
Pernikahan Albar dan Raysa hampir masuk 6 bulan. Sebagai seorang wanita dan seorang istri dia dangat berharap segera diberikan momongan tapi untuk saat ini impiannya itu belum juga di ijabah oleh Sang Maha Pencipta. Hampir setiap bulan Raysa rutin menggunakan test pack dengan mengerahkan harapan yang sangat besar. Lagi lagi belum di anugerahi di rahimnya.
Untuk menghilangkan kejenuhan Raysa bekerja di rumah sakit DM sebagai dokter spesialis kandungan. Setelah pulang dinas Raysa singgah untuk menjengguk adek adek di rumah singgah. Terutama untuk bermain dengan Widuri anak yang di angkatnya sejak bayi.
Siang ini Raysa tudak terlalu banyak pasien, sudah lama Raysa tidak ke kantor suaminya setelah kejadian yang tidak mengenakkan waktu itu. Siang ini Raysa berniat untuk ke kantor suaminya hanya sekedar untuk mengajaknya makan siang bersama. Bekal makan siangpun sudah di siapkan dari rumah.
Walau dalam hati Raysa masih berdegub kencang karena kejadian yang waktu itu. Tapi Raysa mencoba menghilangkan rasa cemas dan khawatir pada dirinya. Raysa berjalan dengan tenang sambil terus beristighfar....
Selamat siang apa Mas Albar ada...
Selamat siang Nona, Ada Nona...
Baik terima kasih mbak... saya izin naik ya....
Silakan Nona.....
Maa Sya Allaah, istri Tuan Albar pasti cantik. Di lihat dari matanya saja sungguh sangat indah....
ting.....
Raysa sampai di lantai tempat ruangan suaminya bekerja...
tok.... tok..... tok....
Arya keluar membukakan pintu,.... Raysa! "Arya cukup kaget... Ma.... Masuk Nona....
Assalamualaykum Pak Arya....
Waalaykumsalam Nona.....
Deg....
Untuk kedua kalinya Raysa melihatnya lagi, dan itupun belum disadari oleh Albar. Raysa tetap berjalan dengan tenang, di dalam hati dia tetap ingin menemui suaminya dan memberikan bekal darinya. setelah itu entah apa yang akan terjadi....
Ehmm.... Ehmm.... "Arya berdehem agar Albar segera tau, dan tidak berpengaruh sama sekali....
Assalaamualaykum mas....
Ra.... Raysa... Waalaykumsalam.....
Dengan tetap tenang dan menahan tangisnya agar tidak pecah, Raysa hanya menyampaikan kedatangannya....
__ADS_1
Maaf mas menggangu, saya hanya mau mengantar bekal makan siang saja untuk mas. "ujar Raysa
Bawa saja makanan itu Al mau makan keluar sama gue.... "Jawab Melisa
MELISA!!!!! "bentak Albar
Ohh maaf saya tidak tau jika ada rencana makan di luar, baik saya bawa pulang. Permisi Assalamualaykum....
Raysa segera keluar tanpa menunggu jawaban dari Albar. Di depan lift Raysa ketemu 2 orang OB yang sedang bekerja...
Maaf pak, apa anda sudah makan siang?"tanya Raysa pada OB yang disapanya
Be... belum Nona.... Setelah kami menyelesaikan pekerjaan ini baru kami mau ke kantin untuk makan siang. "jawab OB
Ini ada bekal biasa untuk bapak bapak makan siang.
Terima kasih NoNa....
Sama sama Pak, mari.....
Raysa segera masuk lift yang sudah terbuka, Raysa hanya bisa beristighfar dan air matanya pun sudah tidak bisa di tahannya lagi. Raysa berjongkok di dalam lift yang memang sedang tidak ada orang, bahkan Raysapun belum memencet tombol hampir 15 menit dia di dalam Lift baru pintu lift terbuka. dan masuklah Arya yang di iringi Albar dengan Melisa yang bergelayut manja di tangannya....
Deg...
Deg....
Raysa..... "dalam hati Albar
Segera Raysa berdiri walau agak sempoyongan, tapi di tahannya....
Saya tidak apa apa Pak Arya...."jawab Raysa pada Arya Assisten suaminya. Raysa menatap wajah suaminya sekilas dan melihat apa yang di lakukan wanita itu kepada suaminya.
Segera Ray meraih handphone di dalam tasnya dan mengirimkan pesan ke Aisha untuk masuk ke loby menjemputnya, karena dia merasa sedang tidak baik baik saja....
Segera Aisha berlari menuju loby dan menuju pintu lift...
Deg...
Arya dan Aisha saling bersitatap....
Mas Arya....
__ADS_1
Aisha..... sedang apa?
Menjemput Raysa mas....
Ayo sayang kita jalan saja. "ucap Melisa sambil terus mengandeng tangan Albar.
Pak Albar!!! Astaghfirullah....
Sha...... "Panggil Raysa di belakang Arya, sambil menatap punggung duaminya yang sudah oergi meninggalkannya....
Ray.... Kamu ga pa pa kan Ray?
Mas Arya.... Maksudnya apa ini? "tanya Aisha ke Arya
Aku juga ga faham Sha, apa maunya Albar....
Sha....
BRUKKKKKK
Raysa pingsan yang segera di tangkap Arya...
Mas lepaskan, biar Aisha saja.... Atau panggilakan mbak mbak reseptionis untuk bantu Aisha.....
Mbak.... cepet bantu sini....
I.... Iya pak Arya ada yang bisa di bantu?
Cepat bantu angkat Nona Raysa ke sofa ruang tunggu....
Aisha di bantu dengan 2 reseptionis perempuan mengangkat tubuh Raysa dan di tidurkan di sofa di ruang tunggu di loby.
Ray.... cepet bangun Ray.....
Raysa terbangun dari pingsannya yang segera menangis dalam pelukan Aisha... Lama menangis yang akhirnya hanya satu kalimat yang keluar dari mulut Raysa....
Aku di ujiNya lagi Sha....
#
#
__ADS_1
#
#