
Setelah kejadian dimana kebohongan Melisa terbongkar, Melisa seakan hilang di telan bumi. Dia tidak pernah lagi terlihat batang hidungnya.
Kehamilan Raysa pun sudah memasuki bulan ke 7, Raysa hanya mengikuti sang suami dan keluarga besarnya untuk acara yang akan diadakan.
"Sayang... Mau kemana? Kan Mas sudah bilang jangan naik turun tangga sendirian. Kan bisa tunggu mas yank..."ucap Albar, Albar yang kini berubah menjadi posesif yang aktif tidak mau menyia-nyiakan momen kehamilan kedua istrinya. Dia akan berusaha semaksimal mungkin menjadi suami yang siaga. Sudah jarang ke kantor, jika tidak ada yang urgent. Arya di bikin super sibuk, sering menggerutu karena banyaknya pekerjaan yang Dia kerjakan. Hampir tiap hari Arya pulang ke rumah telat karena harus menyelesaikan gunungan dokumen diatas meja kerjanya.
Inilah waktu yang ditunggunya, pulang kerumah di sambut oleh istri tercintanya. Ya Aisha, Dialah istri Arya yang berhasil di nikahinya setelah 1 bulan kepulangan Raysa ke Jakarta.
"Assalamu'alaykum cinta.... Mas kangen cinta..."manja Arya pada istrinya
"Wa'alaykumussalam mas... Capek ya sini peluk dulu."ucap Aisha sambil memeluk erat suaminya.
"Huum capek cinta, Aku pengen dimanjain cinta."bisik Arya di telinga Aisha, yang di balas dengan senyuman lembut oleh Aisha.
Mereka berjalan masuk ke kamar, setelah mengunci pintu terlebih dahulu. Kini mereka tinggal di Apartement mewah dan besar, apartemen yang di hadiahkan oleh Albar pada Mereka.
Arya duduk di tepi ranjang, sedangkan Aisha berjongkok didepannya sambil membantunya membuka sepatu dan kaos kakinya. Setelahnya membuka dasi dan kemeja yang suaminya pakai. Masih dalam posisi berdiri dan Arya duduk, Arya menarik istrinya ke dalam pelukannya. Sehingga posisi kepala Arya tepat berada di dada Aisha.
__ADS_1
"Gimana anak Ayah hari ini, pasti pintar kan ga ngerepotin Bunda."ucap Arya sambil mengelus perut Aisha.
"Anak Ayah hati ini pintar, enggak bikin Bunda susah. Bunda makannya lahap, Sudah ga mual muntah lagi."jawab Aisha, iya kini Aisha sedang hamil 3 bulan masa morning sicknesnya sudah hampir lewat walau belum sepenuhnya. Arya sangat berat meninggalkan kondisi istrinya yang sedang tidak baik-baik saja dan butuh perhatian banyak darinya. Namun apa yang bisa Dia perbuat, Dia juga punya tanggung jawab di tempat kerjanya.
"Alhamdulillaah... Bulan depan sudah bisa di lihat jenis kelaminnya belum sayang. Mas ga sabar."tanya Arya pada istrinya.
"Mas pengen dedek bayi cowok apa cewek mas?"tanya Aisha
"Mas pengennya cowok, tapi misal di kasih cewek mas juga seneng. Maafin mas ya belum bisa ngantar kamu kontrol. Mas usahakan bulan depan mas bisa ngantar kamu. Mas juga pengen tahu perkembangan anak Ayah di perut Bunda."ucap Arya penuh dengan rasa bersalah, karena kesibukannya selama 2 bulan ini sama sekali tidak bisa mengantar istrinya untuk sekedar kontrol kandungannya.
"In sya Allaah, semoga Allaah memberikan kemudahan sama Mas Arya dalam menyelesaikan semua pekerjaan mas di kantor. Aisha maklumin kok mas, nanti setelah Ray lahiran mas bisa lebih longgar lagi bukan?"jawab Aisha sambil menghibur Arya. "Mas mandi dulu ya, Aisha siapkan air hangatnya!"ucap Aisha yang segera di cegah oleh Arya.
"Mas... Tau ga tadi Aku dapat pasien anak laki-laki seumuran Aleysa. Sepertinya Dia agak tertekan, jadi tadi Aku konsulkan sama Rahma mengenai anak ini. Kalau dari kesimpulan Rahma Anak itu sepertinya ada gejala autism. Karena kondisi si anak yang seperti ini, jadi si orang tua tidak menerima dengan lapang kondisi si anak. Aisha lihat ada beberapa bekas cubitan di tangan dan pahanya kasihan sekali mas lihatnya. Semoga kita diberikan anak-anak yang sehat dan di jauhkan dari penyakit-penyakit yang berbahaya ya mas. Semoga berikutnya Aku ga rewel lagi mas, biar asupan dan gizi si dedek terpenuhi."cerita Aisha yang dengan seksama di dengarkan oleh Arya yang masih setia mengelus perut istrinya yang mulai membuncit.
"Aamiin... Sehat-sehat anak Ayah. Makasih sayang, mas sangat beruntung memilkimu."lirih Arya sambil memeluk erat istrinya.
Gangguan Spektrum Autisme (GSA) adalah salah satu gangguan mental pada anak yang terjadi akibat kelainan otak yang dapat berdampak pada kemampuan komunikasi dan interaksi sosial.Umumnya, anak-anak yang penderita GSA akan terlihat hidup dengan dunia dan imajinasinya sendiri dan mereka tidak mampu menghubungkan emosial mereka dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
Kembali ke Raysa...
"Ray mau turun mas, bosan di atas lagian bentar lagi Ray harus ke rumah sakit mas."ucap Raysa
"Sudah 7 bulan ya yank? Untuk acara 7 bulanan nanti semua yang handle mama-mama kita yang super heboh. Waktu Aleysa dulu acara 7 bulannannya bagaimana yank?"tanya Albar
"Alhamdulillaah lancar tanpa ada kurang satupun semua keluarga hadir."senyum Raysa karena Dia tau semua keluarga mengetahui keberadaan Raysa bahkan lebih ke menyembunyikan.
"Huffttt.... Mereka tega sama mas, padahal Mereka tau mas terpuruk saat itu."sesal Albar
"Sudah.... Yang berlalu tidak perlu di ingat lagi, sekarang sudah diberikan kesempatan sama Allaah pergunakan dengan baik. Ray juga terima kasih banget, mas sudah menjadi suami yang siaga dan papa yang baik buat Aleysa."ucap Raysa dengan penuh cinta dan kelembutan
"Itu sudah menjadi tanggung jawabku sayang, apapun akan mas lakukan untuk kalian."jawab Albar
Setelah kejadian bersama Melisa waktu itu, ini adalah waktu yang paling di syukuri oleh Albar. Tidak ada lagi penganggu rumah tangga mereka. Dan Dia selalu berdoa semoga kedepannya akan selalu damai seperti ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Maaf ya kakak-kakak readers semua, kesibukan yang dangat banyak hingga jarang update part terbaru. Doakan bisa lebih konsisten lagi dan bisa teratur update yes...
Jangan lupa like, vote dan komennya ya kakak-kakak readers. Aku tanpa kalian ga akan bisa sampai disini love you all ❤️❤️