
Hari persalianan Raysa semakin dekat, Albar semakin posesif dalam menjaga Raysa. Tidak di biarkannya barang sejenak terlepas dari manik matanya.
2 Hari lagi adalah acara anniversary perusahaan milik Albar. Seperti biasa seluruh karyawan perusahan, Seluruh kolega bisnis Albar, keluarga besar dari Albar dan juga Raysa masuk dalam daftar undangan.
"Yank... acara perusahaan nanti beneran mau datang? Aku ga tega lihat kamu kayak gini yank!"
"In sya Allaah Ray ga apa-apa mas, kan mas sudah beberapa kali Ray kasih tau. Justru semakin dekat hari kelahiran harus lebih sering bergerak entah itu jalan atau olahraga. Dan yang paling penting harus lebih sering di tengokin dedek bayinya biar mudah jalan lahirnya."
"Klo yang 1 itu mas dengan senang hati yank, sehati mau berapa ronde mas jabanin deh."
"Ish dasar MESEUM! Itu mah maunya mas "
"hahahhahaha..... Kamu juga suka kan Yank?"
"ish... Udah cepet pasien Ray udah pada nunggu nikh mas..."
"Oke Nyonya Albar.... GO!"
Tak berapa lama mereka sudah sampai di rumah sakit tempat Raysa kerja. Suster yang mendampingi Raysa sudah bersiap di ruangannya dan sudah menyiapkan semua berkas- berkas pasien yang akan kontrol padanya. Albar dengan setia menunggu di dalam ruangan milik Raysa. Tatapan para pasien yang masuk tidak di hiraukannya yang penting Dia bisa terus menjaga sang istri.
Tepat di jam makan siang pasien Raysa habis sudah habis dan selesai semua. Raysa memutuskan untuk pergi makan siang di mall karena hari ini pengen sekali makan di KFC. Serasa air liurnya sudah tak tahan untuk menetes.
"Mas kita ke KFC ya, rasanya pengen banget makan itu sekarang."
"Oke... Apa sih yang ga buat kamu yank."
Mereka segera keluar dari rumah sakit, Albar Meminta Raysa menunggu di Lobby sedangkan Dia mengambil mobil di parkiran. Albar segera membukakan pintu untuk Albar sesampainya di Lobby rumah sakit dan segera berjalan menuju tempat tujuan.
Albar sungguh telah membuktikan bahwa Dia ingin memperbaiki waktunya yang telah hilang. Sama sekali tidak membiarkan istrinya kelelahan ataupun kecapekan. Sesampainya di mall mereka segera menuju ke restoran cepat saji tersebut. Jam makan siang cukup padat sehingga mereka perlu mengantri cukup lama.
"Mas Ray ke kamar mandi sebentar ya, pengen pipis."
"Hati-hati sayang."
__ADS_1
"In sya Allaah mas."
Raysa segera menuntaskan hajat yang sudah sangat mendesak untuk segera di keluarkan. Tak berapa lama Raysa sudah selesai dengan hajatnya namun sebelum Dia keluar dari kamar mandi Dia mendengar ada pembicaraan orang yang cukup membuat dirinya shock.
"Bagaimana rencananya, sudah kalian siapkan dengan rapi."
"Sudah Bos, di hari ulang tahun perusahaan itu akan menjadi hari berkabung buat mereka."
"Pastikan rencana kalian tidak gagal, Aku hanya ingin Albar merasakan penderitaanku."
"Siap Bos."Ucap wanita yang sudah menjadi mata-matanya di perusahaan milik Albar.
DEGH
"Siapa mereka? Apa yang di bicarakan mereka? Nama yang di sebutkan sama dengan nama mas Albar!"
Raysa mulai gelisah, berharap orang yang ada di luar sudah pergi sehingga Dia bisa segera pergi dari tempat ini. Lututnya masih lemas, Dia berkeringat dingin. Berfikir apa yang harus Dia lakukan, apakah harus memberi tahu suaminya. Jika benar yang di bicarakan mereka adalah suaminya maka duaminya dalam bahaya.
"Tidak... Tidak Aku tidak akan membiarkan mereka membunuh suamiku. Aku akan melindungi suamiku."gumam lirih Raysa yang mencoba tetap waras.
"Makan yank, jangan sampai kelaperan."
"I..Iya mas." Raysa menjawab dengan gugup, Dia bingung apakah perlu menceritakan yang di dengarnya atau tidak.
"Ma.. Mas Ga makan?"
"Iya mas makan juga, Kamu kenapa yank? Sepertinya gelisah,ada yang mengganggumu tadi di toilet?"
"Ti..Tidak mas... Nanti Ray ceritakan sekarang kita makan dulu ya." hanya di jawab anggukkan oleh Albar, Albar sedikit penasaran apa yang sudah terjadi pada istrinya.
Mereka menyelesaikan makannya dengan tanpa hambatan apapun, Raysa mencoba merilekskan dirinya karena bagaimanapun tidak baik untuk kandungannya jika Dia Terlalu tertekan. Setelah mereka selesai makan mereka segera meninggalkan tempat itu dan segera pulang.
"Mas.... Ray ga tau gimana cara ngomongnya. Ray takut itu yang di bicarakan mereka beneran mas."
__ADS_1
"Maksud Kamu apa yank, mas ga faham."
"Ta...tadi di toilet Ray denger ada orang yang sedang menyusun rencana untuk membunuh mas Albar. Tapi Ray ga tau itu siapa, yang Ray dengar Mereka akan membunuh mas ketika acara anniversary perusahaan mas." Ray sudah bergetar ketakutan menceritakan apa yang di dengarnya.
"Sssttt.... Tenang sayang, keamanannya nanti sudah pasti ketat. Semoga kita selalu di jaga sama Allaah ya."
Raysa hanya mengangguk patuh mencoba menenagkan dirinya dalam pelukan suaminya. Semoga tidak akan terjadi apa-apa pada suaminya.
ððððð
Hari ini adalah hari anniversary perusahaan, sudah banyak tamu undangan yang datang. Ceremony sebentar lagi akan di mulai. Para petinggi perusahaan sudah berjajar rapi di panggung bersama istri mereka masing-masing.
Raysa tetap mawas diri, matanya terus melihat ke sekitar untuk melihat adakah orang yang di curigainya. Yang bisa membahayakan suaminya, namun nihil sama sekali belum terlihat olehnya. Harapannya tidak akan terjadi apa-apa.
Acara di mulai, tepat setelah acara di buka Raysa menangkap bayangan orang yang mencurigakan menurutnya. Orang itu berjalan cukup hati-hati dengan menyembunyikan sebelah tangannya ke balik jas yang dipakainya.
Raysa berjalan mendekat ke arah suaminya bersamaan dengan orang yang di curigainya. Tepat Raysa berada di depan suaminya, tepat orang itu akan menusukkan pisau ke arah Albar namun na'as justru Raysalah yang tertusuk.
BRUSH
"RAYSA!!!!"
"CEPAT PANGGIL AMBULANCE DAN TANGKAP ORANG YANG SUDAH MENYAKITI ISTRIKU!!!"
Albar teriak histeris melihat istrinya yang sudah terkulai bersimbah darah di pangkuannya.
"Bertahan sayang, mas akan bawa kamu ke rumah sakit. Maafkan mas yang kurang peka. Sayang...."
"Ma..mas... a...ap...papun.. ya..ng terjadi selamatkan putra kita. Jangan mencabut pisaunya agar darahku tak mengalir terlalu cepat."
"Mas... Aku sangat mencintaimu, jagalah putra putri kita." Raysa pingsan dalam pelukan Albar.
"RAYSA!!!!
__ADS_1
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
...~Takdir manusia tidak ada yang tau, sampai kapan berada di dunia ini.~...