
Albar masuk kedalam ruangan ICU tempat Raysa di rawat. Istrinya masih terlihat sangat cantik walau pucat dan dalam keadaan koma.
Dia merasa gagal melindungi istrinya, malah sebaliknya istrinya berani berkorban untuk menyelamatkannya.
"Sayang.... Maafkan mas, Mas belum mampu jadi suami yang melindungimu. Mas merasa gagal Yank...."
Alceo terus mengajak Raysa berinteraksi, entah apa saja yang Dia bicarakan disana. Sesekali isakan tangis terdengar dari bibir Albar. Tak tega pada sang buah hati yang juga mengalami hal yang sama dengan mommynya. Albar tiada hentinya berdoa dan beristighfar. Memohon kesembuhan kepada istri dan yang putranya. Berharap sang istri tak terlalu lama dalam tidurnya. Albar membacakan Al Qur'an di sisi ranjang istrinya. Dengan suara yang merdu berharap istronya bisa mendengar dan segera bangun. Dan itupun yang di lakukan pada sang putra.
Suara deringan ponsel menggema dalam ruangan itu, memaksa Albar unyuk segera keluar meninggalkan ruangan itu untuk segera mengangkat telpnya, "Semoga ada kabar bagus!" Bathin Albar.
"Sayang, Mas keluar sebentar ya."Albar segera keluar dan menutup kembali pintu ruang ICU tersebut.
"Iya Ar..."
"Gue udah bawa orang yang menusuk Raysa ke markas!"
"Oke gue kesana sekarang juga, jangan sampai ada pihak berwajib yang tau. Kita berikan hukuman setimpal pada mereka!"
"Oke gue tunggu!"
Albar segera menghubungi mamanya, agar bisa menggantikannya menjaga Raysa. Setelah mamanya datang Albar segera pergi ke tempat yang sudah diberitahukan oleh Arya.
Dalam waktu kurang dari 1 jam Albar sudah sampai di sebuah gedung kosong. Albar menepikan mobilnya yang disana juga sudah ada mobil milik Arya dan juga orang-orangnya.
CEKLEK
"Dimana mereka!"
Saat ini seorang Albar yang ada di hadapan Arya sangat menakutkan. Kegiatan mereka seperti ini sudah lama mereka tinggalkan bisa di bilang sejak menikah Albar sudah tidak lagi melakukan hal-hal yang menakutkan seperti ini. Kini bagai singa yang dibangunkan dari tidurnya, feeling mereka yang ada disana sangat tidak enak. Terlebih orang yang sudah di ikat dan didudukkan dalam sebuah kursi.
Tap Tap Tap
__ADS_1
"Cih.... SIAPA YANG NYURUH LO?"
Namun orang tersebut masih setia bungkam, sama sekali tidak mengeluarkan satu katapun. Kini aura Albar semakin gelap.
"CAMBUK DIA SAMPAI DIA MEMGAKU!!!"
"SIAP BOSS!!"
CETAR CETAR CETAR CETAR
"Al Dia ga bakalan buka suara, lo cambuk sampai matipun ga bakalan buka suara. Gue sudah ada cara buat Dia ngakuin semuanya."
"LAKUKAN!!"
Arya segera beranjak dari sana meninggalkan Albar bersama beberapa anak buahnya. Tak berapa lama Arya membawa seorang wanita yang sedang hamil besar. Dia adalah istri dari laki-laki yang sedang diikat tersebut.
"Lepaskan Saya tolong... lepaskan saya....."
"Hanifa!!!"
DEG
"Mas Lutfi..!! Kenapa demgan suami saya, lepaskan suami saya!"
"Hanifa maafkan mas Hanifa..."
"SAYA KASIH KAMU 2 PILIHAN, PERTAMA KAMI BERITAHU KAMI DIAPA YANG MENYURUHMU DAN KAMU BEBAS BISA MELANJUTKAN KEHIDUPANMU BERSAMA ISTRIMU. KEDUA KAMI TETAP DIAM DAN SIAP-SIAP KAU KEHILANGAN ISTRI DAN ANAK DALAM KANDUNGAN ISTRIMU!!!"
Namun laki-laki itu masih bimbang apa yang akan Dia lakukan. Walaupun Dia bebas disini belum tentu dikuaran sana Dia bisa hidup bebas. Walaupun Dia tidak jadi mati di tangan orang ini di luaran sana sudah pasti Dia akan mati di tangan orang yang menyuruhnya. Semua ini karena uang, Dia sudah buntu sampai mendekati persalinan Dia belum bisa menyiapkan perlengkapan untuk bayinya, bahkan biaya untuk bersalin saja Fia belum punya.
"Apa kamu masih ingat, orang yang kau tusuk adalah istriku. Yang sedang bahagia-bahagianya menanti kelahiran putra kami yang kedua. Apa kamu tau kondisi istriku sekarang, Dia masih koma bahkan pitraku yang masih bayi sedang kritis karena ulahmu!!!!"
__ADS_1
"KATAKAN APAKAH KAMU MAU MERASAKAN APA YANG AKU RASAKAN HAH BEDEBAH!!!!!
BRAKKKKKK
Albar menendang kursi yang sedang diduki laki-laki itu hinga Fia terlembar bersama kursinya.
"A...Apa maksudnya...?"
"KAMU TIDAK TAU ULAH SUAMI PENJAHATMU!!!! CK CK CK.... SUNGGUH PINTAR KAI SEMBUNYIKAN KELAKUAN BUSUKMU ITU!!!!"
BRAKKKKK
Albar mendekat oada perempuan itu, "Apa yang akan kamu lakukan jika kamu di posisiku hah!!! Kemarin istriku masih bisa tersenyum bahagia menanti hari kelahiran putra kami yang tinggal beberapa hari lagi, tapi suamimu membuat Dia tertidur KOMA DI RUMAH SAKIT DAN PUTRAKU KRITIS!!!"
"APA YANG AKAN KAMU LAKUKAN HAH!!!!"
"CAMBUK DIA SAMPAI DIA BICARA!!!!"
CETAR CETAR CETAR
"Lepaskan suami saya, Lepaskan suami saya..."
Albar berjalan ke arah laki-laki yang sekarang sudah terlepas sari kursinya.
"Lihatlah istrimu, memohon untuk melepaskanmu. Posisi kita sama, tapi bisa jadi kamu lebih beruntung. Aku sudah memberikan 2 pilihan untukmu, Aku masih punya hati, Aku tidak akan bisa tega seorang bayi lahir dalam keadaan yatim dan begitu sebaliknya. Apa kau tau kesedihan kekuargaku saat ini, Hawa nafsumu sudah membutakan mata hatimu. Saya kasih waktu 5 menit untuk berfikir, jika lebih dari itu Aku tidak akan punya pilihan untuk melenyapkanmu atau melenyapkan istrimu.
"Lepaskan istriku, Aku berjanji akan menerima semua hukumanku. Tapi lepaskan istriku ku mohon lepaskan."
"Saya hanya memberimu dua pilihan, selebihnya itu terserah saya!!!"
"CAMBUK LAGI"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...