Istri Hebatku

Istri Hebatku
51. Keputusan Raysa


__ADS_3

Tap


Tap


Tap


Suara langkah kaki yang terdengar seperti tergesa-gesa memenuhi lorong rumah sakit. Langkah Arya yang ingin segera memberikan kabar tentang Melisa dan Kekasihnya. Iya.... Beberapa jam lalu, orang-orang suruhan Albar berhasil menemukan persembunyian Melisa. Namun mereka tidak serta merta langsung menangkapnya. Anak buah Albar menghubungi Arya dan memberikan kabar tersebut. Setelahnya Arya mendapatkan kabarnya, segera Arya menghubungi Albar dan meluncur ke rumah sakit.


Kini Arya sudah sampai di rumah sakit tepat di depan ruang rawat inap sang sahabat dan sekaligus boss baginya.


Tok


Tok


Tok


CEKLEK


"Assalamu'alaykum...."


"Wa'alaykumussalam...." jawab Albar dan Raysa bersamaan.


"Al... Anak buah kita sudah nemuin persembunyian Melisa, menurut lo kita action sekarang atau gimana. Kita nunggu komando dari lo!"


"Mas....."


"Iya sayang...."


"Jika Ray meminta sesuatu apakah mas akan mengabulkannya?"


"Tentu sayang!"


"Apapun Itu?"


"Hmm.... Apapun itu, apa yang kamu inginkan sayang?"


"Serahkan Melisa kepada pihak berwajib!"


"Tapi Ray!''


"Serahkan semua kepada pihak berwajib, ingat haram seorang muslim menghilangkan nyawa muslim yang lainnya!"


"Sayang....."


"Jangan kotori tangan-tangan kalian untuk melakukan hal yang bisa menimbulkan murka Allaah, apalagi kamu mas Arya, Aisha sedang hamil kan ingatlah bayi atau anak yang ada di kandungan istrimu. Mas.... Ingat Axell sedang membutuhkan kita, daripada tangan kita, kita pakai untuk bermaksiat kenapa tidak kita buat menengadahkan ke atas meminta kepada Allaah untuk kesembuhan putra kita. bukankah itu lebih baik... Hmm...."


"Ta... Tapi sayang...."

__ADS_1


"Mas.... Katanya mau belajar menjadi muslim yang baik, imam yang baik, bapak yang baik kalau tidak di mulai kapan? Ingat لَا تَغْضَبْ, jangan marah karena bagimu surga. Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi tahu Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu tentang ucapan seseorang, “Pembagian ini tidak dimaksudkan untuk mencari wajah Allah.” Maka ucapan itu terasa berat bagi beliau, wajah beliau berubah, beliau marah, dan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya bersabda:


لَقَدْ أُوْذِيَ مُوْسَى بِأَكْثَرَ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ.


Sungguh Musa disakiti dengan yang lebih menyakitkan daripada ini, namun beliau bersabar.


Intinya bersabar ya sayangnya Raysa, Daddynya anak-anak Raysa. Mau ga sesurga bersama di akhirat kelak?"


Albar menganggukan kepalanya, sambil melihat ke arah Arya.


"Nah jika mau, maka kita harus banyak-banyak bersabar. Kalau sekarang ga bisa ya terus belajar. Pada hakikatnya selama kita masih hidup di dunia kita diwajibkan untuk terus belajar dan belajar. Ingat kehidupan kekal kita adalah Akhirat, dunia hanya tempat persinggahan kita saja dan itu tentu hanya bersifat sementara. Gimana mas Arya."


"Faham Nona Raysa."


"Apa sih nona nona, panggil Rayaa saja seperti Aisha memanggilku."


"Iya ... Maaf."


"Nah sekarang beritahu anak buah mas Albar untuk menghubungi polisi, mas Arya bisa bantu buat laporan nantinya. Kalau nanti saya di minta jadi saksi in sya Allaah saya tidak akan keberatan. Sudah mulai sekarang jangan mengotori tangan-tangan kalian untuk hal yang dibenci Allaah, siapkan tangan-tangan itu untuk membimbing putra-putra kalian menjadi laki-laki yang sholeh."


Kedua pria yang seumuran itu tak bisa berkata-kata lagi. Mereka terdiam dengan apa yang di katakan oleh Raysa. Sungguh memang di saat-saat seperti ini sangat membutuhkan nasehat walau hanya sekedar mendinginkan otak dan hati yang sudah panas hampir mendidih.


"Arya, gue serahin semua sama elo. Sesuai instruksi bu boss."


"Mas...." Albar hanya meringis sambil melihat istrinya.


Tak berapa lama, setelah Arya pergi kedua orang tua Albar dan kedua orang tua Raysa datang. Mereka sangat bahagia dan bersyukur melihat Raysa sudah tampak terlihat sehat.


CEKLEK


Semua mata mengarah ke arah pintu yang akan terbuka.


"Selamat sore, dedeknya sudah siap di ASI hi ya mom. Alhamdulillaah sudah sehat tinggal menunggu kabar dari dokter kapan boleh pulang. Asinya sudah keluarkan dokter?"


"Alhamdulillaah sudah suster..."


"Alhamdulillaah, kalau begitu saya tinggal ya dokter, adek sedang tidur nanti ketika menangis silakan dokter susukan.


"Baik sus... Terima kasih ya."


"Sama-sama dok, Mari kami izin undur diri."


Setelah suster menutup pintunya, semua ke empat orang paruh baya berhambur ke arah ranjang baby tempat baby Axell tidur sekarang.


"Adu du cucu oma cakep bener....''


"Siapa dulu opanya..."

__ADS_1


"Jangan lupa saya juga kakeknya...."


"Yang pasti karena oma dan neneknya cantik-cantik ya ga jeng." ucap mama Veli mamanya Raysa.


Albar dan Raysa melihat itu sangat bahagia sekali.


"Sayang.... Aleysa pasti seneng lihat adeknya, kasihan Aku sudah kangen sama anak gadisku mas...."


"Jangan bilang anak gadis, putriku masih kecil dan akan selalu begitu."


"Mulai posesif!"


"Bukan begitu sayang..."


"Oke Ray tau mas sayang..... Tau ga cinta pertama seorang anak perempuan adalah Daddynya, jangan sampai membuatnya kecewa. Berhati-hati dalam bertindak tanduk, ingat ada anak-anak sebelum mengambil keputusan!"


"Hmm.... Aku juga jatuh cinta ketika pertama kali bertemu putri kecilku."


"Dan sejak itu Aku merasa di duakan."


"Sama anak sendiri masa cemburu yank!"


"Emang ga boleh, katanya klo ga cemburu tanda ga cinta?''


"Bukan gitu juga konsepnya sayang."


"Hahahaha..... ngambek nikh Daddy nya Aleysa?"


"Ga ah siapa yang ngambek?"


"Tuh.... bibir dah ngerucut minta di kecup!"


"Ehh.... Beneran.... Mau donk!"


"Mau apa?"


"Itu yang....."


"Ga ahh... Sana Aku mau istirahat sebelum adek bangun."


"Ya sudah met rehat ya cintaku, istri sholehahku."


CUP


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🍀Menuju ending, jangan lupa suport terus ya kakak-kakak readers ❤️

__ADS_1


__ADS_2