
Waktu tak dapat menjelaskan apa yang akan terjadi setelahnya, hanya bisa menyimpan apa yang terjadi sebelumnya. Waktu bisa mengubah segalanya, kesusahan jadi kebahagiaan, penghianatan jadi kesetiaan. Waktu akan selalu membersamai langkah mereka yang terus berjuang menggapai ridho sang Maha Kuasa demi mencapai Surga tertingginya.
17 Tahun sudah sejak Raysa melahirkan anak keduanya. Kini mereka sudah dewasa hampir setiap hari keributan terjadi di seantero rumah. Belum Aleysa yang selalu jadi bahan keusilan sang adek Axell, Belum lagi si kembar yang selalu meributkan hal yang ga penting.
"Mommy akan hitung dari 10, jika kalian tidak juga duduk tenang sarapan. Jangan harap kalian bisa sarapan, dan segera berangkat sekolah Tanpa supir!!!" ucap Raysa dengan tegasnya.
Iya 5 tahun usia Axell Raysa hamil kembali, dengan anugrah yang begitu besar. Kehadiran baby twins semakin membuat Albar bahagia. Keluarga bahagia yang di idam-idamkannya kini sudah di genggamnya dan tidak akan pernah di lepas lagi.
"Sabar sayang, jangan terlalu tegang anak-anak sudah besar tau mana yang salah dan mana yang benar. Mereka seperti itu hanya bercanda saja sayang..."
"Mas selalu saja belain mereka, oke fine mereka hanya bercanda. Tapi tidak di waktu dan tempat yang tidak tepat."
"Iya... Maaf ya aku bukan ngebela mereka kok. Hanya Mas ga mau kamu tegang sayang."
"Hufft..." Raysa mencoba menetralisir kan perasaannya. Menerimabukuran gelas berisi air putih dari suaminya.
"Sudah tenang.... Oke setelah ini mas mau ajak kamu ke suatu tempat."
"Kemana mas? Aku harus ke rumah sakit mas."
"Sudah ga lama kok, atau mas antar kamu ke rumah sakit. Mas tungguin kamu sampai selesai kerja baru setelahnya kita pergi."
"Hmm... Oke kalau gtu kita berangkat dulu mas."
"Mom kota gimana?"tanya Axell
"Ya ga gimana-gimana Axell sayang."
"Mom and dad have you forgotten about us, we also want to go for a walk." ucap Aleysa
"Keminggris kamu kak."
"Biarin!"
"Oke kalian boleh ikut but.... Selesaikan makan kalian secepatnya dan segera pergi ke sekolah!"
Lagi-lagi suara tegas Raysa sudah bikin ke 4 anaknya kicep terdiam sempurna. hanya dentingan bunyi sendok beradu sebagai peneman pagi. Setelah mereka menyelesaikan sarapannya, segera beranjak dan pergi ke sekolah. Sedangkan Albar dan Raysa juga segera beranjak menuju rumah sakit tempat Raysa bekerja. Sebenarnya Raysa sudah membuka klinik praktek sendiri di rumah namun Raysa masih menangani pasiennya sendiri ketika di rumah sakit untuk pasien rujukannya.
"Mas ga kerja?"
"Gak, mas sudah ambil cuti seminggu."
"Kok mendadak ambil cutinya."
"Pengen aja."
"Mana bisa kayak gtu mas!"
"Bisa nyatanya?"
__ADS_1
"Kasihan mas Arya lho."
"Sudah aman.... Kita gantian cutinya, pekan depannya gantian Arya yang cuti yank."
"Ohhh...."
Tak berapa lama mereka sudah sampai di rumah sakit, Mereka langsung menuju ruangan milik Raysa. Sesampainya Raysa bergegas menyiapkan dirinya untuk segera visit pasien.
"Mas... Aku tinggal ya..."
"Iya sayang..." Albar mencekal tangan Raysa.
"Ada apa mas..."
"Morning Kiss!"
"Sini... CUP", Ya Raysa awalnya hanya ingin mengecup bibir suaminya saja namun dasar suami nakalnya ini suka berbuat seenaknya. Habis lah bibir Raysa di ***** oleh Albar.
"I Love U Sayang, Selamat bekerja ya..."
"Dasar... Kamu itu mas nakal banget sikh, iya Love U More suamiku."
Raysa segera melakukan visit dengan ditemani seorang perawatan dan beberapa dokter yang sedang koas. Sudah hampir 3 jam Raysa meninggalkan suaminya. Kini Dia sudah berjalan kembali menuju ruangannya. Di lihatnya suaminya yang sedang asik di depan laptop miliknya.
"Assalamu'alaykum Mas..."
"Wa'alaykumusalam, sudah selesai yank?"
"Oke kita jalan sekarang ya, anak-anak nanti jalan di antar pak Budi saja."
"Siap!" Raysa mengacungkan dua jempolnya. Mereka berjalan beriringan saling menggengam tangannya. Terlihat sekali pasangan serasi itu masih tetap sama di usia pernikahan yang hampir 20 th. (Kalian pasti pengen kak, author juga mupeng pengen ikutan di gengam tangannya 😍)
"Kita mau kemana mas?" Tanya Raysa setelah masuk ke dalam mobil milik suaminya.
"Tempat terindah buat kita pastinya."
"Jangan suka bikin orang kepo penasaran donk mas!"
"Siapa yang bikin orang penasaran? Kan mas sudah kasih tau tempat terindah untuk istriku yang paling cantik."
"Terserah Mas saja!"
"Ngambek?"
"Gak!"
"Beneran?"
"Iya!"
__ADS_1
"Klo masih ngambek, mas pindah haluan. Masau bawa kamu ke kamar aja nyetak adeknya si kembar.)
"Ish ish.... Mesum banget kamu mas."
"Masih Ngambek?"
"Siap yang ngambek mas, Ray ga ngambek kok."
"Oke, are you ready for the surprise?"
"I'm Ready Sir!"
Mereka melanjutkanboerjalanan dengan mengobrol banyak masa-masa merangkai cinta. "Kita sudah sampai mas?"
"Sudah sayang..... Yuk Masuk!"
Setelah sesampainya disana, tidak hanya anak-anaknya saja semua orang berada didalamnya. Raysa sungguh terharu, segera memeluk suaminya dengan erat.
"Happy anniversary ke 20 sayang."
"Terima kasih mas." lirih Raysa,
"Hei... Jangan nangis sayang ini hari bahagia kita."
"Aku Bahagia mas, Aku menangis karena terlalu bahagia."
"I Love u sayang, maafkan di awal pernikahan aku pernah menyakitimu. Aku janji akan selalu membahagiakan mu."
"Love u too mas, Aku pasti bahagia bersamamu selamanya."
Mereka berdua larut dalam suasana keharuan. Mereka berdua berjanji akan selalu hidup bahagia bersama.
"Mom, Dad, udahan donk mesra-mesraannya Axell laper."
"Dasar nikh anak!" geram Albar
"Sudah mas, kita makan yuk mereka pasti sudah lapar."
"Hmm"
"Mom, Dad. Happy Anniv ya, semoga mom dan Dad selalu bahagia selamanya."ucap Aleysa
"Terima Kasih sayang."ucap Albar dan Raysa bersamaan.
Mereka hidup dengan bahagia, sepwrtivyang kita harapkan. Sering-seringlah mengungkapkan rasa cinta pada pasangan. Karena ungkapan itu bisa menguatkan sebuah hubungan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Thank for kakak-kakak readers yang masih setia baca. Semoga nanti bisa sedikit nambah bonchap untuk kisah anak-anak Albar Raysa.
__ADS_1
Love u banyak-banyak buat kalian semua ❤️❤️❤️❤️