Istri Kedua Mr.Billionaire

Istri Kedua Mr.Billionaire
Pesta 2


__ADS_3

Ken dan Arabella masuk ke dalam ruangan yang sudah di penuhi banyak para tamu undangan dari perusahaan-perusahaan lain yang sebagian Arabella juga mengenalnya dari sang ayah yang tak jarang mengenalkan rekan kerjanya pada Arabella.


"Itu ayahku!" tunjuk ken pada om hendri dan tante kiran yang kini tengah mengobrol dengan seseorang yang sepertinya sepasang suami istri yang kini membelakangi.


"Ayo kesana!" ajak ken dan mereka pun berjalan bersamaan dengan tangan bella yang melingkar di pergelangan tangan ken.


"Ayah ibu." kedua orangtua ken menoleh dan dua orang yang sedari tadi membelakangi mulai membalikan tubuhnya dan seketika Arabella terdiam saat melihat sepasang suami istri yang kini juga menatapnya dengan diam.


Nicholas dan sarah, mereka juga datang?.


"Arabella, sudah lama tak bertemu bagaimana kabarmu?" tanya tante kiran sembari memeluk Arabella dan mencium pipinya yang sudah menjadi sebuah ciri khas saat bertemu.


"Baik tante."


"Bagaimana kabar ayah mu?" kini om hendri yang bertanya.


"Ya, sudah lebih baik." jawab bella.


"Baguslah, sampaikan maafku karena belum bisa menjenguknya."


"Tidak apa om, lagian kondisi ayah juga sudah sangat membaik." ucap bella dengan senyuman di akhir.


Lalu pandangan kini mulai kembali ke arah Nicholas dan sarah yang juga kini menatap dirinya.


"Mr. Scott, sepertinya putra sangat pandai mencari seorang menantu." Sarah menyahut sembari memandang bella dengan senyumannya.


Membuat Arabella entah harus berekpresi seperti apa, "Tentu saja, bukankah dia sangat cantik nona." Ken malah merengkuh pinggang bella dengan bangga nya.


Membuat kedua orangtuanya hanya menggeleng melihat putranya dan bella yang menyikut pinggang ken dengan tatapan penuh peringatan.


"Tentu saja wanita mu sangat cantik."


"Nick, kalau begitu ayo pergi kesana." ajak sarah.


"Baiklah, kalau begitu Mr. Scott kami akan lanjut melihat-lihat." ucap Nicholas.


"Nikmatilah pestanya."


Arabella menunduk saat tatapan matanya bertemu pandang dengan tatapan Nicholas yang menatap datar.


"Bel!" panggil ken dan Arabella menoleh dengan satu alis terangkat.


"Ayo kesana!" tunjuk ken pada balkon ruangan yang terbuka dengan sangat lebar.

__ADS_1


"Ayah ibu aku dan bella kesana dulu ya." tanpa basa basi ken menarik tangan bella menuju balkon yang memperlihatkan pemandangan malam yang cukup indah, dan tak lupa juga mengambil dua gelas minuman yang di bawa oleh pelayan.


Dengan di temani segelas minuman bella dan ken berdiri di tepi balkon, menatap jalanan di bawah saja yang di penuhi dengan lampu malam yang makin memperindah kota di malam hari.


"Ken." panggil bella tanpa mengalihkan perhatian dari depan.


"Hmm."


"Kau sering bertemu dengan tuan Nicholas?".


"Tidak juga, aku hanya bertemu dia beberapa kali di perusahaan ayah yang kebetulan sedang menjalin kerja sama."


Dan bella mengangguk, "Apa kau mengenalnya?" dan kali ini ken menatap bella dengan kening yang berkerut.


"Tumben sekali kau menanyakan orang lain," ucap ken menatap bella dengan tatapan seakan-akan pertanyaannya aneh, "atau jangan-jangan..... kau menyukainya ya?" tuduh ken dan laki-laki itu membalikan tubuhnya dan bersender di tiang balkon, "Ahh ternyata kau tak jauh berbeda dengan para gadis di luar sana." guman ken dengan nada yang terdengar kecewa.


"Tidak, tentu saja tidak." dan dengan cepat bella menyanggah tuduhan itu.


Dan ken kembali menatap bella, "Lalu?"


"Tidak ada alasan, lagian kalaupun aku menyukainya tidak mungkin'kan aku akan menolak tawaran untuk bisa magang di perusahaan'nya." ucap bella yang membuat ken kembali berpikir.


"Ahh iya juga ya."


"Ada apa?" tanya ken.


"Mr. Scott menyuruh anda untuk menemuinya sekarang, katanya ada hal yang penting."


"Hal penting apa?"


"Maaf tuan saya hanya di suruh untuk menyampaikan ini saja." jawab sang pelayan.


"Sudah kau temui saja ayahmu, mungkin memang ada hal yang penting disana." sahut bella mendorong tubuh ken pelan.


"Baiklah, kau tunggu disini." suruh ken yang di balas anggukan oleh bella, dan setelah itu ken pun masuk dengan bella yang kembali membalikkan tubuhnya menikmati pemandangan di luar.


Namun tak lama setelah ken pergi seorang dengan gaun merah yang sangat mencolok yang tak lain adalah sarah datang menghampiri bella dengan tangan yang memegang segelas bir.


"Ku kira kau benar-benar polos, ternyata sama saja seperti wanita kebanyakan." ucap sarah tiba-tiba yang membuat bella kini menengok dan menatap sarah dengan ekpresi bingung.


"Maksudnya?" tanya bella yang memang sama sekali tak mengerti dengan ucapan sarah.


"Kekasihmu, seorang tuan muda dari keluarga kaya." ucap sarah menatap bella dengan senyum dan alis terangkat menggoda.

__ADS_1


Dan kini Arabella mulai mengerti arah pembicaraan mereka. "Maksud mu ken? Dia bukan kekasihku nona. Kami hanya sekedar teman biasa." sanggah bella yang sudah biasa di kira menjalin hubungan dengan ken oleh orang-orang.


"Benarkah?."


"Bukankah dia tampan dan kaya, dan sepertinya juga dia terlihat menyukaimu."


"Tampan dan kaya tidak menjamin sebuah kebahagiaan." jawab bella dan sarah pun hanya terkekeh kecil.


"Baguslah, jadi aku tidak perlu khawatir kau akan jatuh cinta pada ketampanan dan kekayaan suamiku." bisik sarah sebelum akhirnya pergi tanpa permisi.


Dan ucapan sarah berhasil membuat bella terdiam dalam keheningan.


Jatuh cinta? Pada Nicholas? Itulah yang selalu menjadi hal yang bella buang dari pikirannya.


Melihat tampangnya saja terkadang membuat bella terkagum dan sekaligus takut jika suatu saat dia akan jatuh cinta padanya, dan jika sudah jatuh cinta itu hanya akan menyakiti dirinya saja di masa depan, karena bella harus ingat pertemuannya dengan Nicholas hanya sementara dan setelah perjanjian itu selesai semua nya juga berakhir, Bella akan kembali menjalani hidupnya sendiri dan Nicholas juga akan kembali ke kehidupannya bersama dengan istrinya sarah dan 'Anak mereka'.


Maka dari itu sebisa mungkin Arabella tidak boleh memiliki hal yang dinamakan 'rasa suka' terhadap Nicholas apalagi menginginkan hal lebih dari pria itu yang jelas-jelas tidak akan mungkin terjadi.


"Bell!" panggil ken yang baru saja kembali.


"Hmm?"


"Acara potong kue akan di mulai, ayo masuk!" ajak ken.


"Ahhh iya."


Ken berjalan lebih dulu di susul dengan Arabella di belakangnya.


Gadis itu tampak menundukan kepalanya saat terasa high heels sedikit menjanggal saat berjalan.


Lalu...


Brak...


Tanpa sengaja gadis itu menabrak seorang laki-laki yang membuat gaun bella sedikit basah terkena minuman yang berada di tangan gadis itu.


"Maaf nona, saya... "


"Tidak apa!"


Dengan kepala yang menunduk bella membersihkan gaunnya dengan tangan.


"Aku benar-benar tidak sengaja.." suara berat itu terdengar di telinga bella namun bella lagi berucap tidak apa dan pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2