Istri Hebatku

Istri Hebatku
53. Melisa Ditemukan


__ADS_3

Setelah sekian lama pencarian akhirnya membuahkan hasil juga. Wanita hamil itu tetap tidak akan bisa lari kemana-mana. Perutnya yang sudah membesar salah satu alasan kenapa Dia ga bisa lari lagi. Kini anak buah Arya sudah standby di dekat rumah sang wanita beserta suaminya. Mereka hanya tinggal menunggu instruksi berikutnya saja. Dan itu seperti biasa tugas Arya untuk memastikan tindakan apa yang akan diambil setelah dapat perintah dari sang boss.


Tuttttt


Tutttt


Tutttt


"Gimana! Ada kabar baik hari ini?"


"Ada bos, kami sedang memantau. Sudah kami pastikan target tidak salah lagi, tinggal instruksi dari anda saja!"


"Oke pastikan mereka tidak kabur! Saya akan kesana, kirim lokasi segera!"


"Siap bos!"


Tuttttttt


Tanpa Albar sadari, Raysa mendengar semua percakapan suaminya dengan anak buahnya. Dia tidak ingin suaminya berbuat kasar dengan seorang wanita terlebih wanita itu sedang hamil.


"Mas....."


Albar terkejut dengan kedatangan istrinya secara tiba-tiba. Tentu pasti Dia ga mau istrinya tau apa yang sudah di rencanakan.


"Iya sayang.... Gumana perasaanmu? Ada yang kamu inginkan?''

__ADS_1


"Duduk sana yuk!" Raysa mengajak suaminya untuk duduk di sofa dikamarnya. Albar mengikuti langkah istrinya tanpa memikirkan apa yang akan istrinya bicarakan.


"Mas.... Maukah jujur?" Raysa berbicara dengan sangat lembut, tidak ingin suaminya tertekan atau menghindar Dia perlu trik agar suaminya mau terbuka padanya.


"Mengenai apa sayang?"


"Yang barusan mas bicarakan di telp!"


"Hanya masalah kecil sayang jangan khawatir berlebihan!"


"Ray bukan khawatir, tapi Ray ingin cintanya Raysa ini terbuka dan jujur dan tidak menyembunyikan apapun walau itu demi kebaikan ku."


"Sayang....."Albar ragu mengatakan apa yang sudah Dia lakukan.


"Kenapa mas... Ray tidak akan marah ataupun kecewa, Ray tau itu semua demi Ray kan?" Albar hanya menggangguk pasrah.


"Berceritalah terlebih dahulu, jangan menuntutku untuk Ray berjanji sebelum Ray tau apa masalah itu!"


"Sayang....!" Albar mulai gugup, namun bagaimanapun Dia sudah berjanji tidak akan ada yang di tutup-tutupi lagi pada istrinya. Setelah membulatkan tekadnya akhirnya Albar menceritakan semuanya dati awal hingga anak buah yang ditugaskan mencari Melisa berhasil menemukan persembunyian mereka.


"Mereka sudah di temukan?" tanya Raysa, yang dijawab anggukan kepala oleh Albar.


"Mas mau ngapain mereka?"


"Mas ingin mereka merasakan kesakitan seperti kesakitan yang kamu rasakan!"

__ADS_1


"Lalu apakah setelah melakukan itu mas puas, mas tidak takut dosa, tidakkah ingat dengan anak-anak mas bagaimana jika sudatu hari nanti mereka tau Daddynya pernah melakukan suatu hal yang dibenci Allaah? Lalu apa bedanya kita dengan mereka yang juga memendam dendam dalam dada kita?"


"Sayang...."


"Mas serahkan semua hanya kepada Allaah, hukuman Allaah lebih adil dibanding hukuman dari kita. Jangan mengotori tangan mas lagi untuk sesuatu hal yang dibenci oleh Allaah. Ingat tangan mas ini nanti yang akan setia menggenggam lembut jemari putri kita, yang akan menuntun jemari putra kita mengajarkan betapa hebat Daddynya. Mas....." Raysa menjeda kalimatnya memandang wajah frustasi suaminya yang mulai melunak.


"Istighfar sayang, Aku sangat mencintaimu mas, tentu Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada mas."


"Sayang... Mas tidak bisa lagi berkata apa-apa, lalu apa yang Kamu inginkan untuk mereka?"


"Biarkan Aku bertemu dengan mbak Melisa, Aku akan menyelesaikan semuanya dari hati ke hati sesama wanita. Ray tau mas, di hati mbak Melisa sudah ada cinta pria lain. Ada alasan yang mungkin memicu mbak Melisa untuk berbuat nekat seperti itu."


"Tapi itu sangat bahaya sayang, apalagi kamu baru saja keluar dari rumah sakit. Kondisimu belum terlalu kuat sayang!"


"Mas... In sya Allaah Aku kuat, Aku tau kondisi ku seperti apa sekarang. Jangan khawatir saat pertemuan nanti pastikan mereka tidak bisa bergerak melukaiku jika itu yang mas takutkan."


"Tapi sayang...."


"Percayalah mas... Kita akan menyelesaikan bersama-sama ya."


"Baiklah.... Namun tetap mas selalu harus ada di dekatmu!"


CUP


"Terima kasih cintanya Raysa!"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2