
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, kehamilan Raysa semakin besar. Hampir memasuki usia 7 bulan. Dan selama itu juga Albar mengalami Morning Sicknes, hingga tubuhnya kurus berat badannya menurun drastis. Dan sementara urusan di perusahaan di gantikan oleh papanya dan juga Arya. Albar sudah merasa jenuh karena selama itu juga Albar hanya berdiam diri di rumah. Rencana Albar besok mau memulai maduk ke kantor. Dengan pertimbangan yang cukup detaiil Albar di perbolehkan asal bisa menjaga kondisinya.
Beberapa hari lagi adalah acara 7 bulanan Raysa, kedua keluarga sudah menyiapkan secara detail acaranya di hotel berbintang di kota Surabaya. Undangan hanya di peruntukkan untuk orang terdekat dan teman-teman Raysa yang ada di kota Surabaya.
Papa Andre perlu membuat alasan untuk disampaikan ke Albar agar Albar tidak mencurigainya. Karena tidak ada acara khusus dari perusahaan untuk kegiatan keluar kota.
tok tok tok
"Masuk. "pinta Albar"
"Pa.... Ada apa pa?"
"Al.... Lusa papa sama mama mau ke luar kota. Kamu bisakan handle kerjaan. kemungkinan papa disana 1 mingguan...
Ada acara apa pa? Sepertinya di kantor tidak ada acara khusus.
Papa mau silahturahim dengan sahabat papa, putrinya mau mengadakan acara 7 bulanan.
Pa.... Kehamilan Raysa juga memasuki usia 7 bulan, jika Al tidak salah hitung. Ketika Ray pergi saat itu usianya kandungannya 5 minggu, Ini semua karena kebodohan Al pa. Al sudah menyia nyiakan istri dan anak Al.
Sudah Nak.... Jangan di sesali yang sudah terjadi. Tapi doakan istri dan anakmu dalam keadaan sehat. Semoga kamu bisa segera menemukan mereka....
Iya pa....
H-1 Acara 7 Bulanan
Semua keluarga sudah berkumpul, semua keluarga sangat terharu, sedih walaupun mereka juga bahagia. Beda dengan Mama Mertuanya memandang Raysa dengan wajah yang murung, karena sedih menantunya harus berpisah dengan suaminya seperti ini.
__ADS_1
Ray.....
Iya ma.....
Maafkan mama nak.....
Sstttt..... Bukankah sudah jadi keputusan kita bersama, sabar ya ma.
Mama mertuanya seketika memeluk Raysa, tangisnya pecah begitupun dengan Raysa. Hingga membuat semua orang yang ada di sana turut menitikkan air mata. Mama Raysa menengahi dan berusaha mencairkan suasan.
Raysa hanya mebalas dengan senyuman dan anggukan.
Hari H 7 Bulanan
Semua orang sudah hadir di Ballroom hotel yang sudah di pesan, acara di mulai pagi. serentetan acara sudah di disusun oleh team WO. Hingga mereka tidak perlu repot repot lagi hanya tinggal datang dan mengikuti arahan.
__ADS_1
Acara demi acara di abadikan oleh temannya Raysa, Dan Raysa mencoba mengunggahnya ke Instagram miliknya. Sebuah photo yang mengambarkan betapa anggunnya Raysa walau tetap berbalut busana Syar'i dengan masih terlihatnya perutnya yang sudah membuncit dan besar. Photo itu hanya sekedar sebagai alat informasi kepada suaminya. Bahwa dia dan bayinya baik baik saja. Sebuah caption di tulisnya.
"Matahari mengajarkan kepada kita bahwa pada setiap pertemuan yang hangat terdapat sebuah perpisahan yang indah"
"Tetaplah melangkah ke depan meraih masa depan hingga kami melihat senyuman kembali"
~4 my hubby luv u~
Deg....
Arya melihat notifikasi di HP-nya, Update terbaru dari IG milik Raysa. Seketika Arya berlari ke ruangan Albar.
Al.... "teriak Arya
Apa sih lo teriak teriak!
Raysa Al Raysa....
Kenapa Raysa Ar, lo sudah nemuin Raysa?
Belum, tapi.... cepet lo lihat IG Raysa....
Segera Albar melihat IG milik Raysa, Sungguh dia sangat bahagia dan juga sedih melihat istrinya. Andai istrinya ada di depannya ingin segera dia memeluknya. "Aku merindukanmu sayang, Ray kamu dimana?" aku akan segera menemukanmu dan aku bersabar hingga waktu itu tiba.
Sejak Raysa memulai aktif di IGnya, sejak itu juga Albar selalu menunggu kabar terbaru dari istrinya. entah kenapa tetap lokasi Raysa berada tidak tersentuh olehnya.
"Aku akan terus mencarimu, Aku akan selalu setia sampai kita berjumpa. Maafkan aku sayang, Raysa Kamila aku sangat mencintaimu" sebuah koment di salah satu photo milik Raysa
Dalam Hati Raysa "Aku juga mas, aku juga merindukanmu, aku juga sangat mencintaimu"
#
__ADS_1
#
#