
"Gimana Ar... Sudah ada kemajuan, gimana istri laki-laki itu?"
"Laki-laki itu sudah mengaku Al, hanya apa perlu kita jebloskan ke penjara? Melihat istrinya yang hampir lahiran gue ga tega Al!"
"Cihh.... Banci lo!"
"Ck.... Apa lo bilang? Gue Banci! Gue hanya berempati dodol."
"Gue Boss lu, udah lupa lo!"
"Gue ga takut, lagian ini juga bukan di kantor."
"Terus perkembangan Melisa gimana sudah ketemu?"
"Mereka sepertinya sudah bisa membaca apa yang akan kita lakukan Al, sampai detik ini belum ada perkembangan dari orang kita."
"Jika laki-laki dan perempuan itu kita bebaskan pastikan mereka aman!"
"Oke, tapi bener lo mau ngebebasin mereka?"
"Hmm.... kecuali Melisa!"
"Gue usahakan mereka segera kita dapatkan! Udah ga sabar gatel tangan gue!"
"Tuh tembok nganggur!"
__ADS_1
"Gue ga perlu candaan lo GARING!''
"Hahahahaha....... Baperan lo kayak anak perawan!"
"Lo yang kayak emak-emak komplex lagi ngrumpi!"
PLETAK
"Dasar somplak lo sakit bego!"
"Biarin, apa gue patahin sekalian tuh leher?"
"Oke FINE!" selanjutnya Arya hanya diam, dalam diamnya tentu menggeritu habis-habisan."enak aja mau matahin leher gue, anak aja belum lahir dasar pecicilan!"gerutu Arya dalam hati.
Belum lagi Aleya, sejak mommynya masuk rumah sakit. Terlihat murung da terpukul sekali. Yang sebelumnya ceria, sekarang sama sekali tak ada suara hanya lelehan airmata sebagai wakil suara hatinya. Hanya satu yang gue selalu ingat Ar..... "Daddy airmataku tidak akan berhenti sebelum Mommy pulang memelukku".... Lalu apa yang harus Aku ucapkan padanya, Aku takut sesuatu yang buruk terjadi pada istriku Ar...."
"Lo harus kuat Al, Lo yang sekarang diandalkan oleh mereka. Apalagi putri elo, yang sangat bergantung pada elo. Positif thinking bro, istri lo pasti akan baik-baik saja."
"Thanks Ar... Gue serahkan kasus ini sama elo, mau elo bawa kemana perempuan itu terserah elo yang pasti gue ga mau Dia ngeganggu rumah tangga gue lagi."
"Don't worry, gue akan selalu ada buat elo. Jaga kesehatan Ar, ingat ada keluarga kecil lo yang menunggu pelukan lo."
"Gue balik ke kamar dulu Ar, thanks for all."
"Hmm, kalau ada kabar segera gue kabarin ke elo. Don't over thinking, everything will be okay!"
__ADS_1
"Thanks! Be careful!
"Okay thanks!"
Mereka berpisah dari ruangan yang kini mulai sepi dari orang yang sudah berhasil mengisi perut-perut mereka. Albar berjalan dengan penuh semangat menuju ruang rawat istrinya. Albar selalu mensugesti dirinya untuk selalu be a positif thinking.
CEKLEK.
Raysa melihat ke arah pintu yang mulai terbuka, terlihat wajah suaminya yang timbul dari balik pintu. Senyuman merekah tersemat di bibir Raysa.
"Mas....."
"Kenapa ga tidur? Ada yang sakit?"
Raysa menggeleng lemah seraya menjawab, "Aku merindukanmu mas...."
"Cepqt sehat ya sayang, jangan ada yang di tutupi darimu padaku. Apa yang kau rasakan, beri tahu Aku. Aku tidak bisa melihatmu sembunyi-sembunyi menahan rasa sakitmu.'
"Maaf.... Aku ga mau mas terlalu khawatir padaku, mas sudah terlalu banyak menanggung beban atas kami."
"Hey.... Apa yang Kamu katakan sayang.... Sudah sewajarnya Aku melakukan itu, jangan lagi berbicara seperti itu. Entah itu masalah besar atau masalah yang kecil sekalipun kita selesaikan kita hadapi bersama-sama.'
"Makasih mas...."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1