Istri Hebatku

Istri Hebatku
52. Welcome Home Baby Axell


__ADS_3

Setelah masa-masa menegangkan yang telah terlewat, hari inilah yang di nantikan Albar. Istri dan putranya yang sudah di nyatakan sehat dan bisa segera di bawanya pulang. Rasa bahagia yang tidak bisa lagi diungkapkan selain dengan lelehan airmatanya.


"Terima kasih.... Terima kasih sayang sudah mau bertahan dan kembali pulang dalam keadaan sempurna seperti semula."


"Sstttt.... Daddynya Duo A, semua ini tidak lepas dari kuasa Allaah mas. Dan takdirku masih membersamaimu hingga waktu yang memang sudah di tuliskan untukku."


"Sayang...."


"Are you ready for home Dad?"


"Sure..."


CUP


Alceo mengecup kening istrinya dengan lembut penuh rasa haru dan rasa syukurnya. Dia merasa tak ingin melepaskan ciuman itu barang sebentar saja. Seakan Dia ingin hanya ada Dia dan istrinya saat ini.


"I LOVE YOU.... I LOVE YOU SOO MUCH, MY LOVE SO DEEP FOR YOU!" [Aku mencintaimu... sangat mencintaimu, cintaku sangat dalam padamu.]


"I KNOW,LOVE U TOO... LOVE U MORE !"Raysa memeluk erat suaminya, Dia mengingat masa-masa ketika Dia meninggalkan suaminya. Sungguh rindu ini sudah terbayar lunas dengan semua perubahan suaminya. Inilah kekuatan doa di sepertiga malamnya, yang sudah tembus ke langit ke tujuh.


Setelah saling merengkuh dalam nikmatnya melepas beban rindu yang terkekang begitu lama. Kini mereka sudah bersiap-siap untuk segera pulang. Mama papa Albar dan juga kedua mertuanya sudah menjemput mereka sejak tadi.


"Perlu kursi roda sayang?"


"Ga perlu mas, Ray bisa jalan pelan-pelan. Dan juga lebih bagus, biar luka jahitnya ga kaku."


Tok


Tok


Tok


"Selamat siang dokter Raysa, Alhamdulillaah sudah sehat dan siap pulang ya dokter. Ini surat untuk kontrol dedek bayi ya Dok, semoga segera pulih dan dokter segera bisa bertugas kembali.''


"Terima kasih Sus..."


"Baiklah saya izin undur diri ya dok.. Mari....!''


"Jangan bilang klo kamu masih mau kerja yank!"


"Maunya sih gtu mas."


"Maksudmu?"


"Ya kan sayang klo ilmunya ga di praktekin."


"Klo Aku minta Kamu untuk ga kerja lagi gimana?"


"Hemm.... Sebenernya kecewa, namun apa yang harus Ray lalukan? Tentu tetao taat suami kan?"


"Tuh tau!'


"Tapi Aleysa bangga lho mas dengan mommynya sebagai dokter."

__ADS_1


"Aku juga bangga!"


"Lha terus kenapa ga boleh kerja lagi?"


"Sekarang finasmu bukan di rumah sakit lagi, tapi di rumah jadi dokter pribadiku."


"Hemm.... gtu, mahal lho jadi dokter pribadi!"


"Uangku ga akan habis buat gaji kamu!"


"Sombong!"


"Siapa bilang?"


"Aku kan yang bilang barusan!"


"Terus?"


"Maksudnya apa mas?"


"Kamu bilang mas sombong ga akan ngaruh buat mas, wong nyatanya memang ada bukti yang di sombongkan bener ga!"


"Iya iya percaya kok Tuan CEO!"


Alceo mengusap kepala istrinya dengan gemas, setelahnya Dia membantu istrinya menganti baju lengkap dengan hijabnya.


"Kenapa mas?" Melihat Albar yang bengong sambil melihatnya, akhirnya Raysa pun bertanya kepada suaminya namun belum juga suaminya itu tersadar.


"I...Iya sayang."


"Kenapa bengong hm?"


"Rasanya dejavu ketika aku melihat wajahmu pertama kali sayang, apalagi ketika kita bulan madu kala itu aku semakin jatuh pada pesonamu berkali-kali dengan kecantikanmu sayang. Ga akan rela jika ada yang melihatmu selainku."


"Sejak kapan mas pandai ngegombal, udah ah buruan!"


"Sini mas pakein cadarnya."


CUP


"MAS!"


4 orang paruh baya yang juga ada didalam ruangan itu semakin geram saja melihat tingkah Albar.


"Hadehhh.... Udah Al, ga akan ada habis itu Al. Kita udah jamuran disini, ga kasihan apa sama orang tua."


"Hahaha.... Sorry sorry ma... Oke kita sudah selesai yuk sayang mas bantu."


"Axell biar mama saja yang gendong Al."


"Oke ma..."


Mereka pun segera meninggalkan rumah sakit, walau sehari-hari rutinitas Raysa di habiskan di tempat ini namun kerinduan akan rumahnya sangatlah besar, apalagi kerinduan dengan putri sulungnya. Hampir 1 jam perjalanan mereka habiskan di perjalanan, kini ketiga mobil mewah itu sudah mengambil posisi masing-masing untuk menghentikan deru mesinnya.

__ADS_1


Mereka masing-masing kekuar dari mobilnya dan begitu juga dengan Raysa yang tidak pernah jauh dari suaminya Albar.


"Hehe sayang kenapa menangis?''


"Aku sangat rindu pulang dan akhirnya bisa pulang juga mas!"


"Welcome home my sweet baby." [selamat datang di rumah sayangku....]


"Thank you so much Darl."


Mereka pun hendak memasuki rumah, tanpa sepengetahuan mereka sudah banyak sanak saudara yang akan menyambutnya.


CEKLEK


"WELCOME HOME DOKTER RAYSA, WELCOME HOME MOMMY, WELCOME HOME BABY AXELL......"


Kemeriahan menyambut mereka yang kini dibuat syok, hingga baby Axell pun menjerit menangis karena kaget dengan teriakan semua orang yang disana. Seketika mereka mengambil langkah seribu sambil mengunci mulut-mulut mereka. Karena pelototan satu pasang mata yang sudah berhasil membungkam mereka.


"Terima kasih semua, Thank you so much, I'm so excited..."


"Sama-sama...'' Jawab mereka serempak dengan suara yang sangat lirih hampir seperti bisikan yang tak terdengar.


"Kakak.... Give me a sweet hug baby!"


"Mom i miss u so much, i miss u so bad." Ucapa Aleysa dengan isakan tangis yang mulai pecah.


"I miss u more baby...."


"Can i hug my lil brother mom?"


"Sure, but carefully okay!"


"Ga ada yang kangen sama Daddy nikh.. i'm so bad!"


"I'm miss u too Dad,pelukk!''


Albar pun memeluk putrinya dengan sangat erat, begitu juga dengan Aleysa. Mereka melepas rindu dengan isakan tangis yang belum bisa mereda. Seakan sudah berabad-abad lamanya tak berjumpa.


"Aleysa mau gendong adek Axell..."


"Hmm...."


"Okay sama oma dan nenek ya, harus ada yang mendampingi. Daddy mau mengantar Mommy ke kamar dulu untuk istirahat oke."


"Oke...."


Sebelum melangkahkan kakinya, Raysa kembali melihat betapa bahagianya keluarganya, sungguh indah di pandang mata. Canda tawa mereka adalah sebenar-benar obat yang Raysa butuhkan.


"Kenapa sayang?"


"I'm Fu*** delighted."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2