
"CAMBUK LAGI SAMPAI DIA MEMOHON!!!!!!!!
"Pak.... Maafkan atas kesalahan suami saya, jangan siksa lagi suami saya. Saya tahu bapak pasti orang yang baik. Tidak akan tega melihat bayi yang saya kandung lahir tanpa seorang ayah. Saya akan membantu anda untuk bicara dengan suami saya."
"Apakah kamu bisa di percaya?"
"Saya usahakan pak, tapi berjanjilah untuk tidak menyiksa suami saya. Jika anda mau memasukkan ke penjara setelah ini saya hanya bisa pasrah karena suami saya sudah melakuakn kesalahan yang besar."
"Oke saya beri waktu buat kamu untuk suamimu membuka suara, jika tidak jangan salahkan saya jika kamu menjadi janda setelahnya!"
Albar segera berlalu meninggalkan ruangan itu yang sebelumnya memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi secara ketat kedua orang yang di sanderanya. Tak berapa lama setelah Albar keluar dari ruangan gelap nan pengap itu handphone Albar berdering, tanda ada panggilan dari handphonenya.
Tring tring tring
"Assalamu'alaykum ma...."
"Wa'alaykumussalam.... Kamu di mana Al?''
"Al sedang di luar ma ada urusan yang harus Al selesaikan."
"Cepat ke rumah sakit Al, Raysa sudah sadar dan sedang mencarimu!"
"A....A... Apa ma Raysa sudah sadar?"
"Iya Al cepetan kamu kesini!"
"Ba.... Baik ma Al jalan sekarang!"
"Ar... Kita kerumah sakit sekarang!"
Dengan tergopoh-gopoh Albar dan Arya melesat menuju mobil dan segera meluncur ke rumah sakit. Untungnya lalu lintas tak begitu padat walau jarak yang cukup jauh namun hanya membutuhkan 35 menit Albar sudah sampai di rumah sakit.
Tap
__ADS_1
Tap
Tap
BRAKKK
Albar membuka pintu ruang rawat Raysa dengan kasar. Karena sudah tidak tahan dengan rasa bahagia dan rindu yang kian membuncah.
"Mas....."ucap lirih Raysa ketika melihat suaminya yang masuk.
"Sayang..... Kamu sudah sadar?"
"Hmm...."Ucap Raysa sambil menganggukan kepalanya.
"Maafkan mas, yang tidak bisa melindungi mu dan juga anak kita."
"Ssstttt.... Semua sudah takdir dan alhamdulillaah Allaah masih memberikan kesempatan Raysa untuk menikmati indahnya cinta suami Raysa."
"Sayang....."ucap lirih Albar sambil memeluk istrinya. Dia sudah tak kaget dengan watak istrinya, yang selalu menanggapi semua masalah dengan kepala dingin.
CEKLEK
Belum sempat Albar menjawab sudah dokter anak yang masuk ke ruangan mereka.
"Hallo dokter Raysa.... Bagaimana kondisinya?"
"Alhamdulillaah sudah lebih baik dokter."
"Oh iya.... Saya ingin menyampaikan kondisi putra Dokter dan Tuan Albar sudah mulai stabil. Jika ASI sudah keluar bisa di pompa dan di push dengan ASI in sya Allaah jika perkembangannya semakin bagus lusa sudah bisa di bawa pulang"
"Alhamdulillaah...."serempak ucap syukur menggema di ruangan itu.
"Sebentar lagi perawat akan membawa putra anda kesini, Saya izin mohon diri semoga lekas pulih dokter Raysa... Permisi....''
__ADS_1
"Terima kasih Dokter."ucap Albar
"Mas.... Siapa nama putra kita mas."
"Axelle Abhiseva Mujasworo, semoga menjadi anak yang selalu membawa kedamaian, berjiwa pemberani, tegas dan baik hati."
"Aamiin.... Panggilannya mas?"
"Kita panggil Axell saja ya sayang."
"Iya mas... Aleya sama siapa mas?"
"Aleya di rumah sama mama dan papa, jangan kuatir putriku anak yang baik dan penurut."
"Ish.... Anak Ray juga kali klo mas lupa."
Albar terbahak mendengar cicitan istrinya, Dia gemas melihat istrinya yang kini sedang mengerucutkan bibirnya.
CUP
"Mas.....!"pekik Raysa.
Albar memeluk erat tubuh istrinya, "Jangan berbuat ceroboh lagi sayang, mas takut kehilanganmu, hidup mas seakan tak berarti lagi tanpamu. Mas tidak bisa melihatmu terluka apalagi itu karena mas."
"In sya Allaah Ray akan selalu menemani mas Al."
"Terima kasih sayang, hidupku serasa sempurna ada kamu dan kedua putri dan putra kita.''
"Alhamdulillaah...."
"I LOVE U SAYANG."
"I LOVE U TOO MAS"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...