Istri Hebatku

Istri Hebatku
27. Keputusan Dua Keluarga


__ADS_3

Sesuai hari yang ditentukana Fakhrez, kedua orang tuanya, kedua mertua Raysa dan juga Aisha serta Rahma sudah berkumpul di Villa milik Fakhrez. Mereka akan membicarakan keputusan yang akan di ambil mengenai Raysa dan Albar. Karena dirasa sudah datang semua Fakhrez memulai membuka pemmbicaraan.


Bismillaah.... Ma, Pa, Om dan Tante. Fakherz mengumpulkan kalian semua disini karena untuk membicarakan masalah Raysa dan Albar.


Aisha dan Rahma mungkin sudah tau mengenai kondisi dan keberadaan Raysa. Kan tetapi Saya akan menjelaskan semuanya.


Raysa saat ini ada di surabaya, Dia dinas di rumah sakit S sebagai dokter spesialis kandungan. Berapa lama Ray disana belum tau karena Ray juga belum tau berapa lama Dia disana. Saat ini Ray sedang mengandung sesuai dengan yang kita ketahui. Alhadulillaah kandungan Ray sudah masuk 8 minggu dan dalam keadaan sehat. Tidak ada keluhan dalam kehamilannya mungkin sudah di wakili oleh Albar semuanya.


Saya tau mereka saling mencintai, hanya saja kesalahpahaman yang berulang membuat Raysa memutuskan jalan seperti ini. Permintaan Raysa agar tetap merahasiakan keberadaan Raysa dari Albar. Tentu ada alasan bagi Raysa ketika memutuskan ini...


Rez..... Apakah kami bisa menemui Raysa, Mama tidak tega dengan kondisi Raysa yang sedang hamil dan jauh dari keluarga.


Iya Nak Fakhrez, Tante sangat kecewa dengan Albar tapi tante sangat menyayangi Raysa seperti Raysa putri tante sendiri....


Kita masih bisa terus berkomunikasi dengan Raysa, untuk menemui bisa jadi Raysa bersedia asal kota tetap bisa menjaga dan menghargai keputusan Raysa.


Sebenarnya Papa sangat marah putri papa di perlakukan seperti ini, di kehamilan pertamanya yang seharusnya mendapat perlindungan dari suaminya, bermanja ria dengan suaminya ini malah berjauhan seperti ini. Papa akan memutuskan berapa lama Albar baru bisa menemui Raysa. 5 Tahun mungkin waktu yang cukup singkat untuk memberi Al pelajaran.


Tidak bisa! "sergah mamanya Raysa, itu juga menyiksa mama pa. 3 tahun saja gimana. disaat itulah kita minta untuk Raysa di mutasi. Mama cukup kenal dengan pemilik rumah sakit S. mama cukup tenang mendengarnya.


Baik saya setuju jeng... "ucap mamanya Albar


Jika demikian, kita putuskan untuk bergantian menjenguk Raysa. apalagi nanti di acara 7 bulanan kita perlu hadir disana.


Alhamdulillaah semoga keputusan ini adalah keputusan yang terbaik untuk kita semua.


Suasana penuh kelegaan itulah yang sekarang tergambarkan. Dua keluarga yang cukup kompak.


__ADS_1



Di kediaman Albar...



Ar, gimana ada kabar mengenai Raysa.



Belum Al.... dari pantauan CCTV terakhir kali tempat yang di datangi Raysa adalah Bandara. Bisa jadi Ray keluar kota ataupun keluar negri.



Apa tiketnya bisa di lacak?




Lalu dia membeli tiket dengan no siapa?



Orang terakhir yang bersama Raysa saat itu adalah Aisha, namun Aisha pun tidak tau mengenai pembelian tiket pesawat. dari track record no Aisha juga ga di temukan.



Akhhhhhhh.... gue emang bodoh, semua gara gara Melisa sialan!!!

__ADS_1



Baru tau lu klo begonya ga ketulungan, baru ada CEO bodoh n bego kayak lu....Gue akan terus bantu lu nyarik Raysa, semoga sebelum Raysa melahirkan sudah bisa di temukan. Kasihan bagaimanapun wanita hamil biasanya selalu ingin di dekat suaminya.



Kok Lu tau Ar?



Ya iyalah tau, kakak gue waktu hamil nempel terus sama kakak ipar gue. ke kantor aja di bawa. Ngidam ini itu kakak ipar gue selalu turutin pokoknya suami siaga banget salut gue sama kakak ipar gue, semoga gue bisa kayak dia ga oon kayak lu.



Lu nyindir gue Ar....



Ga ngapain gue nyindir lu, kan emang kenyataan...



Ckkkkk........



\#


\#

__ADS_1


\#


__ADS_2