
"Ada apa Ken?" Tanya Arabella saat Ken tiba-tiba menelponnya di malam hari.
"Tidak, aku hanya bosan jadi menelpon mu." jawab di sebrang sana dan bela hanya mengangguk mengerti.
gadis itu melangkah ke arah kulkas dan mengambil sebuah jus untuknya minum, "Apa mobilku ada padamu?"
"Ya." jawab Bella sembari menuangkan jus kedalam gelas, "Sebenarnya tadi aku akan mengantarkannya setelah pulang dari kantor tapi karena ada urusan jadi tidak bisa, kenapa? apa kau membutuhkan nya?" Tanya Bella balik sembari melangkah ke ruang tamu dengan gelas berisi jus di tangannya.
"Tidak juga, aku hanya bertanya."
"Ohhh, tadinya jika kau butuh aku akan mengantarkannya sekarang juga." ucapnya yang kini mulai mendudukan dirinya di sofa.
"Jika aku butuh kau tidak usah mengantarkannya, kau hanya perlu mengirimkan alamat tempat tinggal mu dan aku akan kesana."
Arabella tersenyum meremehkan, "Itu mungkin maumu untuk mengetahui alamat tempat tinggal ku, tapi Ken sampai kapan pun kau tidak akan bisa mengetahui alamat tempat tinggal ku."
"Benarkah? lihat saja nanti kau akan kaget saat aku tiba-tiba berada di depan rumahmu."
Arabella menggelengkan kepalanya sembari meminum jusnya, "Aku tidak percaya."
"Kau sedang apa?" tanya ken.
"Duduk di sofa sambil minum jus. kau sendiri?"
"Aku sedang di balkon kamarku menikmati bintang di langit." jawabnya yang membuat Arabella mengerutkan keningnya.
"Dikamar? tidak biasanya kau berada di rumah mu jam segini. apa kau sudah bertaubat Ken untuk tidak masuk ke club malam." ucap Bella di akhiri kekehan kecil.
"Ohh ayolah Bella, aku sedang di hukum oleh ayahku sekarang untuk tidak keluar dari rumahku setelah kemarin malam mabuk-mabukan." terdengar nada kesal dari cara bicara Ken membuat Arabella kembali tertawa.
"Ohhh Ken yang malang." ejek Bella.
"Kau sangat jahat Bella, tertawa di atas penderitaan orang lain."
__ADS_1
Arabella mengerlingkan kedua bola matanya, "Salah siapa minum banyak, sudah ku bilangkan kemarin jangan minum terlalu banyak tapi kau tetap kekeh dan mabuk sampai tubuhku pegal-pegal karena membawa mu pulang dengan susah payah." oceh Bella.
"Ya karena itu memang tujuanku membawamu kesana agar kau bisa menjagaku dari perempuan genit saat aku mabuk."
Bella bereskpresi cengo, "Astaga!! kau kira aku laki-laki." cetus Bella.
"Ya begitulah."
ting tong...
suara bel pintu mengalihkan perhatian Arabella, "Ken, sudah dulu ya." ucap Bella yang dengan segera mematikan sambungan nya secara sepihak tanpa menunggu respon dari Ken.
Bella menaruh ponselnya dan menatap ke arah jam di dinding yang kini menunjukan sudah pukul 11 malam.
"Siapa yang bertamu jam segini?" gumam Bella, karena orang yang paling sering datang ke rumah adalah Nicholas dan tetangga rumahnya, namun rasanya tetangganya tidak mungkin bertamu di saat waktu sudah sangat malam dan Nicholas? ini bukan waktunya dia untuk menginap disini.
Karena penasaran akhirnya Bella pun berdiri dan berjalan ke arah pintu rumahnya.
"Tuan kenapa begini? Anda mabuk?" tanya Bella sembari menahan berat badan Nicholas yang cukup berat.
Nicholas tidak menjawab dan Arabella pun dengan cepat menyeret Nicholas menuju ruang tamu dan membantunya duduk di sofa.
Rambut dan pakaianya cukup berantakan dengan wajah memerah yang Arabella yakini akibat minum alkohol terlalu banyak.
"Tunggu disini, aku akan mengambil handuk dan air hangat."
grep..
baru saja Arabella ingin melangkah ke arah dapur namun Nicholas mentahannya dengan menarik tangan gadis itu sampai Arabella tersentak kaget dan Terjatuh di pangkuan Nicholas.
"Tetap disini." ucapnya dengan lirih.
"Tuan, tubuh anda harus di bersihkan." Nicholas membalikan tubuh mereka dan membuat kini Arabella terbaring di sofa dengan Nicholas yang berada di atas tubuh Bella.
__ADS_1
"T-tuan saya harus ke dapur." ucap Bella yang kini mulai gugup dengan tatapan sayu milik Nicholas.
"Tidak bisakah kau menjaga jarak dengan laki-laki lain." ucap Nicholas tiba-tiba dengan sebelah tangan yang membelai wajah Bella.
"M-maksud tuan?"
Nicholas mendekatkan wajahnya dan Arabella segera memalingkan wajahnya, "Aku tidak suka."
drettttt
suara dering ponsel dari atas meja mengalihkan perhatian mereka, saat Arabella akan mengambil nya Nicholas dengan cepat merebutnya, dan nama 'Tuan Dave' terpampang di layar ponsel.
"Tuan jangan."
namun Nicholas tidak mengindahkanya dan mengangkat sambungan telepon itu, Arabella menggelengkan kepalanya memperingati.
namun Nicholas yang keras kepala lagi-lagi menghiraukan nya, "Jangan mengganggu wanitaku" ucapnya yang membuat Arabella melotot mendengarnya.
Nicholas mematikan sambungan nya dan melempar ke atas meja dengan sembarang.
"Kenapa anda berbicara seperti itu tuan?" tanya Bella dengan rasa takut.
Nicholas menatap Bella dengan menyatukan kedua tangan mereka di kedua sisi, "Aku tidak suka kau berbicara dengannya."
"Tapi..."
ucapan Arabella terpotong saat Nick mulai menempelkan bibir mereka dan ********** dengan tiba-tiba.
Arabella menolak namun ya tenaganya tetap kalah oleh tenaga Nicholas yang cukup besar.
"Jika kau melakukannya, aku tak akan segan untuk menghukum mu." lagi Nicholas mencumbu Arabella, membuka dengan paksa pakaian gadis itu tanpa menghiraukan pemberontakan Arabella.
Nick melempar pakaian mereka sembrangan dan malam itu mereka melakukannya di ruang tamu tanpa menghiraukan rasa sakit yang mungkin akan muncul setelah nya.
__ADS_1