawa berdua, selanjutnya entah siapa yang memulai terlebih dahulu. Mereka saling berpagutan dengan mesra, hampir hampir kebablasan juka tidak ada yang mengetuk ruang kerja Raysa. Raysa sehera merapikan baju dan jilbabnya dan memakai masker medis dan cadarnya."
__ADS_1
"Iya Masuk!"
"Maaf Dokter, ada pasien perlu di tangani segera di IGD."ucap Suster
"Baik sus, segera saya kesana."jawab Raysa
Mas.... Ray ke ruang IGD bentar ya, jamgan kemana - mana dan jangan berangkat dulu nanti jam 11 an sebelum berangkat Ray kasih penawar dulu."
"Siap laksanakan Mommy cantik!"
"Hampir 1 jam Raysa menangani pasien di ruang IGD. Setelah melihat jam yang tergantung di dinding, Raysa segera meminta izin untuk kembali ke ruangannya.''
"Mas, sudah siap. Yukk baring dulu! "ucap Raysa pada suaminya.
"Setelah selesai Raysa menyuntikkan penawar ke dalam tubuh suaminya"
"Mas hati - hati ya, jangan lupa dzikir ya mas. I LOVE U MAS! "ucap Lirih Raysa seakan ga mau melepas suaminya yang hendak bertemua seorang wanita."
ðððð
__ADS_1