Istri Hebatku

Istri Hebatku
18. Menemanimu


__ADS_3

Setelah Albar mengizinkan istrinya untuk kembali aktif, dan mengizinkan istrinya menerima tawaran bekerja di rumah sakitnya. Raysa tidak keberatan suaminya menemaninya selama kegiatannya berlangsung.


Hari ini Raysa pergi ke rumah singgah tempat Raysa bersama teman temannya. Disana banyak anak telantar yang di bina dan di ajarkan baca tulis. Mereka juga mengajarkan cara berwirausaha agar bisa hidup mandiri dan tidak mengemis dan mengamen lagi. Bagaimanapun dengan usia mereka yang masih terbilang kecil sangat bahaya.


Mas.... Jika nanti dirasa tidak nyaman, bilang saja sama Ray ya kita bisa langsung pulang....


Iya sayang..... "jawab Albar dengan masih fokus menyetir.


Tidak ada lagi percakapan, suasana hening. Dengan mata terpejam Raysa menyandarkan kepalanya sambil melantunkan ayat suci Al Qur'an walaupun lirih masih terdengar di telinga Albar.


Albar melihat istrinya, tidak ada waktu yang terbuang bagi istrinya. Dimanapun dia, waktu sangat berharga.


Sayang.......


Hmmm.... Iya mas.....


Keraskan saja sayang, mas suka mendengarnya....


"Ray tersenyum.... dan melanjutkan melantunkan dengan sedikit di keraskan. Sambil mengelus perutnya, karena sejak menikah Raysa tidak kunjung mendapatkan tamu bulanannya. Tetapi belum berani untuk testpack atau bilang kepada suaminya, karena seperti biasa siklus haid Raysa memang tidak teratur.


Sayang..... Di depan belok kanan atau kiri? "tanya Albar


Emmm.... Kiri mas nanti rumah paling besar....


Tak berapa lama mereka sampai, dan sudah masuk di pelataran rumah tersebut. Mereka memarkirkan mobilnya dan segera turun. Raysa turun setelah pintu mobilnya dibukakan terlebih dahulu oleh suaminya.


Yuk mas.....


Iya sayang.....


Assalamualaykum, adek adek kak Raysa....

__ADS_1


Waalaykumsalam.... "Jawab serentak semua anak yang ada yang seketika sambil menoleh ke arah Raysa....


Widuri gadis kecil umur 4 tahun seketika berhambur ke Raysa....


Ummaaaaa........


Sayangnya umma, gimana kabarnya?


Umma Widuli kangen, kenapa umma tak datang datang?


Umma sedang banyak yang harus di kerjakan, sekarang umma sudah disini kan.... Sayangnya umma mau punya Abi ga?


Mau umma, widuli mau punya Abi.....


Yukkk..... Salim dulu sama Abi.....


Assalamualaikum anak cantik, nanya siapa?


Sayang.... Abi adalah suaminya umma. Jadi Widuri boleh panggil Abi. Jadi ga boleh sedih lagi ya, sekarang widuri sudah punya Umma dan Abi.... Sekarang widuri di lanjutkan dulu belajarnya, umma tunggu disini sama Abi....


Baik umma....."jawab Widuri, seketika gadis kecil itu lari kembali duduk ketempat belajarnya


Mas.... Maaf ya Raysa belum izin ke mas untuk widuri panggil mas Abi....


Ga pa pa sayang, Abi seneng kok.... "jawab Albar


Setelah anak selesai belajar materi tematik, mereka melanjutkan dengan belajar Tahfidz bersama ustadzah Hanifa yaitu Raysa.


Nah adek adek..... Siapa yang sudah kangen belajar sama ustadzah Hanifah.....


Saya... saya..... saya..... "semua berebut menjawab.

__ADS_1


Albar tertegun melihat antusias anak anak yang ada di sana....


Kamu ngajar juga sayang...... "tanya Albar


Iya mas, Ray ngajar tahfidz dan Tahsin sesekali Ray ngajar ketrampilan...


Assalamualaikum Ustadzah Hanifah..... "tegur Ustadz Fakhri


Waalaykumussalam, na'am ustadz.....


Tafadholi jika mau mengajar....


Na'am Ustadz Jazaakallaahu khayran


Albar menatap tidak suka sama fakhri, walau Raysa menjawab dan berbicara dengannya tapi istrinya menjawab dengan pandangan nunduk dan membelakangi laki laki itu. Beda dengan lelaki itu justru menatap Raysa dengan wajah yang senang dan rindu bahkan tidak berkedip.


Apakah anda sudah selesai, atau masih mau berdiri disana.....


Sstttt... Mas sabar ya.... Yukk mau ikut Ray Ngajar anak anak atau mas mau ikutan ngaji?


Mas ikutan duduk disana aja ya sayang.....


Oke boss......


#


#


#


#

__ADS_1


__ADS_2