Istri Hebatku

Istri Hebatku
43. Aksi Kedua Melisa


__ADS_3

Setelah kejadian waktu itu Melisa hampir setiap hari berusaha menemui Albar di kantor. Hingga Albar bekerja di rumah sakit di ruangan pribadi istrinya. Sudah hampir 2 minggu lamanya akhirnya Melisa juga berhasil menemui Albar.


"Al... gue hamil!


"Haaa!" kapan gue hamilin lo? ga usah ngaco Mel! "ucap Albar.


"Gue ga bohong Al!"keukeh dengan pendiriannya. padahal jika Dia tau sebenarnya yang di jebak adalah dirinya.


"Oke, ikut gue sekarang!" ucap Albar


"Kemana Al?"


"Ketempat, yang buat gue percaya klo itu anak gue!"bentak Albar.


"lo ga percaya sana gue!" ini buktinya!"bentak Melisa dan menunjukkan sebuah foto USG, hasil test pack dan surat dari dokter.


"gue ga peduli! gue mau test itu di lakukan di depan mata kepala gue sendiri! bentak Albar tak mau kalah dengan Melisa.


"Jangan jadi pengecut Al!!"


"Apa kata lo barusan? Gue pengecut? justru gue mau lakuin itu buat tanggung jawab sama jika memang itu anak gue! teriak Albar.


"Asal lo tau, gue sudah beristri dan gue sudah punya anak. sampai detik ini keluarga gue sangat bahagia. Jadi gue perlu kehati-hatian dalam mengambil keputusan. Gue ga harus langsung percaya sama lo!"ucap tegas Albar


Melisa cukup kaget dengan keputusan Albar, ternyata laki-laki di depannya ini tidak mudah di taklukkan seperti dulu. lalu apa yang harus Dia lakukan sekarang. Apa mengikuti saja kemauan Albar, toh dia memang hamil.


"Oke gue setuju ikut sama lo! Puas Lo?"jawab Melisa

__ADS_1


"Oke sekarang kita jalan."ucap Albar


Sebelum berangkat Albar mengurim pesan terlebih dahulu kepada Akbar dan Istrinya.Tentu tanpa sepengetahuan Melisa.


Akbar : "Bar.... Gue tunggu lo dan bukti yang memberatkan Melisa di rumah sakit Raysa. Sekarang gue OTW sama Melisa."


Istri Hebatku : "Sayang, Mas sekarang OTW ke rumah sakit, Melisa beraksi. Sesuai dengan prediksi."


Setelah mengirim pesan Albar segera keluar dari ruangannya, dan di ikutin dengan oleh Melisa. Selama di Perjalanan Albar hanya memasang wajah cuek dan ga oeduli demgan Melisa.


"kenapa lo diam aja? Takut lo dengan kenyataan klo gue memang hamil?"tanya Melisa


"Gue ga takut! Gue hanya kasihan sama anak di perut lo yang ga gue harepin dia ada! "jawab sinis Albar


"Maksud lo apa ngomong kayak gtu setelah semua sudah terjadi?"tanya Melisa dengan sedikit menahan emosinya.


"Gue ga ada maksud apa-apa? Tapi benar kan maksud gue, klo anak yang lo kandung sekarang ga gue harepin? Siapa tau ada laki-laki lain yang lebih mengharapkan?"Albar sedikit mengangkat bibirnya tersenyum sinis, setelah dia tau respon Melisa.


Albar hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu dan tak mau jawab.


Hampir setangah jam mereka perjalanan ke tumah sakit tempat istri Albar bekerja. Mereka tutun secara bersamaan dan sudah di tunggu oleh Akbar di loby rumah sakit.


"Mari pak, semua sudah siap."ucap Akbar sambil mempersilahkan Albar mengikuti langkahnya. Dalam hati Akbar menggerutu, dasar wanita ular! kena lo sama pawang ular!


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Silakan masuk,"ucap suster yang memabantu Raysa.


"Terima kasih."jawab Albar.


"Eh sayang ada apa kemarin, rindukah. nikh my lil boy kangen banget sama Daddynya...." Raysa yang sudah beranjak dari duduknya dan memeluk suaminya, dan Albar yang seketia berjongkok mengecup perut istrinya dan mengelus perut istrinya.


"Assalamu'alaykum jagoan Daddy, hari ini ga nakal kan nak? ga ngrepotin mommy kan? Jagoan Daddy nanti lagi ya ngobrolnya Daddy mau ada kerjaan dulu. CUP "sebuah kecupan yang kembali mendarat di perut Raysa.


Raysa sudah menyadari jika ada Melisa, "Eh ada tamu yang lain juga. Mbaknya datang sama suami saya ya?"tanya Raysa dengan senyum ramahnya."Duduk mas, ajak mbaknya duduk.". Raysa pura-pura bersikap kaget dan terkejut.


"Ada yang bisa di bantu mbak atau ibu?"tanya Raysa dengan ramah.


"Saya mau memeriksakan kandungan saya, dan ini adalah anak dari suami anda! "kawab Melisa dengan senyuman smirknya.


"Mas... Benarkah, hufft... Oke saya akan tetap bersikap profesional. Silakan Ibu menuju fllbrankar akan saya periksa.


Raysa segera memeriksa kandungan Melisa dan melakukan USG.


"Selamat ya ibu, itu janin anda sudah besar. usianya sekarang sudah masuk 12 minggu atau sama dengan 3 bulan. Nah... sebentar ya coba di dengarkan denyut jantungnya, bayi anda sangat sehat. Pertahankan yang ibu." penjelasan Raysa panjang kali lebar.


"Tadi berapa usia kandungannya?" tanya Albar


"12 minggu pak Albar."jawab Raysa


"Bukankah kita baru ketemu 2 pekan yang lalu?"tanya Albar

__ADS_1


DEG


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2