Istri Hebatku

Istri Hebatku
30. Kebahagiaan Dua Keluarga


__ADS_3

Siapa ma yang telpon....


Arya pa, ngasih tau klo Albar dilarikan ke rumah sakit karena sakit....


Sakit apa anak itu?


Sakit kontraksi mau melahirkan.


Hahh...


Semua orang yang disana tertawa semua karena Raysa malah tidak merasakan sakit apa apa. Hanya memang ketuban sudah pecah tapi pembukaan masih 8.


Mas Albar kenapa ma?"tanya Raysa


Dia ikut merasakan sakitmu nak.... Dari awal hamil sampai sekarang Dia ikut merasakannya. Hampir 9 bulan dia mual muntah di pagi hari. Tidak bisa makan apapun, dan hari ini fi larikan ke rumah sakit karena merasakan sakit kontraksi. Ikatan batin dan cinta kalian begitu kuat.


Ceklek....


Dokter Raysa, saya bantu cek ya.... Apa dojter tidak merasakan apapun....


Tidak Dokter....


Alhamdulillaah sudah pembukaan lengkap, Kita mulai ya Dokter. Seperti biasa tarik nafas buang nafas, dan akhirnya.....


oekkkk oekkkk oekkk


Lahirlah cucu kedua keluarga tersebut, disambut dengan suka cita. Bayi sangat cantik, dengan wajah yang dominan Albar tapi tetap kecantikannya tidak ada duanya maa sya Allaah...




***3 Tahun Kemudian***



Raysa di pindah tugaskan ke kota J, dan itu atas permintaan mama Raysa sendiri tanpa sepengetahuan Raysa.



Bagaimana Ray.... sudah siap semua.... Kamu jadi di pindahkan ke Rumah sakit tempat kamu dinas dulu?



Alhamdulillaah sudah Kha, Emmm iya rumah sakit tempat aku dinas dulu....



tap tap tap



Momyyyyy.... Untie Kha.....



Ehhhh.... Kesayangan Momy.... kenapa sayang....



Mobilnya jemputannya sudah datang....



Oke lets go....



Oke lets go.... lets go Untie....



Lets go cantik.....



Untie Kha nanti sering sering telp Aleysa ya Untie, Aleysa pasti kangen sama Untie....



In sya Allaah sayang.....



Mereka menuju Bandara International Juanda, hanya memerlukan waktu 45 menit untuk sampai di bandara.



Ray... Aku pasti rindu sama kamu... Jangan lupa kapan kapan main kesini ya Ray....



In sya Allaah Kha.... Kamu juga sekali sekali main Jakarta donk....


__ADS_1


In sya Allaah.....



Momy and Untie.... Dont cry okey.... Aleysa sedih lihatnya....



Uhhhh cantiknya untie.... Untie tidak menangis kok.... Dont be sad okay....



Untie I will miss u....



I will too princes....



Mereka akhirnya berpisah karena pesawat akan segera take off.



Tuttt..... Tuttt.... Tuttt.....



Assalamualaykum Ma....



Waalaukumussalam Sayang....



Ray sudah mau take off ma, in sya Allaah perjalanan kurang lebih 2 jam sudah sampai.



Di jemput siapa Ray....



Ray pulang sendiri saja Ma....



Kemarin kakakmu bilang mau jemput kamu....




Baiklah hati hati ya nak, kabari mama jika sudah sampai....



In sya Allaah ma... Assalamualaykum....



Waalaukumussalam....



Tuttttttt........



Ray sedang menunggu di ruang tunggu di bandara karena masih 20 menit lagi. Dan di tempat yang sama Albar serta asistennya menunggu penerbangan yang sama dengan Ray. Aleysa anak yang cantik, Raysa sengaja sudah membiasakan putrinya berpakaian seperti dirinya. Semua mata memandang Aleysa karena keimutan dan pasti karena gemes melihatnya. Mereka melihat sambil bermain anak kecil itu tidak berhenti sambil melantunkan ayat ayat suci Al Qur'an yang di hafalnya.



Hanya berjarak dua kursi panjang dengan Albar dan Arya. Albarpun sama dengan pengunjung lainnya memperhatikan anak kecil itu...



![](contribute/fiction/4515412/markdown/35814564/1657946883231.jpg)



Ar... lihatlah anak itu, sambil bermain sambil melantunkan ayat ayat Al Qur'an. Mungkin putriku sudah sebesar anak perempuan itu.



Panggilan suara sudah memangil mereka, sehingga merekapun menuju antrian untuk check masing masing tiket dan masuk ke pesawat.



Albar dan Arya hanya berjarak 1 orang di belakang Raysa dan putrinya. Dan dia pun mendengar percakapan antara Raysa dan putrinya...



Mom.... Can i see my Dad....

__ADS_1



Yes of cours my princes, but we want a lot of time to do this okay.... Jadi kita harus sabar ya Nak....



Mom... Who is My Dad Name?



Emmm... Nanti pasti akan momy kasih tau ya, but is not now okay.



Mom please...



My Princess....



Okay mom.....



Anak yang sangat manis "dalam batin Albar



Raysa masuk terlebih dahulu ke dalam pesawat dan duduk di sebelah jendela. Tak disangka tempat duduk sepasang suami istri itu bersebelahan hanya di pisah oleh putrinya. Raysa belum menyadari hal itu, hingga pesawat sudah take off Aleysa minta ke kamar mandi....



Mom.... Aleysa mau pipis.....



Oke izin sama om nya dulu ya....



Baik mom....



Aleysa mai menegur Albar...



Assalamualaykum om...



Waalaykumsalam...



Om apa bisa berdiri sebentar Aleysa mau pipis dan mau di antar sama Momy...



Albar seketika melihat ke arah Raysa.... Mereka saling bertatap sekilas....



Deg....



Mas Albar.... Allaahu Akbar.... Rileks Ray..... "Dalam hati Raysa



Tatapan matanya...."dalam hati Albar



Oh iya silakan.



Terima kasih....



Deg...



\#


\#


\#

__ADS_1


__ADS_2